Hujan Angin Sebabkan Bangunan SMPN 2 Kalasan Rusak, Atap Bocor Sementara Ditutup Terpal
- account_circle Warjono
- calendar_month Ming, 1 Feb 2026
- comment 0 komentar

Sebagian bangunan SMPN 2 Kalasan rusak diterjang angin disertai hujan deras, Sabtu (31/1/2026). (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kalasan, Sleman, pada Sabtu sore (31/1/2026), menyebabkan kerusakan cukup parah di lingkungan SMP Negeri 2 Kalasan. Sejumlah fasilitas sekolah terdampak, mulai dari bangunan hingga sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa dampak terparah terjadi pada parkiran sepeda siswa yang ambruk.
Selain itu, kerusakan juga meliputi atap bangunan yang terbawa angin, pagar belakang sekolah, pohon tumbang, aula sekolah, serta alat gamelan yang basah akibat rembesan air hujan.
“Beberapa ruang kelas juga terdampak air hujan hingga menyebabkan komputer dan peralatan sekolah basah, sehingga perlu penanganan segera agar tidak mengganggu proses pembelajaran,” ujarnya.
Sebagai langkah awal penanganan, pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, BPBD, dan PLN. BPBD setempat juga telah memberikan bantuan enam lembar terpal untuk menutup atap yang bocor guna mencegah kerusakan lanjutan.
Gotong Royong Massal
Untuk mempercepat pemulihan, SMP Negeri 2 Kalasan menggelar kerja bakti atau gotong royong massal pada Minggu (01/02/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari guru, karyawan sekolah, orang tua siswa, pengurus Paguyuban Orang Tua(POT), BPBD, hingga relawan.
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan ruang kelas, penataan puing-puing bangunan, serta pembenahan sementara pada bagian atap yang bocor agar fasilitas sekolah dapat kembali digunakan.
Pihak sekolah mengimbau orang tua siswa untuk berpartisipasi aktif dengan membawa peralatan kebersihan dari rumah, seperti sapu lidi, alat pel, serbet, dan perlengkapan lainnya. Sekolah juga sangat mengapresiasi apabila setiap kelas dapat mengajak tukang bangunan untuk membantu perbaikan atap secara gotong royong.
“Kami berharap seluruh stakeholder sekolah, termasuk Paguyuban Orang Tua, dapat bersama-sama membantu membenahi atap bocor, membersihkan kelas, dan lingkungan sekolah,” kata Hadi.
Sambil menunggu proses perbaikan selesai, pihak sekolah juga tidak menutup kemungkinan akan menerapkan pembelajaran daring selama beberapa hari ke depan, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan siswa.
Hingga Minggu (01/02/2026) pagi, proses pembersihan dan pembenahan masih berlangsung dengan prioritas utama pada parkiran sepeda siswa serta ruang-ruang yang terdampak paling parah. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar