10 Titik Penukaran Minyak “Jelantah”, Warga Dapat Saldo Mulai Rp 5.500 per Liter
- account_circle Warjono
- calendar_month Sen, 23 Feb 2026
- comment 0 komentar

Warga menuang minyak jelantah ke fasilitas yang disiapkan di SPBU di Jogja. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Warga Daerah Istimewa Yogyakarta kini tidak perlu lagi membuang minyak jelantah ke selokan atau tempat sampah. PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan MyPertamina U-Collect Box di 10 titik strategis wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Peluncuran berlangsung saat peresmian Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Masjid Jogokariyan. Pertamina menggandeng PT Noovoleum Indonesia Investama untuk memastikan proses pengumpulan dan pengolahan berjalan optimal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, program ini memberi nilai ekonomi nyata. Setiap 1 liter minyak jelantah dihargai mulai Rp5.500 dan langsung masuk ke saldo aplikasi MyPertamina. “Skema digital ini membuat proses penukaran lebih cepat, transparan, dan tercatat otomatis,” jelasnya.
Ia menyebut Yogyakarta menjadi kota lanjutan setelah keberhasilan program di Semarang. Selama enam bulan, U-Collect di kota tersebut mengumpulkan 143.545 liter jelantah dengan nilai konversi mencapai Rp796 juta. Angka itu menunjukkan potensi besar pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
Pertamina memilih lokasi dengan akses mudah dan dekat pusat aktivitas warga. Berikut 10 titik MyPertamina U-Collect di Yogyakarta:
SPBU 41.551.01 Coco Lempuyangan – Gondokusuman
Masjid Jogokariyan – Kota Yogyakarta
SPBU 44.552.04 Maguwo – Sleman
SPBU 44.551.01 Dukuh – Kota Yogyakarta
SPBU 41.552.02 Coco Cokroaminoto – Tegalrejo
SPBU 44.552.08 Monjali – Sleman
SPBU 44.551.18 Piramid – Bantul
SPBU 44.555.35 UII – Sleman
SPBU 41.552.01 Coco Adisucipto – Sleman
SPBU 44.552.01 Mulungan Mlati – Sleman
Cara ikut program ini sangat sederhana. Warga membuka aplikasi MyPertamina, masuk ke menu Sustainability Corner, pilih fitur ubah minyak jelantah jadi rupiah, lalu pindai kode di mesin. Setelah minyak dituangkan, sistem menghitung volume dan saldo langsung masuk ke akun pengguna.
Ricca Pricillia, pedagang Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, merasakan dampak langsung program ini. Ia kini mengumpulkan minyak bekas dagangannya dan menukarnya menjadi saldo. Ia menyebut langkah ini membantu pedagang kecil sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Program MyPertamina U-Collect mendorong ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Warga mendapat tambahan penghasilan. Lingkungan pun lebih terjaga. Jogja kini punya cara baru mengubah limbah menjadi berkah. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar