Breaking News
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Gebyar Budaya UST: Sulap Wastra Nusantara Jadi Gala Gown “Pulau Emas” dan Inovasi Kuliner Asia

Gebyar Budaya UST: Sulap Wastra Nusantara Jadi Gala Gown “Pulau Emas” dan Inovasi Kuliner Asia

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai rahim inovasi berbasis kearifan lokal. Melalui perhelatan akbar Gebyar Budaya Pagelaran Karya Cipta 2025, Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) memamerkan puluhan mahakarya yang siap bersaing di kancah industri kreatif global.

Sebanyak 53 desain busana mewah dan 27 kreasi boga inovatif dipamerkan sebagai hasil pembelajaran autentik mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Kegiatan yang mengusung tema besar “Rasoura” ini tidak hanya sekadar ajang pamer, tetapi juga menjadi bukti nyata penerapan konsep Tri-Kon (Kontinyu, Konvergen, Konsentris) ajaran Tamansiswa dalam dunia modern.

Rektor UST Prof. Drs. H. Pardimin, M.Pd, Ph.D memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Rektor menekankan bahwa “Rasoura” merupakan refleksi dari kekuatan cipta, rasa, dan karsa mahasiswa yang mampu mentransformasikan pengetahuan teori menjadi solusi nyata yang estetis.

“Ini bukan semata ajang pertunjukan seni, melainkan ruang pembelajaran autentik yang mencerminkan pelaksanaan pendidikan yang berdampak. Mahasiswa dilatih mengekspresikan identitas budaya sekaligus memperkuat karakter dan kecakapan hidup,” tegasnya. Rektor  meyakini bahwa karya yang dilandasi iktikad baik akan selalu menemukan ruang apresiasi di tengah masyarakat.

Penampilan peserta Gebyar Budaya Pagelaran Karya Cipta 2025 UST Yogyakarta. (istimewa)

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor 1 UST, Dr. Yuli Prihatin, M.Pd, menyebut even ini sebagai ajang uji kompetensi yang krusial.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya punya kecerdasan intelektual, tapi juga karya nyata. Ini sangat penting karena banyak lulusan kita yang nantinya sukses menjadi wirausahawan, bukan hanya sebagai pegawai,” jelasnya.

Inspirasi Swarnadwipa: Ketika Bahan Lokal Naik Kelas

Kaprodi PVKK UST, Dr. Anggri Sekar Sari, M.Pd, mengungkapkan rahasia di balik kemegahan karya mahasiswanya. Tahun ini, jurusan busana mengusung tema “Swarnadwipa” yang terinspirasi dari makna Pulau Emas.

“Seluruh karya busana menggunakan bahan lokal wastra Nusantara. Kami ingin menunjukkan detail wastra dan siluet anggun yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Sementara di bidang boga, tema Sthaniya Asiya menonjolkan inovasi cita rasa Asia namun dengan pemanfaatan bahan baku lokal yang memiliki gizi tinggi,” urai Anggri.

Menariknya, seluruh proses penciptaan karya ini diawasi ketat oleh juri-juri ahli dari kalangan akademisi dan praktisi industri. Hal ini dilakukan agar setiap alumni PVKK UST memiliki daya adaptasi dan kemampuan transformatif yang kuat sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

Melestarikan Budaya

Agenda tahunan ini, menurut Anggri, juga merupakan langkah konkret kampus dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dengan fokus pada kearifan lokal, mahasiswa didorong untuk menjaga jati diri bangsa agar tidak tergerus oleh arus budaya asing.

“Visi kami jelas: unggul dalam produk inovatif yang selaras dengan potensi lokal berbasis ajaran Tamansiswa. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya sekadar bekerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja baru yang berakar pada budaya kita sendiri,” pungkas Anggri.

Dosen Pembimbing Tata Busana UST Yogyakarta, Enggar Kartika Sari S.Pd, M.Pd menambahkan, setiap karya yang ditampilkan mahasiswa, seakan mengingatkan pentingnya menjaga, menghargai dan mengangkat kain Nusantara.

“Bukan sekadar pilihan estetika, melainkan tanggungjawab budaya untuk merawat jati diri bangsa dan mewariskannya untuk generasi mendatang di panggung dunia,” imbuhnya.

Setelah melalui penjurian ketat, sederet mahasiswa terpilih menjadi juara. Untuk Tata Busana, juara 1 adalah Nadia Aurora Faliana Effendi. Disusul juara 2 Izza Aulia Ramadhanti, Juara 3 Syelvi Ariwijaya dan Putri Erawati selaku Juara Favorit. Sedangkan untuk Prodi Boga terpilih Rati Mahardia sebagai Juara 1, Utaminingsih Juara 2, kemudian Juara 3 Destri Amalia dan Juara Favorit Alfiyah Nurul Hayati. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri berusaha terus memperkuat ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Barat. Langkah ini semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan mengandalkan sinergi layanan finansial yang komprehensif dan berbagai program pemberdayaan masyarakat, bank berlogo pita emas ini terus memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM, komunitas desa, serta sektor-sektor unggulan daerah. Upaya tersebut […]

  • Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok Karena Transaksi Luar Negeri Melonjak

    Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok Karena Transaksi Luar Negeri Melonjak

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Tren transaksi luar negeri nasabah Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan, seiring meningkatnya mobilitas global dan adopsi pembayaran digital. Sejalan dengan tren tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia untuk memperluas konektivitas QRIS lintas negara, salah satunya melalui ekspansi layanan QR Antar Negara ke Tiongkok di […]

  • Warga Tak Lagi Sendirian, Pemerintah Resmikan 438 Posbankum di DIY

    Warga Tak Lagi Sendirian, Pemerintah Resmikan 438 Posbankum di DIY

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keadilan kini tak lagi berjarak dari rakyat kecil. Peresmian 438 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh Kalurahan dan Kelurahan se-DIY pada Selasa (20/01/2026) di Hotel Royal Ambarrukmo, menjadi penegasan bahwa hukum bukanlah kemewahan yang hanya bisa diakses kelompok tertentu, melainkan aturan kebijaksanaan untuk memanusiakan manusia. Sesuai nasihat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, […]

  • Kecelakaan Beruntun di Simpang Empat Monjali Sleman: Empat Mobil Ringsek Akibat Lampu Lalin Padam

    Kecelakaan Beruntun di Simpang Empat Monjali Sleman: Empat Mobil Ringsek Akibat Lampu Lalin Padam

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan empat unit kendaraan terjadi di persimpangan jalan yang tergolong padat, Simpang Empat Monjali, Jl. Padjajaran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada Rabu (04/02/2026) dini hari. Padamnya lampu lalu lintas diduga menjadi pemicu utama benturan beruntun yang mengakibatkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.15 WIB […]

  • Trafik Penumpang Melambung 10%, InJourney Hidupkan Nuansa Pecinan di Candi hingga Bandara

    Trafik Penumpang Melambung 10%, InJourney Hidupkan Nuansa Pecinan di Candi hingga Bandara

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Momentum long weekend Tahun Baru Imlek 2026 menjadi catatan manis bagi industri pariwisata tanah air. Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, melaporkan lonjakan signifikan trafik wisatawan nusantara yang mencapai 1,85 juta penumpang di 37 bandara, naik sekitar 10% dari rata-rata normal. Keberhasilan ini tak lepas dari strategi “pelayanan dari hati” yang menghadirkan pengalaman tematik […]

  • Bawa Isme Baru “Trinity Art”, Sam Sianata Ingin Indonesia Berhenti Jadi Pengekor Seni Global

    Bawa Isme Baru “Trinity Art”, Sam Sianata Ingin Indonesia Berhenti Jadi Pengekor Seni Global

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Maestro lukis Sam Sianata (Liem Sian An) membawa sebuah misi ambisius ke panggung seni rupa internasional. Ia tidak hanya memamerkan karya monumentalnya, “Go Green Taruparwa”, tetapi juga mendeklarasikan sebuah isme baru ciptaannya: “Trinity Art”. Pameran ini menjadi ajang bagi Sam Sianata untuk menyuarakan gagasannya agar Indonesia berhenti menjadi pengekor seni global. Karya seniman yang […]

expand_less