Batik Jogja “Goes to Korea”: Inovasi Hanbok Djadi Batik Tembus Pasar Singapura hingga Dilirik Wamen Ekraf
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- comment 0 komentar

Koleksi CNY yang dirilis Djadi Batik menyambut Hari Raya Imlek. (Dok. Djadi Batik)
TERAS MALIOBORO–Siapa sangka, perpaduan antara siluet elegan Hanbok khas Korea Selatan dengan filosofi dalam Batik tulis Yogyakarta mampu menciptakan komoditas ekspor yang menjanjikan. Djadi Batik, unit usaha kreatif asal Bantul, sukses membuktikan bahwa akulturasi budaya adalah kunci memenangkan pasar di era globalisasi.
Didirikan oleh Usnul Djadi pada 2019, brand ini bermula dari keresahan personal seorang penggemar budaya Korea yang tetap ingin membawa identitas Nusantara. Kini, karya-karyanya tidak hanya menghiasi lemari kolektor lokal, tetapi juga menjadi langganan pecinta Korean Wave di Singapura dan Malaysia.
Batik “Tanpa Potong”: Menjaga Doa di Setiap Lembar Kain
Berbeda dengan konveksi massal, Djadi Batik mempertahankan pakem tradisional dalam setiap produksinya. Proses pembuatan satu potong busana memakan waktu 7 hingga 30 hari, tergantung kerumitan motif. Usnul menggunakan kain batik lembaran asli—bukan tekstil bermotif batik—yang dikerjakan dengan malam panas.
Ada satu prinsip unik yang dipegang teguh Usnul yakni meminimalisir pemotongan kain batik. “Kami meyakini semakin batik dipotong-potong, semakin berkurang juga doa yang menyertai dalam motifnya,” ungkap Usnul.
Filosofi ini justru menjadi nilai jual premium, terutama pada motif best seller seperti Tegel Semanis Kawung dan Setenang Kawung.
Diplomasi Fashion: Dukungan Wamen Ekraf dan Strategi Logistik
Popularitas Djadi Batik semakin meroket setelah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, kerap mengenakan koleksi ini dalam berbagai ajang internasional. Kehadiran figur publik ini memperkuat posisi Djadi Batik sebagai representasi gaya hidup modern yang tetap berpijak pada akar tradisi.
Untuk menjangkau pasar luar negeri, Usnul menekankan pentingnya ekosistem pendukung seperti logistik. Melalui kolaborasi dengan JNE dan pemanfaatan fasilitas JNE Loyalty Card (JLC), pengiriman produk ke mancanegara menjadi lebih mudah.
Menjelang Lebaran 2026, Djadi Batik telah meluncurkan koleksi terbaru bertajuk “Kawung Melati untuk RAYA 2026”. Koleksi ini diprediksi akan kembali menjadi buruan, mengingat tren busana muslim yang kini semakin berani bereksperimen dengan desain lintas budaya. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar