Ekonomi DIY Tumbuh Tertinggi di Jawa, BPS Catat Laju 5,94 Persen pada Triwulan IV-2025
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

Grafis pertumbuhan ekonomi DIY. (ilustrasi AI)
TERAS MALIOBORO–Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan kinerja impresif sepanjang akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY mencatat pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 mencapai 5,94 persen secara tahunan (year on year/y-on-y), tertinggi di Pulau Jawa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada triwulan IV-2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp53,82 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp33,84 triliun.
“Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,49 persen (c-to-c). Sementara secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 mencapai 3,45 persen (q-to-q),” ujar Endang dalam siaran pers BPS DIY, Rabu (4/2/2026).
Jasa dan Konstruksi Jadi Motor Pertumbuhan
Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan kinerja positif. Jasa Lainnya menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,70 persen, disusul Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,62 persen, serta Konstruksi yang tumbuh 7,99 persen.
Sektor Konstruksi tercatat sebagai sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 persen terhadap total pertumbuhan PDRB DIY. Selain itu, sektor Industri Pengolahan (5,82 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (7,15 persen), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (4,28 persen), serta Informasi dan Komunikasi (5,68 persen) turut menopang laju ekonomi daerah.
Investasi Jadi Penggerak Utama dari Sisi Pengeluaran
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan IV-2025 (y-on-y) terutama didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 9,36 persen dan menyumbang kontribusi terbesar, yakni 2,67 persen.
Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) tumbuh 4,89 persen. Di sisi lain, kinerja ekspor dan impor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,76 persen dan 4,23 persen.
Secara kuartalan (q-to-q), pertumbuhan ekonomi DIY tercermin dari meningkatnya PDRB harga konstan dari Rp32,71 triliun pada triwulan III-2025 menjadi Rp33,84 triliun pada triwulan IV-2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak 33,78 persen, diikuti PK-LNPRT (6,78 persen), PKRT (3,53 persen), dan PMTB (2,76 persen).
Konsumsi Rumah Tangga Masih Dominan
Struktur perekonomian DIY hingga akhir 2025 masih didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi 61,67 persen, disusul PMTB sebesar 37,44 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor utama seperti Industri Pengolahan, Konstruksi, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta Informasi dan Komunikasi menyumbang lebih dari separuh perekonomian DIY, yakni 52,12 persen.
Meski kontribusi PDRB DIY terhadap total perekonomian Pulau Jawa relatif kecil, hanya 1,55 persen, namun pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa, baik secara tahunan maupun kumulatif sepanjang tahun 2025. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar