Ditemukan Setelah 17 Hari, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Masih Utuh di Jurang 20 Meter
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR dan relawan tengah mengevakuasi pendaki Gunung Slamet asal Magelang yang meninggal di kedalaman jurang 20 meter. (dok Tim SAR Jateng)
TERAS MALIOBORO–Perjuangan tanpa lelah tim SAR gabungan dalam misi kemanusiaan di Gunung Slamet akhirnya mencapai titik akhir. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025, berhasil ditemukan pada Rabu (14/1/2026).
Ali, siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian. Penemuan ini mengakhiri ketidakpastian panjang keluarga dan kerabat yang terus memantau proses pencarian di gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Titik Penemuan: Bergeser dari Jalur Awal
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, mengungkapkan Ali ditemukan sekira pukul 10.49 WIB di area sekitar Pos 9 pendakian. Jenazah berada di dasar lereng, tak jauh dari batas vegetasi yang menjadi batas antara area terbuka dan hutan.
Menariknya, lokasi penemuan menunjukkan korban diduga sempat berusaha turun namun kehilangan arah atau terjatuh ke jalur yang berbeda dari saat ia mendaki.
“Lokasi jatuhnya Ali berada di sisi selatan lereng di jalur turun menuju Basecamp (BC) Gunung Malang. Ini berarti posisinya bukan di jalur saat Ali mendaki, yakni via BC Dipajaya,” jelas Budiono.
Cuaca Ekstrem dan Kedalaman Jurang
Meskipun posisi jenazah sudah diketahui sejak Rabu pagi, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan. Faktor alam menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan. Kabut tebal yang menyelimuti puncak Slamet serta cuaca yang tidak bersahabat memaksa tim SAR memprioritaskan keselamatan personel.
Evakuasi baru berhasil dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) pagi, tepat pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan harus berjibaku mengangkat tubuh korban dari kedalaman jurang sedalam 20 meter.
“Beruntung cuaca pagi tadi cukup cerah, sehingga tim diberikan kemudahan. Pada pukul 14.30 WIB, jenazah Ali akhirnya tiba di BC Gunung Malang, Purbalingga,” tambah Budiono.
Budiono mengonfirmasi, saat ditemukan, kondisi fisik Ali masih utuh sehingga memudahkan proses identifikasi awal oleh pihak keluarga dan petugas. Terkait penyebab pasti kematian, pihak berwenang menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis.
“Kondisi jenazah masih utuh saat ditemukan. Untuk penyebab meninggalnya korban, pihak RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga yang akan merilis keterangan resminya,” imbuhnya.
Apresiasi untuk Solidaritas Tim SAR
Menutup operasi kemanusiaan ini, Basarnas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ratusan relawan dan personel gabungan yang tidak menyerah meski pencarian telah melewati batas waktu standar operasional.
“Kami apresiasi tinggi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terus berusaha hingga saudara Ali ditemukan. Semoga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” pungkas Budiono. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar