Breaking News
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Sulap Mangrove Jadi Produk Ekonomis di Cilacap

Sulap Mangrove Jadi Produk Ekonomis di Cilacap

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Hutan mangrove (bakau) seringkali dipandang sebatas kawasan konservasi atau pencegah abrasi. Namun, di Kelurahan Karangtalun, Cilacap Utara, mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyulap komoditas lokal yang melimpah ini menjadi berbagai produk bernilai ekonomis tinggi.

Melalui acara bertajuk “Pemanfaatan Mangrove menjadi Produk”, kelompok KKN UNS tidak hanya sekadar memberi sosialisasi, tetapi juga langsung mendemonstrasikan cara pengolahan mangrove menjadi empat produk inovatif: teh, sabun cair cuci tangan (hand wash), antisida (pembasmi serangga), dan spray anti nyamuk.

Acara yang berlangsung di TPI RW 05, Kelurahan Karangtalun, ini dihadiri oleh 30 peserta, terdiri dari 20 ibu rumah tangga dan 10 kepala keluarga. Turut hadir pula perwakilan dari PT. SBI, Bapak Budi Nurochman, sebagai mitra perusahaan yang membina RW 05.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 37, yang dipimpin oleh Dyna Nurhauna Nisa’ (proker sabun cair), Kinanti Prameswari Tungga Dewi (proker teh), dan Dimas Bonar Cahyo Wahyuono (proker antisida dan spray anti nyamuk), memiliki empat tujuan utama. Yakni Memanfaatkan potensi komoditas lokal mangrove yang melimpah, Memberdayakan keterampilan masyarakat Kelurahan Karangtalun, Menciptakan produk bernilai ekonomis dan menambah peluang penjualan serta Mengedukasi masyarakat tentang kandungan dan manfaat mangrove bagi kehidupan sehari-hari.

Dari Konservasi ke Inovasi Produk Rumah Tangga

Acara dibuka dengan pemaparan materi mendalam mengenai deskripsi, jenis, serta kandungan dan potensi mangrove. Peserta diberikan leaflet berisi ringkasan materi untuk mempermudah pemahaman.

1. Teh Mangrove: Minuman Kaya Manfaat

Sesi pertama diawali oleh Kinanti Prameswari Tungga Dewi dengan demonstrasi pembuatan Teh Mangrove. Dengan antusias, para peserta mengikuti demonstrasi ulang dan mencoba langsung teh yang telah dibuat. Selain rasanya yang unik, teh ini diharapkan bisa menjadi produk unggulan baru dari Karangtalun.

2. Sabun Cair: Kebersihan Berbasis Alam

Selanjutnya, Dyna Nurhauna Nisa’ mendemonstrasikan pembuatan Sabun Cair Cuci Tangan (hand wash) berbahan dasar mangrove. Ibu-ibu peserta tampak sangat antusias, bahkan merekam proses pembuatannya. Produk ini menawarkan alternatif sabun dengan kandungan alami dari potensi lokal.

3. Solusi Hama dan Krisis DBD: Antisida dan Spray Anti Nyamuk

Sesi terakhir, yang paling relevan dengan kondisi lapangan, adalah demonstrasi Antisida dan Spray Anti Nyamuk oleh Dimas Bonar Cahyo Wahyuono. Antisida dibuat karena adanya keluhan warga (yang mayoritas nelayan namun juga memiliki sawah/kebun) tentang serangga dan hama yang merusak hasil panen. Mangrove dipilih karena mengandung senyawa aktif yang mampu membasmi serangga. Sedangkan Spray Anti Nyamuk, produk ini muncul sebagai respons terhadap krisis demam berdarah (DBD) yang sempat melanda RW 05 selama 2–3 bulan dengan rata-rata 5–10 warga dirawat inap per bulan. Spray anti nyamuk dari mangrove memanfaatkan senyawa aktif yang bersifat anti-inflamasi dan antibakteri untuk memberikan perlindungan.

Para peserta aktif dalam sesi tanya jawab selama proses demonstrasi berlangsung. Di akhir acara, produk-produk yang telah dibuat bersama-sama diberikan kepada para peserta sebagai bekal praktik mandiri.

Program KKN ini menunjukkan hasil yang positif. Para peserta kini tidak hanya mengetahui manfaat dan kandungan dari mangrove, tetapi juga mampu membuat produk-produk bernilai jual, khususnya teh, sabun cair, antisida, dan spray anti nyamuk. Inisiatif ini membuka lembaran baru bagi Kelurahan Karangtalun, mengubah mangrove dari sekadar komoditas lingkungan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya Medis Diproyeksi Tembus 17,8%, Generali Bayar Klaim Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025

    Biaya Medis Diproyeksi Tembus 17,8%, Generali Bayar Klaim Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Biaya kesehatan di Indonesia kian mengkhawatirkan. Berdasarkan riset Indonesia Health Benefits Indonesia, tren medis nasional diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026. Angka ini jauh di atas inflasi global sebesar 11,1 persen dan rata-rata Asia 12,5 persen. Di tengah lonjakan biaya tersebut, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatat pembayaran lebih dari 273.000 klaim dengan total […]

  • SDN Ngalarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2

    SDN Ngalarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Stadion Tridadi Sleman menjadi saksi lahirnya kisah besar pada laga pamungkas MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025–2026, Minggu (1/2). Ketegangan terjaga hingga detik terakhir, menghadirkan drama comeback, adu mental, serta selebrasi juara yang menutup turnamen pembinaan sepak bola putri usia dini ini dengan penuh emosi. Di kategori Kelompok Umur (KU) […]

  • Pegadaian Hadirkan Gadai Peduli Nol Persen untuk UMKM Pemula, ASEPHI Ingatkan Pentingnya Inovasi Produk di E-commerce

    Pegadaian Hadirkan Gadai Peduli Nol Persen untuk UMKM Pemula, ASEPHI Ingatkan Pentingnya Inovasi Produk di E-commerce

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Dalam menghadapi persaingan sengit di era digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut memiliki inovasi produk yang kuat, sementara permodalan menjadi tantangan utama. Merespons kebutuhan ini, PT Pegadaian menghadirkan solusi konkret berupa program Gadai Peduli untuk UMKM pemula. Program ini diungkapkan dalam sesi sharing bersama puluhan pelaku UMKM di Rumah BUMN Yogyakarta, […]

  • Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memimpin langsung seluruh bupati dan wali kota se-DIY dalam sebuah kunjungan maraton ke tiga lokasi pengolahan sampah, Selasa (21/10/2025). Aksi “turun gunung” ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menyatukan visi dalam menyambut proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Di hadapan para kepala […]

  • Indonesia Mendominasi! Dua Seniman Muda Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025 Kuala Lumpur

    Indonesia Mendominasi! Dua Seniman Muda Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025 Kuala Lumpur

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah seni regional. Dua seniman perwakilan tanah air, M. Aidi Yupri dan Diandra Lamees, sukses meraih gelar prestisius di ajang MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12 November 2025. Kompetisi yang mengusung tema “Identity & Diversity” ini merupakan edisi perdana di tingkat […]

  • Tamparan Keras Sri Sultan untuk Tren “Viralitas”: Jangan Sampai Algoritma Kalahkan Hati Nurani!

    Tamparan Keras Sri Sultan untuk Tren “Viralitas”: Jangan Sampai Algoritma Kalahkan Hati Nurani!

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah gempuran konten yang hanya mengejar kecepatan dan angka views, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melontarkan pengingat tajam bagi dunia pers. Sultan menegaskan bahwa di era pasca-kebenaran (post-truth) saat ini, pers sedang berada di persimpangan jalan antara menjadi penjaga demokrasi atau justru menjadi ancaman bagi kebenaran itu sendiri. Pesan mendalam ini […]

expand_less