Awas ID Card Palsu! Modus Penipuan Atas Nama Charoen Pokphand Marak di Medsos
- account_circle Warjono
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- comment 0 komentar

Marak penipuan, Charon Pokphand mengeluarkan imbauan agar masyarakat membeli produk di gerai resmi. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Menutup tahun 2025, masyarakat diminta ekstra waspada terhadap gelombang penipuan yang mencatut nama raksasa industri perunggasan, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk. Para pelaku diketahui menggunakan akun media sosial palsu dan identitas karyawan bodong untuk mengeruk keuntungan dari konsumen yang tidak waspada.
Modus yang dijalankan tergolong berani. Oknum penipu tidak hanya menawarkan produk ayam potong dan olahan dengan harga miring, tetapi juga mengirimkan tangkapan layar (screenshot) ID Card karyawan yang dipalsukan untuk meyakinkan korban. Mereka biasanya mengaku sebagai bagian dari tim Marketing CPI guna memuluskan aksi pemerasan data pribadi dan uang transfer.
Communication & Public Affair Coordinator PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Gun Affandy, mengonfirmasi maraknya laporan terkait pencatutan nama perusahaan ini. Ia menegaskan bahwa pola komunikasi melalui WhatsApp atau media sosial pribadi bukanlah prosedur resmi perusahaan.
“Banyak modus yang dilakukan penipu dengan menggunakan nama perusahaan. Korbannya adalah masyarakat. Sekalipun penipu menawarkan dengan foto-foto meyakinkan atau mengirim ID Card seolah karyawan kami, semuanya itu palsu. Itu hanya kedok untuk mengelabui korban,” tegas Gun Affandy dalam keterangannya di Semarang, Rabu (31/12/2025).
Paksa Transfer dan Minta Data Pribadi
Gun Affandy mengimbau agar masyarakat segera memutus komunikasi jika menerima pesan dari pihak yang mengaku perwakilan CPI, namun meminta data sensitif atau transfer uang ke rekening pribadi. Seringkali, penipu berdalih bahwa transfer tersebut diperlukan sebagai syarat “laporan order perusahaan” atau biaya administrasi promo akhir tahun.
Pihak CPI menyatakan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari transaksi di luar kanal resmi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih kritis dalam memverifikasi setiap penawaran yang masuk melalui platform tidak resmi seperti grup WhatsApp atau iklan media sosial yang mencurigakan.
Panduan Transaksi Aman
Sebagai langkah pencegahan dan keamanan finansial, CPI menyarankan konsumen untuk melakukan pembelian hanya melalui kanal distribusi yang sah. Transaksi langsung di gerai fisik menjadi cara paling ampuh untuk menghindari jebakan oknum nakal.
“Bila menghendaki pembelian produk kami, silakan langsung ke gerai-gerai resmi seperti Prima Fresh Mart yang sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dengan demikian, transaksi akan terjamin keamanannya dan kualitas produk pun terjaga,” ungkap Gun Affandy.
Penegasan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi warga agar tidak tergiur harga murah yang berujung pada kerugian materiil. CPI juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memantau akun-akun palsu yang merugikan nama baik perusahaan dan kepentingan publik di penghujung tahun ini. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar