Gebrakan di Davos: Telkom Paparkan “Digital Renaissance” Indonesia dan Kesiapan Data Center AI-Ready
- account_circle Warjono
- calendar_month Sen, 26 Jan 2026
- comment 0 komentar

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berpartisipasi dalam sesi Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Senin-Jumat (19-23/1). (istimewa)
TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghentakkan panggung dunia dalam gelaran World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Di hadapan para pemimpin dunia dan raksasa korporasi global, Telkom menegaskan posisinya sebagai tulang punggung transformasi ekonomi digital Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kehadiran Telkom di Davos bukan sekadar partisipasi, melainkan misi strategis untuk membuka cakrawala peluang kolaborasi global melalui tema “Endless Horizons with Indonesia” di Indonesia Pavilion.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjadi narasumber kunci dalam sesi panel “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy”. Dian memaparkan bahwa Indonesia kini tengah mengalami kebangkitan digital yang membutuhkan fondasi infrastruktur yang sangat kuat dan terpercaya.
“Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global. Telkom berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner global untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi negara,” ujar Dian Siswarini di Davos, Senin (26/01/2026).
Kekuatan Infrastruktur: 180 Ribu Kilometer Kabel Laut
TelkomGroup memamerkan otot digitalnya dengan portofolio infrastruktur yang masif:
- Konektivitas: Lebih dari 180.000 km infrastruktur backbone dan kabel bawah laut yang menghubungkan ribuan pulau.
- Jangkauan: Melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband (Telkomsel) dan 10,3 juta pelanggan fixed broadband (IndiHome), mencakup 97% populasi Indonesia.
- Inklusi: Fokus perluasan jaringan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) guna menghapus kesenjangan digital.
Menjawab kebutuhan masa depan, TelkomGroup mengumumkan kesiapan fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam untuk mulai beroperasi pada tahun 2026.
Kedua fasilitas ini dirancang sebagai infrastruktur yang AI-ready, siap melayani kebutuhan hyperscaler dan korporasi global dengan standar keamanan internasional. Inisiatif ini bukan hanya soal penyimpanan data, melainkan tentang menjaga kedaulatan data nasional sembari tetap terhubung dengan ekosistem digital dunia.
Magnet Investasi Global di Indo-Pasifik
Dengan diversifikasi jalur kabel laut internasional dan penguatan rute jaringan untuk menghindari single point of failure, Telkom menawarkan stabilitas layanan kelas dunia. Hal ini memposisikan Indonesia sebagai pusat peluang investasi baru di kawasan Indo-Pasifik.
Sinergi antara TelkomGroup, Kementerian Investasi/BKPM, Danantara, dan KADIN di WEF 2026 ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi ekonomi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di kancah global. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar