Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Aset Ini Harus Dimiliki Masyarakat Untuk Proteksi Saat Rupiah Fluktuatif

Aset Ini Harus Dimiliki Masyarakat Untuk Proteksi Saat Rupiah Fluktuatif

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Industri asuransi jiwa Indonesia diproyeksikan tetap memiliki prospek positif pada 2026. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan premi industri mencapai Rp 133,22 triliun hingga kuartal III-2025. Pendapatan premi tersebut meski turun tipis 1,1 persen secara tahunan, namun, jumlah orang yang tertanggung mencapai lebih dari 151 juta jiwa, tumbuh sekitar 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tertanggung perorangan bertambah menjadi 22,32 juta orang, tumbuh 16,9% secara tahunan (yoy), sementara tertanggung kumpulan mencapai 129,25 juta orang tumbuh 12,1% yoy. Ketua AAJI, Budi Tampubolon, menilai bahwa makin tingginya kesadaran akan kebutuhan proteksi kesehatan dan risiko kehidupan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri di tahun ini.

Bagi masyarakat, di tengah kondisi pasar dan volatilitas ekonomi global, masalah tak hanya soal memiliki polis. Tantangan yang sering terlupakan adalah nilai riil manfaat proteksi di masa depan. Santunan yang diterima keluarga ketika risiko terjadi harus bisa memenuhi kebutuhan yang kadang tak lagi sesuai dengan asumsi awal karena inflasi dan perubahan nilai tukar.

Pengamat Investasi Universitas Atma Jaya (UAJ) Yogyakarta Sri Susilo menjelaskan, polis asuransi dalam USD dapat menjadi pilihan masyarakat untuk memberikan perlindungan kekayaan dari fluktuasi rupiah dan cocok sebagai pilihan alternatif investasi.

“Ke depan polis asuransi dwigguna prospektif dan sangat baik. Produk polis tersebut dapat sebagai pelindung (hedging) terhadap depresiasi rupiah. Disamping itu memberikan imbal kompetitif dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap dolar AS dan mata uang kuat (hard currencies) lainnya,” tegasnya.

Dalam perencanaan keuangan jangka panjang, mata uang polis menjadi faktor penting. Polis yang sepenuhnya dalam rupiah menghadapi risiko penurunan daya beli jika terjadi pelemahan nilai tukar terhadap mata uang global seperti Dolar Amerika Serikat (USD). USD merupakan mata uang yang sering dijadikan acuan dalam biaya pendidikan luar negeri, perawatan kesehatan internasional, dan kebutuhan global lainnya.

Seperti diketahui, sejak akhir 2025 hingga pertengahan Januari 2026, mata uang rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap USD. Pada Desember 2025, rupiah bercokol di kisaran Rp 16.645, dan pada pertengahan Januari 2026, terus melemah menyentuh Rp 16.877 per USD. Hal itu dipicu oleh penguatan dollar terhadap mata uang regional, serta kebutuhan dollar di dalam negeri untuk membiayai impor dan membayar utang.

Pergerakan kurs rupiah terhadap USD yang fluktuatif dapat membuat santunan dalam rupiah kurang efektif untuk kebutuhan yang tergantung pada mata uang asing. Dengan demikian, perlindungan dalam USD dipandang oleh sebagian perencana keuangan sebagai salah satu strategi untuk menjaga daya beli manfaat proteksi di masa depan.

USD selama ini dikenal sebagai salah satu mata uang cadangan global yang relatif stabil dalam konteks jangka panjang. Dalam situasi gejolak pasar, banyak instrumen keuangan global dipandang dalam USD karena perannya yang dominan di pasar internasional.

Kebutuhan akan proteksi berbasis mata uang asing juga sudah mulai direspons industri asuransi. Salah satu contohnya adalah Mandiri Wealth Signature USD dari AXA Mandiri, sebuah produk asuransi dwiguna yang mengombinasikan perlindungan jiwa dengan nilai tunai dalam denominasi Dolar AS. Produk seperti ini dirancang untuk memberikan santunan risiko yang selaras dengan dinamika ekonomi global.

Dalam konteks asuransi dwiguna—yang menggabungkan proteksi jiwa dan tabungan jangka panjang—menempatkan nilai tunai dan manfaat dalam USD dapat membantu menjaga nilai nyata pertanggungan ketika risiko tersebut terjadi di masa yang akan datang. Hal ini khususnya penting bagi keluarga yang merencanakan biaya besar yang cenderung berpatokan pada USD, seperti pendidikan luar negeri atau layanan medis spesialis global.

Strategi diversifikasi dalam perencanaan keuangan bukan hanya berlaku pada investasi, tetapi juga pada proteksi. Menempatkan proteksi dalam mata uang asing seperti USD bukan dimaksudkan sebagai spekulasi, tetapi sebagai salah satu cara mengurangi konsentrasi risiko yang sepenuhnya tergantung pada satu mata uang saja.

Dengan strategi ini, keluarga dapat meminimalkan risiko kehilangan daya beli proteksi akibat gejolak ekonomi, terutama ketika kebutuhan besar di masa depan berkaitan erat dengan biaya global.

Proteksi berbasis USD cenderung relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, antara lain keluarga yang merencanakan pendidikan anak di luar negeri. Seperti diketahui, biaya pendidikan global umumnya berdenominasi USD. Selain itu, profesional atau pebisnis yang pendapatannya berkaitan dengan ekonomi global dan juga keluarga yang ingin memastikan standar hidup tetap tinggi lintas generasi.

Bagi kelompok ini, proteksi dalam USD dapat berfungsi sebagai “tameng nilai” untuk memastikan manfaat yang diterima tetap relevan secara finansial saat risiko terjadi.

Menjadi jelas bahwa proteksi finansial bukan lagi hanya soal angka dalam polis, tetapi bagaimana angka itu bertahan terhadap perubahan ekonomi jangka panjang. Proteksi dalam USD bukan sekedar tren, tetapi merupakan salah satu pendekatan strategis yang semakin relevan ketika volatilitas pasar dan nilai tukar menjadi bagian dari perencanaan hidup modern.

Dalam konteks industri yang pro-growth tetapi juga penuh tantangan seperti asuransi jiwa Indonesia di 2026, pilihan tentang mata uang proteksi menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan manfaat yang direncanakan tetap bermakna secara ekonomi ketika waktu itu benar-benar datang. (***)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Ketahanan Pangan, LAZISMU Bersama MPM dan BPRS HIK MSI Realisasikan Perkebunan Pisang Kepok Kuning di Nanggulan

    Program Ketahanan Pangan, LAZISMU Bersama MPM dan BPRS HIK MSI Realisasikan Perkebunan Pisang Kepok Kuning di Nanggulan

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal bertajuk “Kampung Berkemajuan” resmi diluncurkan di Dusun Grubug, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo. Inisiatif kolaboratif ini ditandai dengan seremonial penanaman 1.000 bibit pisang kepok kuning pada Minggu (16/11), yang melibatkan LAZISMU DIY, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY, dan BPRS HIK MCI. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemandirian pangan […]

  • Murid SD Islam Al Azhar 55 Internasional Panen Jagung Pulut di Lab Alam Asram Edupark

    Murid SD Islam Al Azhar 55 Internasional Panen Jagung Pulut di Lab Alam Asram Edupark

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Tawa riang dan wajah-wajah ceria mewarnai pagi itu di Laboratorium Alam Asram Edupark, Sleman, Rabu (15/10/2025). Lebih dari 50 murid SD Islam Al Azhar 55 Internasional tampak antusias mengikuti kegiatan kunjungan lapangan bertema pembelajaran alam yang penuh pengalaman dan keceriaan. Rombongan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Didampingi para guru — Indira, Dissa, […]

  • Lebih dari 800 Kg Bantuan Kesehatan DIY Meluncur ke Sumatera, Biaya Kirim Gratis dari JNE

    Lebih dari 800 Kg Bantuan Kesehatan DIY Meluncur ke Sumatera, Biaya Kirim Gratis dari JNE

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan solidaritas tinggi bagi korban bencana banjir di Sumatera. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, bantuan kemanusiaan berupa 810 kilogram obat-obatan dan alat kesehatan dikirimkan untuk mendukung layanan medis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. ​Pelepasan simbolis truk logistik JNE yang mengangkut 85 koli bantuan ini dilakukan oleh Wakil […]

  • Terbawa Arus Bengawan Sejauh 35 KM, Tim SAR Temukan Lansia di Bendungan Gerak Bojonegoro

    Terbawa Arus Bengawan Sejauh 35 KM, Tim SAR Temukan Lansia di Bendungan Gerak Bojonegoro

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Setelah tiga hari pencarian intensif, Basarnas bersama tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang warga lanjut usia bernama Gami (76) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/1/2026) sore, sekitar ±35 kilometer dari lokasi kejadian awal. Peristiwa tenggelamnya korban terjadi di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di […]

  • Adam Air: Kisah Raja Langit Bertarif Murah yang Hilang Ditelan Sejarah Penerbangan Indonesia

    Adam Air: Kisah Raja Langit Bertarif Murah yang Hilang Ditelan Sejarah Penerbangan Indonesia

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–​Masih ingat sensasi terbang dengan Adam Air? Maskapai dengan branding “darah biru” ini muncul bak meteor pada awal 2000-an, menjanjikan tiket murah, namun tetap menyajikan makanan di pesawat. Adam Air mampu mengubah peta persaingan penerbangan Indonesia dengan begitu cepat, memaksa maskapai lain beradaptasi atau tertinggal. ​Didirikan sebagai PT Adam SkyConnection Airlines, maskapai swasta yang […]

  • 9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keamanan dana nasabah di perbankan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Per September 2025, tercatat sebanyak 9,07 juta rekening simpanan di DIY berada dalam perlindungan LPS, dengan total nilai simpanan mencapai Rp 63,16 triliun. Fakta ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, dalam acara Media Update […]

expand_less