Breaking News
Trending Tags
Beranda » JOGJA ISTIMEWA » Banjir Hoaks Informasi Kesehatan di Medsos, Guru Besar UGM Beberkan Cara Menyaringnya

Banjir Hoaks Informasi Kesehatan di Medsos, Guru Besar UGM Beberkan Cara Menyaringnya

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Media sosial kini telah menjelma menjadi “dokter” digital bagi banyak orang. Dari tips diet viral hingga klaim obat “ajaib”, segala informasi kesehatan tersedia hanya dengan sekali sentuh. Namun, di balik kemudahan itu, tersembunyi ancaman serius: lautan informasi yang tidak akurat, bahkan berpotensi membahayakan.

Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D., Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, mengakui fenomena ini sebagai “pedang bermata dua”. Sejak pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperkenalkan istilah infodemic – banjir informasi campur aduk antara fakta, opini, dan hoaks, yang membuat masyarakat kebingungan.

“Infodemic tidak berhenti setelah pandemi. Justru terus berlanjut dalam isu kesehatan sehari-hari, mulai dari obat “ajaib” hingga terapi alternatif tanpa dasar ilmiah,” tegas Prof. Zullies di Fakultas Farmasi UGM, Rabu (14/1/2026).

Hampir Separuh Konten Vaksin Adalah Misinformasi

Data yang dipaparkan Prof. Zullies sangat mencengangkan. Studi menunjukkan, proporsi misinformasi kesehatan di media sosial sangat tinggi, terutama pada topik sensitif:

  • Rokok/Produk Terkait & Obat-obatan: Misinformasi mencapai 87%.
  • Vaksin: Hampir 43% konten mengandung misinformasi atau narasi tidak seimbang.
  • Penyakit (termasuk Kanker & Pandemi): Sekitar 40% misinformasi.
  • Tindakan/Terapi Medis: Sekitar 30% misinformasi.

“Kondisi ini diperparah oleh algoritma media sosial yang cenderung mengangkat konten sensasional, emosional, dan menjanjikan hasil instan, bukan konten yang akurat dan berbasis bukti,” jelasnya.

Di Indonesia, data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mencatat 2.357 isu hoaks kesehatan hingga akhir 2023, menunjukkan betapa rawannya isu ini dimanfaatkan untuk memicu emosi.

Tantangan makin kompleks karena informasi kesehatan sering bercampur aduk dengan promosi produk. BPOM sendiri secara berkala merilis temuan pengawasan produk obat tradisional/suplemen yang tidak memenuhi syarat keamanan dan mutu.

“Informasi kesehatan di ruang digital tidak bisa dipandang netral. Ia sering beririsan dengan kepentingan komersial,” kata Prof. Zullies. Ia mencontohkan temuan BPOM terhadap 79.015 konten obat dan makanan ilegal di e-commerce sepanjang Semester I 2025.

Kunci Utama: Literasi Digital dan Filter 

Lantas, bagaimana masyarakat awam bisa menyaring informasi kesehatan tanpa harus menjadi ahli? Prof. Zullies memberikan “filter sederhana” yang bisa diterapkan:

  1. Cek Sumber dan Kompetensi:
    • Siapa yang bicara? Apakah identitasnya jelas? Kompeten di bidangnya?
    • Waspadai akun anonim atau yang menyembunyikan konflik kepentingan.
  2. Waspadai Klaim Berlebihan:
    • Hati-hati dengan janji “pasti”, “instan”, “100% aman”, “tanpa efek samping”, atau “dokter tidak mau kamu tahu”.
    • Dalam dunia kesehatan, hampir tidak ada intervensi yang sepenuhnya bebas risiko.
  3. Testimoni Bukan Bukti:
    • Pengalaman pribadi itu valid, tetapi bukan bukti efektivitas untuk semua orang.
  4. Cek Konteks Informasi:
    • Informasi kesehatan yang kredibel biasanya menyebut untuk siapa (misal: usia, kondisi), kapan tidak boleh, apa risikonya, dan kapan harus ke dokter/IGD.
    • Curigai konten yang hanya menonjolkan manfaat tanpa menjelaskan risiko.
  5. Perhatikan Bahasa dan Konsistensi:
    • Gaya bahasa proporsional, tidak sensasional.
    • Mengarahkan untuk konsultasi profesional (hamil, lansia, komorbid, dll.), bukan swadiagnosis berlebihan.

Tenaga Kesehatan Harus Turun Gunung

Prof. Zullies menekankan, regulasi memang penting, namun kesadaran publik dan tanggung jawab pembuat konten tak kalah krusial. Ia mengajak para tenaga kesehatan (dokter, apoteker, akademisi) untuk tidak menjauh dari media sosial.

“Alih-alih membantah, mereka perlu hadir secara aktif mengisi ruang kosong informasi dengan edukasi yang benar, mudah dipahami, dan empatik,” tegasnya.

Tujuannya bukan mengganti konsultasi klinis, melainkan membantu masyarakat memahami batasan informasi digital dan kapan harus mencari pertolongan profesional.

“Media sosial hanyalah alat. Manfaat atau mudaratnya sangat ditentukan oleh cara kita menggunakannya. Dalam urusan kesehatan, kehati-hatian bukan tanda ketakutan, melainkan wujud tanggung jawab baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Prof. Zullies. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPPU Selidiki Dugaan Monopoli Penjualan Solar dan Penguasaan Kegiatan Usaha Perikanan Tangkap di Sadeng

    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli Penjualan Solar dan Penguasaan Kegiatan Usaha Perikanan Tangkap di Sadeng

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO—Kasus dugaan praktik monopoli penjualan solar dan penguasaan kegiatan usaha perikanan tangkap di PPP Sadeng memasuki babak baru. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah VII Yogyakarta mulai melakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan dan klarifikasi kepada pihak pelapor. Dalam keterangan tertulisnya, KPPU Yogyakarta menyebutkan, pihaknya telah menerima dan menindaklanjuti laporan terkait dugaan praktik monopoli […]

  • Stok Pangan DIY Aman Jelang Ramadan, Satgas Saber Pastikan Harga Sesuai HET

    Stok Pangan DIY Aman Jelang Ramadan, Satgas Saber Pastikan Harga Sesuai HET

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Menjelang tibanya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini bisa bernapas lega. Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) DIY bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan stok pangan melimpah dan harga komoditas pokok tetap stabil dalam kisaran normal. Kepastian ini didapat setelah tim melakukan pemantauan lapangan di Pasar Beringharjo, […]

  • “Booth” JNE Jadi Magnet Pengunjung Prambanan Jazz Festival, “Merchandise” Gratis hingga “Face Painting” Diserbu

    “Booth” JNE Jadi Magnet Pengunjung Prambanan Jazz Festival, “Merchandise” Gratis hingga “Face Painting” Diserbu

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Booth JNE Prambanan Jazz Festival 2026 menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi penonton selama gelaran festival musik internasional di kompleks Candi Prambanan, 3-5 Juli 2026. Tak hanya menjadi tempat beristirahat sejenak di sela menikmati konser, booth tersebut dipadati pengunjung yang berburu merchandise eksklusif, mencoba face painting, hingga mengikuti permainan berhadiah yang disiapkan […]

  • Menaklukkan Sisi Utara Gunungkidul, Ekspedisi JNE 2026 Membuka Gerbang Ekonomi Tersembunyi Karst

    Menaklukkan Sisi Utara Gunungkidul, Ekspedisi JNE 2026 Membuka Gerbang Ekonomi Tersembunyi Karst

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Jika Anda mengira pesona Kabupaten Gunungkidul hanya habis di garis pantai selatan, maka Anda melewatkan paruh utara yang menyimpan daya magis berbeda. Sisi utara adalah wilayah di mana tebing-tebing geo-heritage berdiri angkuh, sejarah klasik bersemayam, dan geliat ekonomi lokal tumbuh dalam senyap di balik kerasnya batuan karst. ​Titik mati yang jarang tersentuh radar wisata […]

  • DJI Store Pertama di Yogyakarta Resmi Dibuka: Surga Baru Kreator Konten di Pakuwon Mall dengan Konsep “All You Can Try”

    DJI Store Pertama di Yogyakarta Resmi Dibuka: Surga Baru Kreator Konten di Pakuwon Mall dengan Konsep “All You Can Try”

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Yogyakarta akhirnya resmi memiliki DJI Store pertamanya. Berlokasi di Lantai 1 Pakuwon Mall Jogja, kehadiran gerai resmi dari Erajaya Active Lifestyle (ERAL) ini langsung menarik perhatian para pencinta fotografi, videografi, serta komunitas kreator konten di Kota Gudeg. ​Mengusung konsep interaktif “All You Can Try”, gerai anyar ini dirancang untuk memanjakan pengunjung yang ingin menjajal […]

  • LG OLED evo AI 2026 Resmi Meluncur, “Voice Command” Bahasa Indonesia Jadi Senjata Baru TV Premium LG

    LG OLED evo AI 2026 Resmi Meluncur, “Voice Command” Bahasa Indonesia Jadi Senjata Baru TV Premium LG

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Persaingan televisi premium memasuki babak baru. PT LG Electronics Indonesia resmi memperkenalkan jajaran TV premium 2026 yang dipimpin oleh OLED evo AI. Di tengah berbagai inovasi layar, audio, dan kecerdasan buatan yang dibawanya, satu fitur tampil sebagai sorotan utama: AI Voice Command yang mampu memahami Bahasa Indonesia dan bahkan Bahasa daerah secara natural, termasuk […]

expand_less