Biaya Medis Diproyeksi Tembus 17,8%, Generali Bayar Klaim Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025
- account_circle Warjono
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Generasli secara simbolis menyerahkan klaim kepada nasabahnya. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Biaya kesehatan di Indonesia kian mengkhawatirkan. Berdasarkan riset Indonesia Health Benefits Indonesia, tren medis nasional diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026. Angka ini jauh di atas inflasi global sebesar 11,1 persen dan rata-rata Asia 12,5 persen.
Di tengah lonjakan biaya tersebut, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatat pembayaran lebih dari 273.000 klaim dengan total nilai Rp1,3 triliun sepanjang 2025.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti nyata bahwa proteksi finansial menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.
Klaim Kesehatan Dominasi 83 Persen
Dari total Rp1,3 triliun klaim yang dibayarkan Generali Indonesia, klaim kesehatan tumbuh +8,7% (yoy), menguasai 83% dari total pembayaran klaim, total klaim naik +4,3% (yoy)
Kondisi ini mencerminkan realita di lapangan, biaya perawatan meningkat tajam. Di saat industri asuransi menghadapi tekanan kenaikan klaim, Generali Indonesia justru menunjukkan kualitas portofolio yang lebih sehat.
Klaim meninggal dunia turun –11,1% (yoy), sementara klaim penyakit kritis turun signifikan –51,7% (yoy). Stabilitas ini menunjukkan disiplin underwriting dan manajemen risiko yang kuat.
Director & Chief Agency Officer Generali Indonesia, Jutany Japit, menegaskan di tengah biaya medis yang terus meningkat, proteksi bukan lagi pilihan—tetapi kebutuhan.
“Setiap klaim bukan sekadar angka, melainkan kehidupan yang kembali sehat dan keluarga yang kembali terlindungi,” katanya.
Strategi Hadapi Biaya Medis Mahal
Memasuki 2026, Generali Indonesia — bagian dari Generali Group yang beroperasi di lebih dari 50 negara — memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kemudahan layanan.
Melalui aplikasi iPropose, calon nasabah dapat mengajukan polis secara digital. Sementara aplikasi Gen iClick memfasilitasi akses polis, pengajuan klaim online, telemedicine, hingga tebus obat daring.
Inovasi terbaru, GEN QuickDischarge, memungkinkan nasabah pulang dari rumah sakit dalam waktu kurang dari 10 menit setelah konfirmasi dokter, tanpa harus menunggu proses verifikasi biaya secara manual.
Dengan lebih dari 400.000 nasabah di Indonesia, Generali Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra perlindungan jangka panjang di tengah ancaman inflasi medis yang terus meningkat. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar