Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Grebeg Pasar Takjil Berlangsung di Lima Pasar, Kesempatan Warga Sleman Borong Dagangan UMKM

Grebeg Pasar Takjil Berlangsung di Lima Pasar, Kesempatan Warga Sleman Borong Dagangan UMKM

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Grebeg Pasar Takjil di lima pasar tradisional, untuk menggerakkan ekonomi rakyat selama Ramadan. Program ini mengajak ASN dan masyarakat ramai-ramai berbelanja agar dagangan pelaku UMKM cepat laris.

Kegiatan perdana berlangsung di Pasar Kejambon, Sindumartani, Ngemplak, Senin (23/2/2026). Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, memimpin rombongan Pemkab yang terdiri dari ASN berbagai organisasi perangkat daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi, menjelaskan bahwa Grebeg Pasar Takjil menjadi bagian dari program GEMPAR (Gerakan Meramaikan Pasar). Melalui program ini, seluruh ASN berbelanja di 32 pasar tradisional untuk mendukung perputaran ekonomi lokal.

Selama Ramadan, Disperindag menggelar Grebeg Pasar Takjil di lima lokasi. Selain Pasar Kejambon dengan 55 pedagang pada 23 Februari, kegiatan juga berlangsung di Pasar Potrojayan (23 pedagang) pada 27 Februari. Selanjutnya, Pasar Sleman Unit II (62 pedagang), Pasar Cebongan (28 pedagang), dan Pasar Godean (45 pedagang) akan meramaikan agenda pada 6 Maret.

Mae menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pendapatan UMKM sekaligus menata area dagang agar lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung. Ia juga berharap pasar tradisional semakin hidup selama Ramadan.

Susmiarto menyebut Grebeg Pasar Takjil sebagai momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak warga menjaga pasar dan terus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu melariskan dagangan pedagang lokal selama Ramadan. Kami berharap rezeki para pedagang lancar dan penuh berkah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Pemkab Sleman bersama BUMD, Baznas, dan BPD juga menyalurkan 30 paket sembako kepada pedagang dan masyarakat.

Program Grebeg Pasar Takjil tidak hanya menghadirkan suasana Ramadan yang meriah, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi rakyat melalui pasar tradisional. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memimpin langsung seluruh bupati dan wali kota se-DIY dalam sebuah kunjungan maraton ke tiga lokasi pengolahan sampah, Selasa (21/10/2025). Aksi “turun gunung” ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menyatukan visi dalam menyambut proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Di hadapan para kepala […]

  • Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri berusaha terus memperkuat ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Barat. Langkah ini semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan mengandalkan sinergi layanan finansial yang komprehensif dan berbagai program pemberdayaan masyarakat, bank berlogo pita emas ini terus memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM, komunitas desa, serta sektor-sektor unggulan daerah. Upaya tersebut […]

  • Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

    Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Cirebon kembali menjadi titik temu penting dalam peta perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Pada Minggu, 25 Januari 2026, Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) menjadi saksi pertemuan dua tokoh pesantren yang kini namanya kian menguat menjelang Muktamar ke-35 NU: KH Imam Jazuli dan KH Asep Saifuddin Chalim. Di hadapan ratusan kader Pergunu Jawa […]

  • Bahagia Itu Sederhana #1

    Bahagia Itu Sederhana #1

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO. Belum lama ini, saya melihat di medsos tentang kebahagiaan dua gadis tunarungu karena diterima bekerja. Hal itu, mengingatkan banyak pertemuan saya dengan pagi dan tawa anak-anak tuna netra yang berjalan dengan tongkat di tangan menuju sekolah. Murid sekolah inklusif Man 2 Sleman Jogja. Saya malu dalam diam. Karena menyadari bahwa bahagia itu sederhana, […]

  • DIY Tuntaskan “Road to ICIHES 2025” dengan Pengukuhan Duta, Inovator, dan Kawasan Halal

    DIY Tuntaskan “Road to ICIHES 2025” dengan Pengukuhan Duta, Inovator, dan Kawasan Halal

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Komitmen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menjadi episentrum ekonomi dan industri halal nasional menuju standar global semakin kokoh. Hal ini ditandai dengan suksesnya acara “Awarding 4 Events Road to The 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025”, yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana […]

  • Perang AS-Israel vs Iran, Pakar Sebut Indonesia Punya Senjata Ampuh Redam Eskalasi Militer

    Perang AS-Israel vs Iran, Pakar Sebut Indonesia Punya Senjata Ampuh Redam Eskalasi Militer

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu kekhawatiran krisis global. Menanggapi situasi kritis ini, Pakar Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si., menawarkan solusi konkret melalui penguatan peran Indonesia sebagai penyeru utama resolusi konflik. Dr. Machya menegaskan bahwa Indonesia memiliki “senjata” unik, yaitu identitas […]

expand_less