Perahu Terbalik Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Hilang di Perairan Banyutowo Pati
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR melakukan operasi pencarian terhadap korban perahu terbalik di Pati. (dok Tim SAR Jawa Tengah)
TERAS MALIOBORO–Basarnas melalui Unit Siaga SAR Rembang bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan hilang akibat perahu terbalik di Perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima dari saksi bernama Ali, kedua nelayan diketahui berangkat melaut sejak pukul 09.00 WIB untuk mencari ikan di perairan Banyutowo, sekitar tiga mil ke arah timur dari bibir pantai.
Namun nahas, saat berada di lokasi penangkapan ikan, perahu yang digunakan korban diduga diterjang gelombang tinggi hingga terbalik. Sejak kejadian itu, kedua nelayan dinyatakan hilang dan belum kembali ke daratan.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya baru menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis (22/1/2026) pagi. Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas langsung mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Rembang untuk melakukan operasi pencarian.
“Setelah menerima laporan, kami langsung memberangkatkan satu tim dari Unit Siaga SAR Rembang pada pukul 08.35 WIB menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR air lengkap,” ujar Budiono.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, unsur TNI-Polri, nelayan setempat, serta relawan langsung melakukan koordinasi sebelum melaksanakan pencarian di perairan Banyutowo.
Operasi SAR dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya. Namun, kondisi cuaca berawan disertai gelombang laut yang cukup tinggi menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.
“Hingga laporan ini disampaikan, pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan,” imbuh Budiono.
Basarnas mengimbau kepada para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan memastikan peralatan keselamatan tersedia demi menghindari kejadian serupa. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar