5 Destinasi Wisata “Anti-Hujan” di Yogyakarta: Aman, Nyaman, dan Penuh Kuliner Lezat
- account_circle Warjono
- calendar_month Jum, 31 Okt 2025
- comment 0 komentar

Museum Ullen Sentallu Sleman. (dinas pariwisata sleman)
TERAS MALIOBORO–Musim hujan tiba, tapi semangat liburan jangan sampai redup! Yogyakarta, kota yang selalu istimewa, tetap menawarkan pesona yang tak lekang oleh cuaca. Kunci liburan anti-galau saat hujan adalah memilih destinasi indoor atau area yang tertutup, lokasinya tidak jauh dari pusat kota, dan yang paling penting: tersedia kuliner hangat untuk menemani.
Berikut adalah 5 destinasi wisata alternatif di dekat Kota Yogyakarta yang menjamin liburan Anda tetap seru, aman dari basah, dan tentunya memanjakan lidah.
1. Museum Ullen Sentalu, Kaliurang.
(Sleman Utara, sekitar 45-60 menit dari pusat kota)
Berlokasi di kawasan sejuk Kaliurang, Museum Ullen Sentalu adalah pilihan sempurna untuk wisata edukasi dan budaya saat hujan. Bangunan museum ini didominasi oleh arsitektur yang unik, sebagian besar berada di bawah tanah (semi-bunker) dan di dalam ruangan, sehingga Anda akan terhindar total dari hujan.
Apa yang Ditawarkan: Museum ini menyajikan koleksi benda-benda bersejarah, seni, dan budaya dari Kerajaan Mataram Islam (Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta). Tur dilakukan dengan pemandu yang membuat cerita sejarah menjadi hidup dan menarik.
Akses Kuliner: Di dalam area Kaliurang, banyak terdapat restoran dan kafe dengan pemandangan sejuk yang menawarkan menu hangat khas pegunungan, seperti wedang uwuh dan aneka makanan Jawa. Coba juga mencari Warung Kopi Klotok yang terkenal (meskipun butuh sedikit perjalanan lagi), atau restoran bergaya Jawa yang banyak tersebar di Jalan Kaliurang.

Keraton Yogyakarta. (Dinas Kebudayaan DIY)
2. Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo.
(Pusat Kota, area Titik Nol Kilometer)
Untuk pengalaman budaya yang paling otentik dan lokasinya berada di jantung kota, pasangan Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo adalah jawabannya. Keduanya menawarkan banyak area indoor yang terlindungi.
Apa yang Ditawarkan:
Keraton Yogyakarta: Meskipun memiliki halaman terbuka, banyak bagian Keraton seperti bangsal dan museum yang berada di dalam bangunan tertutup. Anda bisa menyaksikan pertunjukan seni atau kerajinan (tergantung jadwal) dan mempelajari sejarah Kerajaan.
Museum Sonobudoyo: Tepat di dekat Keraton, museum ini menyajikan koleksi lengkap artefak budaya Jawa, Bali, dan Madura. Seluruh koleksi dipamerkan di dalam ruangan yang nyaman.
Akses Kuliner: Lokasi strategis ini dikelilingi oleh surga kuliner legendaris:
Cicipi Gudeg Pawon yang legendaris atau Gudeg Yu Djum untuk makanan berat.
Hanya beberapa langkah dari Angkringan Kopi Jos Lik Man di dekat Stasiun Tugu, sempurna untuk menghangatkan diri dengan kopi jos dan sego kucing saat malam.

Taman Pintar Yogyakarta. (istimewa)
3. Taman Pintar Yogyakarta.
(Pusat Kota, dekat Malioboro)
Wisata edukasi yang sangat ramah keluarga dan anak-anak ini sangat cocok dikunjungi saat cuaca sedang tidak bersahabat. Seluruh wahana utama Taman Pintar berada di dalam gedung bertingkat yang aman dari hujan.
Apa yang Ditawarkan: Berbagai zona dan eksibisi sains serta teknologi disajikan secara interaktif. Mulai dari zona Memorabilia, Gedung Oval, hingga Gedung Kotak menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kering.
Akses Kuliner: Karena lokasinya di pusat kota, setelah puas menjelajah, Anda bisa langsung menuju Malioboro atau area sekitarnya. Banyak restoran dan kafe modern di sekitar Jalan Jenderal Sudirman atau Tugu yang menyajikan pilihan menu beragam.
Pilihan tercepat: food court di Malioboro Mall atau Ramai Mall yang menyediakan berbagai jenis makanan dengan suasana indoor yang nyaman.

Museum Cokelat Monggo. (istimewa)
4. Chocolate Monggo Museum & Factory.
(Bantul, sekitar 30-45 menit dari pusat kota)
Ingin menikmati aroma cokelat hangat sambil melihat proses pembuatannya? Destinasi di Bantul ini menawarkan pengalaman unik di dalam ruangan dan pastinya, kuliner manis yang tak tertandingi.
Apa yang Ditawarkan: Pengunjung dapat melihat proses pengolahan biji cokelat menjadi produk jadi. Terdapat area museum kecil dan tentu saja, toko suvenir. Anda dapat mencicipi berbagai varian cokelat dan minuman cokelat hangat yang cocok dinikmati saat udara dingin.
Akses Kuliner: Selain aneka minuman dan makanan olahan cokelat yang tersedia di kedai/kafe mereka, area Bantul juga memiliki banyak resto dengan nuansa pedesaan yang nyaman, seperti Jiwa Jawi atau Waroeng Tedoeh (perlu cek ketersediaan area indoor yang memadai).

Pementasan Ramayana Ballet di Purawisata Yogyakarta. (istimewa)
5. Ramayana Ballet Purawisata (Pementasan Indoor).
(Pusat Kota, sekitar 15-20 menit dari Malioboro)
Jika Anda mencari pertunjukan kolosal budaya yang aman dari hujan, Ramayana Ballet Purawisata adalah pilihan cerdas. Saat musim hujan, pementasan biasanya dialihkan ke Teater Trimurti yang merupakan indoor stage.
Apa yang Ditawarkan: Anda akan disuguhkan pertunjukan tari kolosal legendaris yang menceritakan kisah Ramayana. Pengalaman ini adalah cara yang luar biasa untuk menikmati seni pertunjukan Jawa tanpa khawatir basah.
Akses Kuliner: Kawasan Purawisata dan sekitarnya (Jalan Brigjen Katamso) memiliki banyak restoran Jawa dan Angkringan premium yang menyediakan menu makan malam yang lengkap sebelum atau sesudah menonton pertunjukan. Anda juga bisa kembali ke pusat kota untuk mencari kuliner malam khas Jogja lainnya. (*)
Tips Tambahan: Selalu siapkan payung kecil atau jas hujan, meskipun berwisata indoor. Perjalanan menuju dan dari lokasi bisa saja diguyur hujan. Dan jangan lupa, makanan hangat khas Jogja seperti Bakmi Jawa Godog, Wedang Ronde, atau Wedang Uwuh adalah teman terbaik di musim hujan.
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar