Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Trinity Art Ramaikan JIAF di Jogja, Ini Dia Misi Besar Maestro Satu Triliun Sam Sianata

Trinity Art Ramaikan JIAF di Jogja, Ini Dia Misi Besar Maestro Satu Triliun Sam Sianata

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Trinity Art Sam karya seni Sam Sianata akan ditampilkan pada event Jogja Internasional Art Fair (JIAF) di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Karya seni  saya dapat dinikmati pada  Jogja Internasional Art Fair (JIAF) di JEC tanggal  31 Desember 2025  sampai dengan 2 Januari 2026,” kata Sam Sianata dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).

Menurut Sam Sianata, Trinity Art adalah sebuah misi besar dan visi peradaban seni, sebuah langkah strategis untuk mengangkat martabat para seniman bangsa Indonesia agar berani berdiri tegak, sejajar, dan berdaulat di hadapan seniman mana pun di seluruh dunia.

“Bukan sebagai pengekor arus global, melainkan sebagai lokomotif pemikiran, pencipta arah, dan penentu wacana baru dalam lanskap dunia seni internasional,” jelas Pria yang bernama asli Liem Sian An Ini.

Berangkat dari kesadaran bahwa seni kontemporer dunia telah lama didominasi oleh pusat-pusat budaya tertentu, Trinity Art hadir sebagai pernyataan sikap, yang berisi Indonesia sebagai bangsa Nusantara tidak kekurangan gagasan, kedalaman filosofi, maupun kekuatan estetika. Yang dibutuhkan adalah kerangka isme baru, sebuah sistem artistik yang lahir dari pengalaman spiritual, sejarah, dan kearifan lokal, namun berbicara dengan bahasa universal. Trinity Art menjawab kebutuhan itu.

“Secara konseptual, Trinity Art adalah aliran atau isme baru yang memadukan tiga elemen utama dalam satu kesatuan utuh dan tak terpisahkan,” bebernya.

Perbaduan tiga elemen tersebut meliputi, visual Art (lukisan/karya rupa), audial art (musik/lagu/narasi suara) dan maskot atau figur simbolik (ikon komunikatif).

“Ketiganya bukan sekadar pelengkap, melainkan tiga pilar pengalaman artistik yang bekerja simultan untuk menghadirkan seni sebagai peristiwa utuh, bukan objek pasif,” sebutnya.

Gerbang Visual

Dalam Trinity Art, lukisan tidak lagi berdiri sendiri sebagai gambar yang hanya dinikmati mata. Ia menjadi gerbang visual yang membuka ruang rasa, makna, dan perenungan. Warna, garis, simbol, dan komposisi diperlakukan sebagai bahasa spiritual dan filosofis yang mengundang penikmat masuk ke dalam dunia batin sang seniman.

Elemen audial, meliputi musik, lagu, atau lanskap suara, berfungsi sebagai jiwa yang menghidupkan visual. Ia memperluas pengalaman dari sekadar melihat menjadi merasakan waktu, emosi, dan ritme kehidupan.

“Audial dalam Trinity Art bukan ilustrasi, melainkan resonansi makna yang memperdalam tafsir dan memperkuat ingatan emosional penikmat seni,” katanya.

Sementara itu, maskot hadir sebagai alat komunikasi lintas batas. Maskot bukan sekadar karakter lucu atau ikon pemasaran, melainkan representasi simbolik dari gagasan besar karya. Ia menjadi jembatan antara seni tinggi dengan publik luas, terdiri anak-anak, generasi muda, masyarakat awam, hingga dunia digital global.

“Melalui maskot, Trinity Art mampu berbicara dengan bahasa yang inklusif, mudah diingat, dan berdaya sebar luas tanpa kehilangan kedalaman filosofisnya,” paparnya.

Seni Multi-indrawi

Trinity Art menciptakan pengalaman seni multi-indrawi, visual yang dilihat, audial yang didengar, dan simbol yang dikenali serta diingat. Penikmat seni tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi mengalami momen sebuah perjumpaan personal dengan makna, pesan, dan energi karya. Lebih jauh, Trinity Art adalah alat emansipasi seniman Indonesia. Ia duta budaya menawarkan model baru penciptaan dan presentasi seni yang tidak bergantung pada validasi Barat atau pusat seni dunia.

“Kami ingin memposisikan seniman Nusantara sebagai arsitek gagasan, pemilik narasi, dan penggerak peradaban visual–audial baru,” katanya.

Melalui Trinity Art, Sam Sianata menegaskan bahwa seni Indonesia tidak hanya layak dipamerkan di dunia, tetapi layak memimpin arah dunia seni itu sendiri. Inilah misi besar Trinity Art: menjadikan seni sebagai kekuatan kultural, spiritual, dan strategis, sebuah pernyataan bahwa bangsa Indonesia mampu melahirkan isme, bukan sekadar mengikuti sejarah seni global, melainkan menulis bab barunya sendiri. (*)

 

 

 

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di UNEJ Jember, AXA Mandiri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda Indonesia

    Di UNEJ Jember, AXA Mandiri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda Indonesia

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan nasional melalui partisipasinya dalam kuliah umum literasi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, juga ada pelaku industri asuransi dan asosiasi seperti Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) […]

  • Trafik Penumpang Melambung 10%, InJourney Hidupkan Nuansa Pecinan di Candi hingga Bandara

    Trafik Penumpang Melambung 10%, InJourney Hidupkan Nuansa Pecinan di Candi hingga Bandara

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Momentum long weekend Tahun Baru Imlek 2026 menjadi catatan manis bagi industri pariwisata tanah air. Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, melaporkan lonjakan signifikan trafik wisatawan nusantara yang mencapai 1,85 juta penumpang di 37 bandara, naik sekitar 10% dari rata-rata normal. Keberhasilan ini tak lepas dari strategi “pelayanan dari hati” yang menghadirkan pengalaman tematik […]

  • Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan komitmen kuatnya di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Wilayah ini resmi menjadi penyumbang pelanggan terbesar Indosat di seluruh Indonesia, dengan total 15,4 juta pelanggan hingga kuartal III 2025. Menanggapi kontribusi masif ini, Indosat Region Jawa Tengah & DIY melakukan ekspansi jaringan besar-besaran, menambahkan hampir 550 BTS 4G baru hanya […]

  • Bergerak Cepat, Bank Mandiri Salurkan 67.000 Bantuan Bencana untuk Warga Sumatra   

    Bergerak Cepat, Bank Mandiri Salurkan 67.000 Bantuan Bencana untuk Warga Sumatra  

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ini sekaligus kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Bank berkode emiten BMRI ini meresponsnya sebagai sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi secara terukur. Juga menjaga kelancaran […]

  • Kinerja Bank Mandiri Solid Pada Kuartal III/2025, Perkokoh Peran sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Kinerja Bank Mandiri Solid Pada Kuartal III/2025, Perkokoh Peran sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri berhasil mempertahankan tren pertumbuhan bisnis pada kuartal III 2025. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih menantang, Bank Mandiri mencatat kinerja yang solid dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta transformasi digital yang berkelanjutan. Pencapaian ini mempertegas komitmen perseroan untuk terus melakukan akselerasi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sinergi seluruh […]

  • Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Program Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali tahun akademik dengan menggelar kuliah tamu bertajuk “Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga.” Acara yang dihadiri para dosen, mahasiswa, serta guru-guru sosiologi dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Malang dan Kota Batu ini berhasil membedah kompleksitas pembangunan dari tiga sudut pandang. Yakni, akademik, praktik […]

expand_less