Keamanan Digital Makin Instan, Telin dan IPification Meluncurkan Solusi Autentifikasi Tanpa OTP
- account_circle Warjono
- calendar_month Sen, 2 Mar 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi
TERAS MALIOBORO–PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) resmi menggandeng IPification untuk meluncurkan Telin Mobile Network Verification (MNV) pada 26 Februari 2026. Inovasi ini menghapus kerumitan kode OTP yang selama ini sering menjadi sasaran phishing dan SIM swap. Melalui teknologi berbasis jaringan seluler, Telin menawarkan sistem autentikasi yang aman, instan, dan sangat seamless bagi pengguna global.
Kemitraan strategis ini memperkuat portofolio Telco API milik Telkom Group di kancah internasional. Saat ini, solusi Telin MNV telah menjangkau dan teruji di lebih dari 40 jaringan seluler berbagai negara. Pelaku usaha kini dapat melakukan verifikasi identitas pengguna secara otomatis tanpa perlu aplikasi tambahan, cukup melalui satu kali persetujuan akses data jaringan.
Tinggalkan SMS OTP, Gunakan Kekuatan Jaringan Seluler
Metode autentikasi konvensional berbasis SMS kini menghadapi ancaman serius dari serangan bot dan pembajakan akun. Telin MNV menjawab tantangan tersebut dengan memindahkan proses verifikasi langsung ke level infrastruktur telekomunikasi yang jauh lebih sulit ditembus. “Kami antusias memperkaya kapabilitas autentikasi lintas jaringan, termasuk bagi pengguna Android yang terhubung ke Wi-Fi tanpa perlu mengaktifkan data seluler,” ujar John Tolton, SVP Messaging, Mobile Identity & Voice Telin.
CEO IPification, Stefan Kostic, menegaskan bahwa identitas digital bekerja paling optimal di atas infrastruktur yang sudah dipercaya pengguna. Kolaborasi ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi perusahaan e-commerce, perbankan, hingga platform OTT. Selain memangkas biaya operasional akibat kegagalan login, solusi ini menutup celah keamanan yang biasanya muncul pada pengiriman kode manual. Telin membuktikan komitmennya untuk mengubah jaringan seluler menjadi lapisan kepercayaan (trust layer) yang mendukung keamanan ekonomi digital global. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar