Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Bukan Sekadar Wisata, Candi Borobudur Jadi Ruang Tumbuh Penyintas Kanker Anak

Bukan Sekadar Wisata, Candi Borobudur Jadi Ruang Tumbuh Penyintas Kanker Anak

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Candi Borobudur menghadirkan pengalaman berbeda bagi penyintas kanker anak. Bukan sekadar menikmati lanskap dan warisan budaya, 57 penyintas dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk belajar, berbagi cerita, membangun kepercayaan diri, dan menemukan kembali semangat untuk melangkah dalam kehidupan setelah pengobatan kanker.

Pengalaman tersebut hadir melalui InJourney Community Care: Indonesian Childhood Cancer Survivors Camp 2026 bertema “Beyond Survival” di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 17–18 September 2026.

Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) menggelar agenda tahunan tersebut bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM). Para peserta merupakan anggota Cancer Buster Community (CBC) di bawah naungan YOAI.

Pertemuan itu membawa pesan sederhana tetapi penting: perjalanan penyintas kanker tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan pengobatan medis. Mereka masih perlu membangun kembali kepercayaan diri, memperluas pertemanan, mengembangkan potensi, dan menemukan lingkungan yang memberi dukungan.

Karena itu, Indonesian Childhood Cancer Survivors Camp 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pengembangan diri, serta aktivitas sosial dan budaya.

Direktur Utama PT Taman Wisata Borobudur, Mardijono Nugroho, mengatakan pihaknya ingin memberikan pengalaman yang bermakna bagi para penyintas melalui kegiatan di kawasan Borobudur.

“Kami ingin mendukung perjalanan para penyintas dengan menghadirkan pengalaman baru yang bermakna di kawasan Candi Borobudur. Bagi kami, semangat mereka untuk terus melangkah, melewati berbagai tantangan, dan tidak berhenti untuk berkembang merupakan sesuatu yang sangat menginspirasi,” kata Mardijono saat membuka agenda di Manohara Borobudur Cultural Center, Jumat (18/9/2026).

Belajar Budaya, Menemukan Semangat Baru

Selama berada di Borobudur, para penyintas tidak hanya menikmati suasana kawasan cagar budaya. Mereka juga berinteraksi langsung dengan kekayaan budaya lokal melalui berbagai aktivitas.

Di Museum dan Kampung Seni Borobudur, peserta mengenal proses pembuatan batik dan gerabah. Di Pendopo Kampung Seni Borobudur, mereka mencoba membuat motif batik sekaligus mengolah tanah liat menjadi kerajinan.

Aktivitas tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar secara langsung dari pelaku seni lokal. Mereka juga bisa merasakan bahwa tradisi dan keterampilan budaya dapat tumbuh melalui pengalaman yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.

Peserta kemudian mengunjungi Museum Borobudur untuk mengenal sejarah dan pengetahuan yang berkembang di kawasan tersebut. Mereka tidak hanya melihat koleksi museum, tetapi juga memahami perjalanan Borobudur sebagai bagian dari peradaban dan kebudayaan yang terus diwariskan.

Ketua Cancer Buster Community, Saprita Tahir, mengatakan kegiatan di Borobudur memberikan pengalaman yang ingin dibawa para penyintas ke kehidupan sehari-hari.

“Tahun lalu kita sudah ngadain acara Cancer Survivors Camp ini di Borobudur dan pengalaman kita menyenangkan banget. Suasana di sini tuh tenang, terus makanannya enak-enak, orangnya juga di sini friendly semua. Jadi kita ngerasa disambut dengan baik,” ujarnya.

Menurut Mardijono, pengalaman tersebut membuat kunjungan ke Borobudur memiliki makna yang lebih luas.

“Kunjungan ke kawasan Borobudur menjadi lebih dari sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah pengalaman belajar yang mempertemukan manusia, budaya, dan ruang warisan dalam suasana yang lebih dekat dan bermakna,” katanya.

Bagi Faris Fadhli Domili, salah satu peserta, pengalaman membuat batik dan gerabah bahkan memantik ketertarikannya terhadap seni.

Penyintas kanker tulang atau osteosarcoma itu juga melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun kembali semangat dan rasa percaya diri bersama sesama penyintas.

“Intinya ini sangat bermanfaat untuk survivor karena yang pertama jelas itu salah satu hal ini support system juga untuk menumbuhkan semangat, percaya diri survivor dan banyak mempengaruhi kehidupan kita ke depan,” ujar Faris.

Dari Bertahan Hidup Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

YOAI menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari Recovery Program untuk penyintas kanker anak. Program itu berada dalam kerangka pembinaan jangka panjang agar para penyintas dapat menjalani fase kehidupan setelah pengobatan dengan lebih percaya diri.

Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Tahir, mengatakan Cancer Care Community menjadi wadah bagi para penyintas kanker anak dari berbagai daerah di Indonesia untuk terus belajar dan berkembang.

Komunitas tersebut juga mendorong anggotanya menemukan potensi diri serta menjalani kehidupan yang bermakna bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Program yang terstruktur untuk Child Cancer Survivors dikombinasi dengan psychosocial support, health education, survivorship knowledge, monitoring dan community engagement,” jelas Rahmi.

Pendekatan tersebut membuat Indonesian Childhood Cancer Survivors Camp 2026 tidak hanya menghadirkan aktivitas rekreatif. Program juga memberi ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan baru, bertemu dengan orang-orang yang memahami pengalaman mereka, serta membangun kembali kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Bagi para penyintas, pertemuan seperti ini juga memperluas jejaring dukungan. Mereka dapat berbagi pengalaman, mengenal budaya dari daerah lain, dan saling memberikan semangat.

Sementara bagi InJourney Destination Management, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa destinasi warisan budaya juga dapat membuka ruang untuk aktivitas sosial, edukasi, interaksi, dan pengembangan diri.

Kolaborasi InJourney Destination Management dan YOAI melalui Indonesian Childhood Cancer Survivors Camp 2026 menghadirkan pendekatan yang memadukan dukungan sosial, edukasi, pengembangan diri, dan pengalaman budaya.

Di tengah kemegahan Candi Borobudur, para penyintas membawa pulang sesuatu yang lebih dari sekadar kenangan perjalanan: pengalaman baru, pertemanan, pengetahuan, dan keyakinan untuk terus melangkah setelah melewati masa pengobatan.

Semangat itulah yang terangkum dalam tema “Beyond Survival”—bukan hanya tentang berhasil melewati kanker, tetapi juga tentang menemukan ruang untuk kembali tumbuh dan menjalani kehidupan dengan penuh percaya diri. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karyawan AXA Mandiri Jadi Relawaan, Kerja Bareng Pemprov DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah 

    Karyawan AXA Mandiri Jadi Relawaan, Kerja Bareng Pemprov DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah 

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggerakkan lebih dari 50 karyawan untuk menjadi relawan dalam rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di kawasan  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rasamala, Jakarta Selatan. Pada kesempatan tersebut, AXA Mandiri mendonasikan komposter serta menghadirkan […]

  • Aksi Demo Korban Penipuan Dika Dinilai Janggal

    Aksi Demo Korban Penipuan Dika Dinilai Janggal

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Korban Diminta Lapor ke Polisi, Untuk Penyelesaian Ganti Rugi TERAS MALIOBORO – Aksi demo jilid kedua oleh korban tindak penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka NHS alias Dika (36), di kantor cabang Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, Kamis (9/7/2026) mencuatkan sebuah kejanggalan. Informasi dari Polresta Banyumas, hingga kini korban yang melapor ke polisi jumlahnya tidak […]

  • Bank Mandiri Rencanakan Dividen Interim 2025 Rp9,3 Triliun

    Bank Mandiri Rencanakan Dividen Interim 2025 Rp9,3 Triliun

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO  – Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Informasi mengenai aksi korporasi ini telah disampaikan pada hari Jumat (19/12/2025), melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pembayaran dividen dijadwalkan terealisasi pada 14 Januari 2026. Kebijakan ini mencerminkan […]

  • AYWS Perkuat Ekosistem Pendidikan Global, Siswa Dibekali Peta Jalan Studi ke Luar Negeri

    AYWS Perkuat Ekosistem Pendidikan Global, Siswa Dibekali Peta Jalan Studi ke Luar Negeri

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    AYWS dan RIM Education menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pendampingan studi luar negeri.   Siswa SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta Internasional dan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta mendapat penjelasan langsung tentang peluang kuliah di luar negeri.   RIM Education memberikan layanan konsultasi mulai dari pilihan negara, jurusan, universitas, beasiswa, […]

  • Batam Kokoh sebagai Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup Resmikan NCC

    Batam Kokoh sebagai Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup Resmikan NCC

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gerbang Digital Indonesia semakin diperkuat melalui pendaratan sistem kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam, Senin (20/7/2026). Proyek strategis hasil kolaborasi TelkomGroup melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), BW Digital, dan Nongsa Digital Park ini menjadi tonggak baru yang menghubungkan Indonesia, Singapura, hingga pasar digital global melalui infrastruktur […]

  • Beri Kepastian Hukum, Keraton Serahkan 141 Serat Palilah kepada Warga Turgo Pakem

    Beri Kepastian Hukum, Keraton Serahkan 141 Serat Palilah kepada Warga Turgo Pakem

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keraton Yogyakarta melalui Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyerahkan sebanyak 141 serat palilah kepada warga Padukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Penyerahan tersebut dilakukan di Balai Warga Relokasi Sudimoro, Senin (26/1/2026), dan didampingi langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya. Penyerahan serat palilah ini menjadi bentuk nyata kepastian hukum bagi warga relokasi dalam […]

expand_less