Napak Tilas Jejak Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman, Taruna Akmil Susuri Perbukitan Menoreh
- account_circle Chaidir
- calendar_month Jum, 13 Mar 2026
- comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Akademi Militer (Akmil) Magelang bekerja sama Plataran Heritage Borobudur menggelar kegiatan napak tilas rute perjuangan yang pernah dilalui oleh Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman di kawasan Perbukitan Menoreh, Magelang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kejuangan bagi para taruna dan taruni Akmil sebelum mereka menyelesaikan pendidikan sebagai calon perwira TNI.

Napak tilas tersebut dilaksanakan dengan menelusuri jalur perbukitan yang dahulu menjadi rute gerilya dalam perjuangan melawan penjajah. Perjalanan para peserta berakhir di kawasan Langit Khatulistiwa dan 6 Langit Plataran Shailendra yang berada di bawah manajemen Hotel & Resor Plataran Heritage Borobudur. Sebanyak 115 taruna mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi sekitar 102 pengasuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian napak tilas yang dilaksanakan dalam tiga gelombang.
Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Tilaar, menjelaskan bahwa gelombang yang berlangsung saat ini merupakan gelombang terakhir dari rangkaian kegiatan yang digelar pada 7, 8, 9 Maret dan ditutup pada 11 Maret 2026. “Seluruh peserta sebenarnya dibagi dalam tiga gelombang, dan ini adalah gelombang ketiga. Jumlah tarunanya 115 orang dengan sekitar 102 pengasuh yang mendampingi,” ujarnya.
Menurut Rano Tilaar, napak tilas tersebut tidak sekadar perjalanan sejarah, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan para calon perwira.
Baca Juga : Lazismu RS PKU Muhammadiyah Lipat Gandakan Santunan THR untuk Ratusan Pekerja Jalanan
“Di Akademi Militer, sejarah tidak hanya disampaikan dalam bentuk kronologi peristiwa saja. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai perjuangan itu diwariskan kepada generasi muda. Inilah yang kami sebut sebagai pembinaan kejuangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kawasan Perbukitan Menoreh memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan perjuangan bangsa. Daerah ini dikenal sebagai salah satu jalur gerilya yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa dan kemudian menjadi inspirasi bagi strategi gerilya Jenderal Sudirman pada masa perang kemerdekaan.
“Ketinggian Menoreh ini dahulu menjadi rute gerilya Pangeran Diponegoro. Rute tersebut kemudian diwariskan kepada Jenderal Sudirman dan digunakan sebagai wilayah pertahanan gerilya. Dari sinilah para taruna diharapkan dapat mewarisi nilai-nilai kejuangan tersebut,” kata Rano Tilaar. Rute napak tilas yang ditempuh para taruna memiliki jarak sekitar lima kilometer dengan medan yang didominasi tanjakan khas perbukitan.
“Total jaraknya kurang lebih lima kilometer. Dari titik start di kawasan sekolah kemudian melewati beberapa ketinggian hingga sampai di lokasi ini. Jalurnya memang menanjak karena memang inilah rute yang dahulu digunakan oleh Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman dalam perjuangan gerilya mereka,” jelasnya.
Pada titik akhir perjalanan, para taruna juga mendapat kesempatan mendengarkan wejangan dari pemilik Plataran Hotel & Resort, Yozua Makes, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Yozua Makes menyampaikan rasa bangganya karena kawasan yang dikelola Plataran dapat menjadi bagian dari kegiatan pendidikan sejarah bagi para taruna Akmil.
“Tema kegiatan ini adalah napak tilas rute Pangeran Diponegoro. Kami dari Plataran Hotel & Resort sangat bangga dan berterima kasih karena dilibatkan oleh Akademi Militer sebagai bagian dari kurikulum akademik para taruna, khususnya menjelang mereka menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Plataran yang berada di Perbukitan Menoreh memiliki keterkaitan sejarah dengan jalur perjuangan Pangeran Diponegoro. “Kebetulan tempat kami ini termasuk wilayah yang dilewati oleh Pangeran Diponegoro. Karena itu kami merasa terhormat bisa ikut menyemarakan kegiatan ini,” katanya.
Yozua menambahkan, kegiatan ini menjadi kolaborasi pertama antara Plataran dan Akademi Militer dalam napak tilas sejarah perjuangan. “Ini adalah yang pertama kali, dan kami berharap dapat menjadi landmark untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Akademi Militer yang terus menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan lintas generasi. “Kami sangat senang dapat bersama-sama dengan Akademi Militer, karena Akmil selalu mempersiapkan generasi penerus yang memahami nilai perjuangan dari generasi sebelumnya,” jelas Yozua.
Ke depan, kegiatan napak tilas ini direncanakan menjadi agenda rutin Akademi Militer, khususnya menjelang taruna tingkat tiga menyelesaikan masa pendidikan mereka. Melalui kegiatan tersebut diharapkan nilai-nilai patriotisme, pengorbanan, dan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi perwira TNI masa depan. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar