Terbawa Arus Bengawan Sejauh 35 KM, Tim SAR Temukan Lansia di Bendungan Gerak Bojonegoro
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

Penemuan mayat korban tenggelam di aliran Bengawa Solo. (Dok Tim SAR Jateng)
TERAS MALIOBORO–Setelah tiga hari pencarian intensif, Basarnas bersama tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang warga lanjut usia bernama Gami (76) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/1/2026) sore, sekitar ±35 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Peristiwa tenggelamnya korban terjadi di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Ngandong RT 01/RW 04, Desa Ngeblak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Korban dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Berdasarkan keterangan Kepala Desa Ngeblak, Eko Puryono, korban sempat berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke tepi sungai dengan maksud buang air besar (BAB). Namun diduga korban terpeleset saat berada di tepi sungai.
“Korban sempat terdengar berteriak meminta tolong sebelum akhirnya terseret arus Sungai Bengawan Solo,” ujar Eko.
Laporan hilangnya korban diterima Basarnas pada Senin pagi, dan langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman tim dari Unit Siaga SAR Rembang.
“Kami menerima laporan pada Senin pagi dan segera mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR Rembang untuk melaksanakan pencarian,” kata Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.
Pada hari ketiga pencarian, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian. Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air, menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WIB, korban ditemukan di pintu air Bendungan Gerak Bojonegoro, Jawa Timur, dalam kondisi meninggal dunia.
“Awalnya tim mengalami hambatan karena kondisi di lapangan cukup menyulitkan, di antaranya arus sungai yang deras, air keruh, serta banyaknya sampah di aliran sungai. Namun pada hari ketiga korban berhasil ditemukan,” imbuh Budiono.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada Rabu (21/1/2026) pukul 17.30 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan,” pungkas Budiono. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar