Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Akhirnya Gus Yahya Tunduk pada Roadmap Islah Syuriah PBNU

Akhirnya Gus Yahya Tunduk pada Roadmap Islah Syuriah PBNU

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Ketegangan panjang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kini mengarah pada satu simpul penentuan. Mantan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dikabarkan menyatakan kesediaannya menempuh roadmap islah yang ditetapkan Syuriah PBNU, sebuah langkah yang menandai perubahan arah dalam krisis kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Pilihan Gus Yahya untuk mengikuti mekanisme islah, termasuk menyampaikan permohonan maaf dan tunduk pada Rapat Pleno PBNU, dinilai sebagai bentuk penerimaan formal terhadap keputusan Syuriah yang sebelumnya menjatuhkan sanksi pemberhentian. Sikap ini sekaligus memutus ketegangan panjang antara dua poros otoritas NU: Syuriah dan Tanfidziyah.

Tokoh NU sekaligus Pengasuh Pesantren Bina Islam Cendekia Cirebon, KH Imam Jazuli Lc MA, menilai langkah tersebut sebagai pengakuan nyata atas supremasi Syuriah dalam struktur jam’iyah NU, dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar sebagai pemegang otoritas tertinggi.

“Ketika Gus Yahya memilih mengikuti roadmap islah, meminta maaf, dan menempuh pleno, maka secara organisasi itu adalah pengakuan bahwa keputusan Syuriah sah dan mengikat. Itu bukan sekadar langkah personal, tapi konsekuensi struktural,” ujar KH Imam Jazuli, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, krisis internal PBNU berakar dari pelanggaran adab dan tata kelola organisasi, bukan sekadar kesalahan prosedural. Salah satu pemicu utama adalah pencantuman nama Rais Aam dalam undangan peringatan Harlah ke-100 NU tanpa izin resmi.

Baca Juga : Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

“Di NU, adab mendahului administrasi. Syuriah adalah rujukan tertinggi. Mencatut nama Rais Aam tanpa persetujuan adalah pelanggaran serius terhadap etika jam’iyah,” tegasnya.

KH Imam Jazuli menekankan bahwa roadmap islah yang dirumuskan Syuriyah bukan kompromi politik, melainkan mekanisme disiplin internal yang mengandung konsekuensi hukum organisasi.

“Islah berarti ada pengakuan kesalahan, ada permohonan maaf, dan ada penataan ulang. Kalau jabatan ketua umum harus melalui pleno ulang, itu menunjukkan posisi tersebut pernah dinilai bermasalah secara prosedural,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dampak lanjutan dari proses islah tersebut, terutama terhadap kebijakan yang diambil selama masa konflik. Menurutnya, selama periode pemberhentian, kendali organisasi berada di bawah Syuriah, sehingga keputusan sepihak yang dibuat tanpa legitimasi berpotensi tidak sah.

“Kebijakan strategis, rotasi kepengurusan, hingga aktivitas kelembagaan yang dilakukan pada masa itu bisa dipersoalkan secara hukum organisasi,” ujarnya.

Kesediaan Gus Yahya mengikuti pleno Syuriah juga dipandang menutup peluang munculnya pleno tandingan yang sebelumnya sempat diwacanakan. Bagi KH Imam Jazuli, pleno hybrid PBNU yang digelar Rabu (28/1/2026) menjadi titik pertanggungjawaban organisasi atas konflik yang berlarut-larut.

“Ketika semua jalur buntu, kembali ke Syuriyah adalah jalan paling aman bagi jam’iyah. Ini bukan sekadar penyelesaian konflik, tapi upaya menyelamatkan marwah organisasi,” katanya.

Ia menegaskan, islah PBNU harus dibaca sebagai kembalinya NU pada khittah adab dan disiplin struktural. “Islah ini bukan karena Gus Yahya dinyatakan benar, melainkan karena beliau akhirnya kembali pada disiplin NU. Dalam tradisi NU, Tanfidziyah wajib tunduk pada keputusan Syuriah,” pungkasnya. (Chaidir)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026) sore, berujung tragedi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terseret arus deras saat melintas di jalan raya Bojong dan ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. Korban diketahui bernama Ajun Arman Permadi (17), warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban […]

  • Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memimpin langsung seluruh bupati dan wali kota se-DIY dalam sebuah kunjungan maraton ke tiga lokasi pengolahan sampah, Selasa (21/10/2025). Aksi “turun gunung” ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menyatukan visi dalam menyambut proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Di hadapan para kepala […]

  • Penerbangan Pesawat Besar dan Inovasi Hotel Haji Jadi Kelebihan Embarkasi Haji di YIA

    Penerbangan Pesawat Besar dan Inovasi Hotel Haji Jadi Kelebihan Embarkasi Haji di YIA

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Setelah melalui proses persiapan panjang, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi ditetapkan sebagai embarkasi haji mulai musim haji 2026. Keputusan ini, yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 11 Tahun 2025, menjadikan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) sebagai pusat keberangkatan haji modern yang mengedepankan efisiensi dan kenyamanan. ​​Sekda DIY, Ni Made Dwi […]

  • ​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

    ​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah dana mengendap pemerintah daerah (Pemda) di perbankan dengan data Bank Indonesia (BI). Alih-alih mendapatkan pembenaran, laporan Tito justru memancing kecurigaan keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ​Purbaya mempertanyakan validitas temuan Mendagri. Ia berpendapat, perbedaan data ini lebih mencerminkan kelalaian Pemda dalam pencatatan […]

  • Napak Tilas Jejak Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman, Taruna Akmil Susuri Perbukitan Menoreh

    Napak Tilas Jejak Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman, Taruna Akmil Susuri Perbukitan Menoreh

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Akademi Militer (Akmil) Magelang bekerja sama Plataran Heritage Borobudur menggelar kegiatan napak tilas rute perjuangan yang pernah dilalui oleh Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman di kawasan Perbukitan Menoreh, Magelang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kejuangan bagi para taruna dan taruni Akmil sebelum mereka menyelesaikan pendidikan sebagai calon perwira TNI. Napak tilas […]

  • Kunci Keselamatan Jurnalis, MPW Pemuda Pancasila DIY Bekali Insan Pers Pelatihan Survival dan Proteksi Diri

    Kunci Keselamatan Jurnalis, MPW Pemuda Pancasila DIY Bekali Insan Pers Pelatihan Survival dan Proteksi Diri

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Puluhan jurnalis, anggota masyarakat umum, dan perwakilan organisasi kepemudaan mengikuti pelatihan penting bertajuk “Kunci Keselamatan Jurnalis: Pelatihan Survival dan Proteksi” yang diselenggarakan di Sekretariat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Candi Sambisari, Sleman. ​Pelatihan ini bertujuan membekali insan pers dengan kemampuan pengamanan diri yang mumpuni, mengingat profesi […]

expand_less