CIMB Niaga Cetak Laba Rp 6,7 Triliun, Kredit UKM dan KPM Melonjak Jadi Mesin Pertumbuhan
- account_circle Warjono
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025
- comment 0 komentar

Layanan di kantor CIMB Niaga Syariah. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membuktikan ketahanannya di tengah dinamika ekonomi dengan mencatat perolehan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp6,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang baik, didominasi oleh segmen retail dan korporat, serta pengelolaan biaya yang disiplin. Dengan total aset mencapai Rp369,5 triliun, CIMB Niaga memperkuat posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Lani Darmawan, Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba didukung oleh peningkatan kuat pada kredit dan Current Account and Savings Account (CASA). Total kredit/pembiayaan Bank naik 4,6% menjadi Rp228,7 triliun.
Pertumbuhan ini digerakkan oleh segmen-segmen utama. Yakni Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,7%, Perbankan Korporat tumbuh solid sebesar 5,4% dan Perbankan Konsumer meningkat 4,3%, di mana Kredit Pemilikan Mobil (KPM) menjadi kontributor retail terbesar dengan kenaikan 18,7% Y-o-Y.
“Kami mencatat pertumbuhan laba positif, didukung oleh peningkatan yang baik pada kredit serta CASA. Kinerja ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan,” ujar Lani.
Loyalitas Nasabah Dorong Dana Murah
Di sisi pendanaan, CIMB Niaga berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,6% menjadi Rp278,0 triliun. Angka yang paling menonjol adalah pertumbuhan CASA sebesar 10,6% menjadi Rp188,8 triliun.
Kenaikan CASA yang kuat ini menghasilkan rasio CASA yang sehat, mencapai 67,9%. Ini mencerminkan keberhasilan Bank dalam membina hubungan nasabah yang erat dan meningkatkan pengalaman nasabah melalui layanan digital yang inovatif.
Syariah dan Keberlanjutan Jadi Prioritas Masa Depan
CIMB Niaga Syariah turut mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar dengan total pembiayaan Rp58,2 triliun. CIMB Niaga Syariah secara aktif memperluas sumber dana berbiaya rendah melalui kemitraan strategis berbasis syariah dan keterlibatan mendalam dengan komunitas Islam.
Lebih lanjut, Bank ini secara serius mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam operasinya. Hampir 24% dari total pembiayaan Bank, atau sekitar Rp54,7 triliun, disalurkan untuk mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB.
Lani menambahkan, “Kami telah meluncurkan Sustainability-Linked FX and Derivatives Program yang dirancang untuk nasabah dalam penerapan prinsip ESG pada operasional bisnis mereka. Ini mencerminkan fokus strategis kami menuju masa depan yang lebih hijau.”
Dengan rasio gross non-performing loan (NPL) yang terjaga di angka 1,98% dan posisi modal yang kuat (CAR 24,7%), CIMB Niaga optimistis dapat terus menghadirkan nilai jangka panjang bagi nasabah dan masyarakat Indonesia. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar