Dua Penambang Tewas Diterjang Lahar Dingin Merapi di Sungai Senowo Magelang, Dua Masih Dicari
- account_circle Warjono
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- comment 0 komentar

Tim Basarnas mengevakuasi salah satu korban banjir lahar dingin di Sungai Senowo Magelang. (Tim SAR Jawa Tengah)
TERAS MALIOBORO–Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Merapi menerjang aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, Selasa (3/3/2026). Empat penambang pasir terseret arus deras saat beraktivitas di bantaran sungai. Hingga Rabu siang, tim SAR menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Merapi sejak siang hingga sore memicu gelombang material vulkanik meluncur ke sisi barat daya. Arus lahar menghantam area tambang pasir di Desa Krinjing, Kecamatan Srumbung.
Tiga truk pengangkut pasir hanyut. Dua alat berat dan 12 truk lainnya tertimbun material. Peristiwa ini juga menewaskan satu warga, Iman Setiawan (21), asal Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Enam petani mengalami luka-luka akibat terjangan material.
Ditemukan Tersangkut Batu Sungai
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menyatakan tim menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung mengirim personel dari Unit Siaga SAR Magelang.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua penambang yang hilang. Keduanya yakni Heru Setyawan (25), warga Krinjing, dan Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Srumbung.
“Hingga siang ini tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi dua korban atas nama Fuad dan Heru dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya tersangkut di antara batu sungai,” tegas Budiono.
Tim menemukan Fuad sekitar pukul 06.00 WIB pada jarak 2,1 kilometer dari titik kejadian. Tim kemudian menemukan Heru pada pukul 07.37 WIB di radius 600 meter dari lokasi awal. Petugas langsung membawa jenazah ke RSUD Muntilan untuk penanganan lebih lanjut.
Pencarian Masih Berlanjut
Dengan penemuan dua korban, tim kini fokus mencari dua penambang lain, yakni Maryuni dan Hasyim, warga Dukuh Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Tim SAR mengerahkan anjing pelacak K9 milik Polresta Magelang, menerbangkan drone untuk memetakan alur sungai, dan menyisir hingga lebih dari satu kilometer ke arah hilir. Cuaca di lokasi terpantau cerah dan debit air kembali normal, sehingga pencarian dapat berlangsung lebih intensif.
Derasnya lahar dingin yang turun dalam waktu singkat membuat para penambang tidak sempat menyelamatkan diri. Peristiwa ini kembali menegaskan ancaman nyata di alur sungai lereng Merapi setiap kali hujan deras mengguyur puncak. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar