Nelayan Batang yang Tenggelam Saat Perbaiki Kapal Ditemukan Meninggal, Basarnas Evakuasi di Tengah Laut
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR mengevakuasi nelayan yang tenggelam di perairan Batang. (dok Tim SAR Jawa Tengah)
TERAS MALIOBORO.ID–Operasi pencarian nelayan yang hilang di perairan Batang akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Eko Kudiran (32), kru KM Tunggu Pangestu, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (10/2/2026). Korban ditemukan terapung di tengah laut sekitar dua mil dari lokasi awal kejadian, setelah sebelumnya dilaporkan hanyut dan tenggelam saat memperbaiki kerusakan kapal di Sungai Sambong.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan informasi awal diperoleh dari nelayan setempat yang melihat sesosok jasad mengapung di perairan.
“Kami menerima laporan dari nelayan sekitar pukul 14.30 WIB bahwa mereka melihat mayat terapung. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada tim yang sedang melakukan pencarian,” ujarnya.
Tim SAR yang berada di lapangan segera bergerak menuju titik yang dilaporkan. Namun saat tiba di lokasi, jasad korban sudah bergeser terbawa arus karena sebelumnya tidak diamankan oleh nelayan yang melihat.
Pencarian kembali dilakukan selama kurang lebih dua jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan kembali.
“Tim sempat melakukan pencarian ulang karena posisi korban sudah berubah. Alhamdulillah, setelah dua jam pencarian, korban berhasil ditemukan kembali,” tambah Budiono.
Setelah berhasil ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke daratan. Tim tiba di pantai sekitar pukul 17.50 WIB, kemudian korban dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Budiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Eko Kudiran, warga Dukuh Sumur, Kelurahan Ujung Kulon, Kecamatan Kandeman, dilaporkan hilang saat berusaha memperbaiki kapal yang mengalami kerusakan mesin. Baling-baling kapal diketahui tidak berputar, sehingga korban memeriksanya dengan cara menyelam menggunakan alat selam tradisional.
Menurut keterangan saksi, Subandriyo, korban tidak kembali ke permukaan setelah menyelam. Saat diperiksa, korban ternyata terjepit di antara baling-baling kapal.
Saksi sempat mencoba membebaskan korban dengan memutar kemudi kapal. Namun setelah terlepas, korban justru terseret arus deras. Upaya penyelamatan tidak berhasil karena korban keburu tenggelam dan menghilang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kerja nelayan, terutama saat melakukan perbaikan kapal di perairan tanpa peralatan keselamatan yang memadai. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar