RAT 2025 Kospin Jasa Cetak Rekor, Aset Naik ke Rp7,33 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi
- account_circle Warjono
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, hadiri RAT Kospin Jasa di Jogja. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Kospin Jasa kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi global. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025, koperasi ini mencatatkan total aset sebesar Rp7,33 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, yang menilai Kospin Jasa sebagai contoh nyata koperasi besar yang dikelola secara profesional, sehat, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Lampaui Target di Tengah Perlambatan
Sepanjang 2025, Kospin Jasa berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan. Dari target aset Rp7,31 triliun, realisasi mencapai Rp7,33 triliun atau meningkat sekitar 34 persen dari rencana awal.
Kinerja intermediasi juga menunjukkan hasil positif. Target simpanan dan pembiayaan sebesar Rp4,74 triliun terealisasi hingga Rp5,6 triliun.
Menurut Ferry Juliantono, capaian tersebut menjadi bukti bahwa koperasi mampu berkembang menjadi lembaga keuangan yang kompetitif jika dikelola dengan tata kelola yang baik.
“Kinerja seperti ini menunjukkan koperasi Indonesia mampu tumbuh besar dan menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.
RAT tahun ini digelar secara hybrid untuk mengakomodasi partisipasi ratusan ribu anggota dari berbagai wilayah.
Tantangan 2025 Jadi Momentum Perbaikan
Ketua Kospin Jasa, H.M. Andy Arslan Djunaid, mengakui bahwa tahun 2025 tidak sepenuhnya berjalan mudah akibat perlambatan ekonomi hingga semester ketiga serta ketidakpastian global.
Meski demikian, koperasi tetap mampu mencatatkan laba dan menjaga stabilitas kinerja.
“Insyaallah pada 2026 kami akan bekerja lebih keras agar target yang diamanahkan anggota bisa tercapai lebih optimal,” katanya.
Selain evaluasi kinerja, forum RAT juga menyepakati sejumlah langkah penguatan organisasi, termasuk penyesuaian kepengurusan dan peningkatan partisipasi anggota melalui sistem digital.
Pemerintah Percepat Ekosistem Koperasi Desa
Dalam arah kebijakan nasional, Kementerian Koperasi tengah mendorong penguatan koperasi desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini telah terbentuk lebih dari 83.000 badan hukum koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Sebanyak 30.000 koperasi di antaranya sedang dalam tahap pembangunan fasilitas dan ditargetkan mulai beroperasi pada April mendatang.
Koperasi desa akan mengelola berbagai unit usaha strategis, mulai dari ritel kebutuhan pokok, layanan kesehatan, simpan pinjam, hingga logistik dan pengembangan produk unggulan desa.
Jika berjalan optimal, program ini diperkirakan mampu menciptakan puluhan ribu pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput.
Dorong Modernisasi dan Regulasi Baru
Seiring perkembangan industri keuangan digital, Kospin Jasa juga aktif mendorong pembaruan Undang-Undang Perkoperasian yang masih mengacu pada regulasi tahun 1992. Aturan baru diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi koperasi untuk berinovasi dan bersaing secara setara.
Selain itu, Kospin Jasa terus memperkuat transformasi melalui pemisahan unit konvensional dan syariah (spin-off) sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.
Dengan usia 52 tahun untuk unit konvensional dan tiga tahun untuk unit syariah, manajemen optimistis kedua entitas dapat tumbuh lebih fokus dan berkelanjutan.
Optimisme Koperasi di Tahun Pemulihan
RAT 2025 menegaskan posisi Kospin Jasa sebagai salah satu koperasi besar yang tetap solid di tengah tekanan ekonomi. Dukungan terhadap program pemerintah, penguatan digitalisasi, serta komitmen tata kelola profesional menjadi modal penting menghadapi 2026.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa koperasi masih menjadi pilar utama ekonomi rakyat dan memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan nasional dari desa hingga kota. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar