Breaking News
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Fenomena Strawberry Generation, Saat Anak Kreatif tapi Rapuh Menghadapi Tekanan Hidup

Fenomena Strawberry Generation, Saat Anak Kreatif tapi Rapuh Menghadapi Tekanan Hidup

  • account_circle editor
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO –  Fenomena “Strawberry Generation” kini menjadi perhatian serius di kalangan pendidik dan orang tua. Generasi muda yang dikenal kreatif, penuh ide, dan ekspresif ini, justru kerap kali dianggap rapuh dalam menghadapi tekanan hidup.

Hal inilah yang menjadi sorotan dalam seminar parenting bertajuk “Kuatkan Komunikasi: Dampingi Anak Tumbuh Tangguh dan Bahagia” yang diselenggarakan pengurus Jamiyyah Al Azhar 67 Islamic Junior High School Yogyakarta, Kamis (16/10/2025), di Masjid Al Hafidh Kampus 2 Al Azhar Yogyakarta World Schools, Gamping, Sleman.

Kegiatan ini menghadirkan Dr Vivid F Argarini, praktisi pendidikan dan komunikasi yang dikenal luas sebagai motivator keluarga dan remaja.

Dalam paparannya, Dr Vivid menegaskan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak merupakan fondasi utama tumbuhnya karakter yang tangguh dan bahagia. Ia menyebut keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama, tempat anak belajar memberi teladan dan menanamkan akhlak.

“Tidak ada satu pola yang cocok untuk semua keluarga. No one size fits all,” ujarnya menekankan, bahwa setiap rumah tangga memiliki dinamika dan pendekatan tersendiri dalam mendidik anak.

Generasi Berbeda, Tantangan Berbeda

Vivid mengajak peserta memahami beragam generasi yang kini hidup bersama dalam satu rumah — mulai dari Baby Boomers, Generasi X, Y (Milenial), Z, hingga Generasi Alpha. Tiap generasi memiliki karakter dan tantangan yang unik, sehingga pendekatan komunikasi pun harus menyesuaikan.

Salah satu fenomena yang disoroti adalah munculnya istilah Strawberry Generation — sebutan bagi anak muda masa kini yang penuh ide, kreatif, namun cenderung rapuh menghadapi tekanan hidup. “Mereka gampang memar, mudah goyah, dan cepat menyerah. Karena itu, komunikasi yang sehat dan penuh empati dari orang tua menjadi sangat penting,” terang Vivid.

Mengutip sejumlah pemberitaan nasional, Vivid menyoroti fakta bahwa 34 persen remaja Indonesia merasa kesepian akibat penggunaan gawai berlebihan, dan rata-rata anak hanya berkomunikasi dengan orang tuanya sekitar 30 menit per minggu.

“Akibatnya, anak-anak lebih dekat dengan layar daripada keluarganya sendiri,” ujarnya. Menurutnya, komunikasi yang hangat dan terbuka adalah kunci agar anak tidak mudah terseret dampak negatif dunia digital.

Fenomena Strawberry Generation ini, lanjut Dr Vivid, menandakan pentingnya upaya orang tua untuk menumbuhkan karakter tangguh pada anak. Ia menjelaskan bahwa “tangguh” berarti kuat, andal, tabah, dan tidak mudah dikalahkan oleh keadaan. Anak yang berkarakter tangguh akan cepat beradaptasi, memiliki mental kuat, serta mampu bangkit dari kesulitan dan melindungi diri dari tekanan mental seperti stres dan depresi.

“Siapa yang paling berperan menjadikan anak tangguh? Utamanya tentu orang tua,” jelasnya. Hubungan yang kuat membuat anak merasa terlindungi dan lebih cepat pulih dari situasi buruk. Selain itu, dukungan keluarga besar, guru, dan teman juga penting agar anak merasa dihargai dan percaya diri.

Dr. Vivid memberikan sejumlah langkah praktis untuk menanamkan nilai tangguh, seperti mengajarkan anak mengelola emosi, melatih kegigihan meski gagal, serta mendorong anak memecahkan masalah sendiri. Ia mengingatkan, “Ajarkan kasih sayang agar anak bisa bersikap baik pada dirinya sendiri saat gagal, dan jadilah teladan dalam berpikir positif di situasi sulit.”

Dalam menghadapi tekanan belajar di sekolah, Dr. Vivid memberi contoh kalimat komunikasi yang lebih empatik. Alih-alih bertanya “Bagaimana sekolah tadi?” kepada anak usia 3–7 tahun, orang tua disarankan berkata, “Apa yang seru di sekolah hari ini?”

Untuk usia remaja, hindari ucapan seperti “Kamu harus belajar lebih rajin.” Sebaliknya, katakan “Ibu tahu kamu sedang gelisah, mau cerita?”

Ia juga menjabarkan strategi dukungan sesuai usia: mulai dari menggambar dan bernyanyi untuk anak kecil, membuat to-do list bagi pra-remaja, hingga membantu remaja merencanakan jadwal belajar serta menjaga pola tidur dan makan yang sehat.

Waspada terhadap Dampak Gawai

Dr Vivid mengingatkan bahaya screen time berlebihan yang dapat menimbulkan kecemasan, insomnia, dan menurunkan prestasi akademik. Selain itu, anak sering menghadapi tekanan media sosial, cyberbullying, FOMO (fear of missing out), dan kecanduan gim. Untuk mengatasinya, orang tua perlu memberi pemahaman bahwa teman sejati tidak akan marah bila pesan tidak segera dibalas, dan bersahabat tidak berarti harus selalu online.

Ia menyarankan pembiasaan sehat seperti menetapkan waktu tanpa gawai saat makan, sebelum tidur, dan ketika berkumpul keluarga. “Gunakan fitur screen break setiap 30 menit, dan berikan hak anak bermain setelah tugas sekolah selesai,” sarannya.

Menurut Vivid, anak dikatakan sehat jiwa raga jika ia merasa tenang, bahagia, menyadari kemampuannya, mampu menghadapi tekanan hidup secara normal, serta dapat memberi kontribusi positif bagi lingkungan.

Namun, di era digital, banyak anak lebih ekspresif di media sosial dibanding di dunia nyata. Karena itu, orang tua perlu mengajak mereka berdiskusi, berbagi pendapat, dan berdebat sehat untuk menumbuhkan kepercayaan diri.

“Diskusi, debat, dan berbagi adalah cara memberi asupan bagi otak, pikiran, dan jiwa. Sudahkah kita melakukannya di rumah?” tanyanya retoris. (chaidir)

  • Penulis: editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iwan Setyawan: Tiga DPC PERADI DIY Harus Jadi Kekuatan Baru Penegakan Keadilan

    Iwan Setyawan: Tiga DPC PERADI DIY Harus Jadi Kekuatan Baru Penegakan Keadilan

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pelantikan tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokat Indonesia (DPN PERADI) sekaligus Ketua Panitia Pelantikan, Dr. H. […]

  • Kombel KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Asah Kompetensi Lewat Workshop Jurnalistik dan AI

    Kombel KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Asah Kompetensi Lewat Workshop Jurnalistik dan AI

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Semangat belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi terlihat jelas di lingkungan KB–TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Sebagai upaya meningkatkan kompetensi, sekolah ini menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) dengan mengadakan workshop “Dasar-Dasar Jurnalistik Online dan Penggunaan Artificial Intelligence (AI)”, yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan yang menghadirkan Chaidir, jurnalis […]

  • Cosmo JNE FC Bidik Supremasi di Liga Futsal Profesional 2026/2027

    Cosmo JNE FC Bidik Supremasi di Liga Futsal Profesional 2026/2027

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Dua puluh tahun perjalanan bukan waktu yang singkat bagi sebuah klub futsal. Ada kemenangan yang dirayakan, kekalahan yang menjadi pelajaran, hingga regenerasi pemain yang terus berjalan. Kini, Cosmo JNE FC kembali memasuki arena dengan satu misi: menjadikan musim Liga Futsal Profesional 2026/2027 sebagai panggung untuk membuktikan bahwa pengalaman dan energi generasi baru bisa menjadi kombinasi yang mematikan. Optimisme […]

  • AYWS Resmi Luncurkan Wellness School, Jawab Tantangan Pendidikan Abad 21

    AYWS Resmi Luncurkan Wellness School, Jawab Tantangan Pendidikan Abad 21

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari krisis kesehatan mental, kelelahan sosial, perubahan iklim, hingga banjir informasi digital, menuntut pendekatan pendidikan yang tidak lagi semata mengejar prestasi akademik. Menjawab kebutuhan itu, Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) secara resmi meluncurkan konsep Wellness School dalam Stadium General bertajuk “Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia”, Selasa […]

  • Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art Angkat Isu Sampah Bali dan Kesadaran Lingkungan

    Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art Angkat Isu Sampah Bali dan Kesadaran Lingkungan

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Bali mendapat sorotan berbeda melalui Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art 2026. Bukan sekadar menampilkan karya seni, pameran ini hadir sebagai gerakan penyadaran lingkungan yang mengajak masyarakat untuk melihat, memahami, dan bertindak terhadap persoalan yang dihadapi bumi saat ini. Pameran yang berlangsung di Wija Reksa Quoriena (WRQ) Art […]

  • Vivid, Mentor yang Pernah jadi Model Sampul

    Vivid, Mentor yang Pernah jadi Model Sampul

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • 0Komentar

    DOKTOR Vivid F Argarini adalah Motivator Pemuda, Konselor Pendidikan, Konsultan Media dan Komunikasi, serta Dosen Pascasarjana. Pendidikan tinggi ia tempuh di Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor bidang Pendidikan di Indonesia. Beragam profesi komunikasi telah ia tekuni, mulai dari jurnalis, broadcaster, hingga public relations. Di majalah remaja terbesar di Indonesia, Aneka Yess! (1990–2014), Vivid memulai […]

expand_less