IDM Latih Ribuan “Frontliner” dan Pemandu, Pastikan Wisatawan Bawa Pulang Cerita Bermakna
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 16 Des 2025
- comment 0 komentar

Pelatihan untuk frontliner dan pemandu wisata atau pamong carita di seluruh destinasi IDM. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–InJourney Destination Management (IDM) menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata Indonesia, khususnya dalam upaya mengeskalasi pengalaman bermakna bagi setiap wisatawan. Upaya ini diwujudkan melalui dua program pelatihan besar: Hospitality Training Program bagi petugas layanan (frontliners) dan Up Skill bagi Pemandu Wisata atau “Pamong Carita” di Taman Wisata Candi Borobudur.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan jantung dari komitmen perusahaan dalam “Melayani Sepenuh Hati” dengan mengedepankan filosofi Indonesian Hospitality.
“Melayani Sepenuh Hati adalah upaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga hangat dan meninggalkan kesan mendalam. Kami ingin menumbuhkan cerita bermakna yang secara langsung akan memengaruhi kepuasan dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelas Gistang, Selasa (16/12/2025).
Standarisasi Layanan: Pola Pikir Jadi Prioritas
Hospitality Training Program telah diikuti oleh 150 petugas layanan di berbagai destinasi, termasuk petugas keamanan, operasional, dan ticketing. Pelatihan ini berfokus pada tiga pilar utama: service mindset, service skills & hospitality standard, dan service leadership.
Doni Asriadi, Group Head Human Capital IDM, mengatakan peserta didorong untuk mengedepankan service mindset, di mana kebutuhan dan kepuasan pelanggan ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Kami juga mendorong service leadership, yakni pola pikir untuk melayani orang lain terlebih dahulu—baik itu tim internal maupun pelanggan—guna menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan berempati sesuai nilai Indonesian Hospitality,” tambah Doni.
Para frontliners diharapkan mampu menjadi representasi perusahaan yang profesional dan ramah, memastikan setiap kunjungan diwarnai keramahtamahan yang bermakna.
Diperkuat Narasi dan Etiket
Fokus khusus diberikan pada Taman Wisata Candi Borobudur melalui program Hospitality & Up Skill for Guide yang diikuti 80 orang Pamong Carita (pemandu wisata). Program ini merupakan kolaborasi dengan Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Magelang.
Pelatihan ini mencakup materi pelestarian cagar budaya, basic manner, dan public speaking. Materi cagar budaya memastikan narasi yang disampaikan sesuai dengan upaya pelestarian Borobudur, sementara public speaking bertujuan meningkatkan kapasitas pemandu dalam menyampaikan cerita secara berkesan.
Galuh Indah, Commercial Experience Group Head IDM, menegaskan pelatihan ini adalah ruang penyegaran bagi para Pamong Carita sebagai garda terdepan dalam mendampingi wisatawan.
“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, para pamong carita diharapkan mampu memberikan nilai dan pengalaman berkesan. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi memiliki keinginan untuk kembali berkunjung,” jelasnya.
Johan Wahyudi (32), salah satu Pamong Carita TWC Borobudur, mengakui manfaat pelatihan tersebut, terutama dalam koreksi diri dan peningkatan penampilan.
“Kesuksesan seorang pamong carita adalah bagaimana ia menyampaikan cerita ke pengunjungnya, kejelasan pengucapan, dan intonasi saat bercerita sehingga wisatawan bisa menangkap dan berkesan,” pungkasnya.
Dukungan penuh dari pengelola TWC Borobudur, yang diwakili oleh AY Suhartanto, menegaskan bahwa yang perlu dihadirkan adalah bagaimana pengunjung terkesan, bukan hanya terhadap objek Candi, tetapi justru terkesan oleh narasi dan layanan yang diberikan oleh petugas. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar