Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Global Lewat Kartini Digital
- account_circle Warjono
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Telkom menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Perempuan adalah tulang punggung ekonomi nasional. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) 2025 mencatat, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Menyadari potensi yang luar biasa tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah transformatif untuk memperkuat peran perempuan di era digital melalui perhelatan Kartini BISA Fest di Telkom Hub, Jakarta.
Melalui pendekatan yang inklusif dan terintegrasi, Telkom membuktikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk melahirkan “Kartini Digital” yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.
Dari Literasi AI hingga Keamanan Siber
Di balik potensi besar UMKM perempuan, tantangan standardisasi dan literasi teknologi masih menjadi batu sandungan. Merespons hal tersebut, Telkom tidak hanya memberikan pelatihan, melainkan membangun ekosistem digital yang holistik.
Sebagai implementasi budaya perusahaan BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility), Kartini BISA Fest menghadirkan berbagai program unggulan bagi para pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas:
- Pelatihan Literasi Digital & AI: Membekali pelaku usaha dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pemasaran konten yang lebih efisien.
- Edukasi Cybersecurity: Diikuti oleh lebih dari 350 peserta untuk mengamankan data bisnis di era digital.
- Jaringan Luas: Melibatkan puluhan UMKM dalam bazar kuliner sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.
Hingga saat ini, Telkom telah membina lebih dari 73 ribu UMKM perempuan di seluruh Indonesia.
Akselerasi Legalitas
Produk kreatif saja tidak cukup. Untuk menembus pasar modern dan internasional, UMKM membutuhkan standardisasi. Berdasarkan data BPJPH 2025, baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal. Telkom hadir menjembatani kesenjangan tersebut melalui dua program utama yakni Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis untuk 2.250 UMKM perempuan guna membangun kepercayaan konsumen. Juga Program Packfest yakni pPenyaluran bantuan 500.000 cetak kemasan (packaging) guna memperkuat branding dan daya tarik visual produk.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut sebagai simbol komitmen perusahaan dalam mendorong perempuan Indonesia agar berani mengambil peluang di era digital.
“Penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas,” tegas Dian.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Telkom terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan dukungan ini, Telkom tidak sekadar membangun bisnis, tetapi turut memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar