Breaking News
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Program Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali tahun akademik dengan menggelar kuliah tamu bertajuk “Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga.” Acara yang dihadiri para dosen, mahasiswa, serta guru-guru sosiologi dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Malang dan Kota Batu ini berhasil membedah kompleksitas pembangunan dari tiga sudut pandang. Yakni, akademik, praktik kebijakan lokal, dan perspektif internasional.

Sebagai pemantik diskusi, Rachmad K. Dwi Susilo, MA., Ph.D., Ketua Prodi Magister Sosiologi UMM, menekankan bahwa pembangunan itu sejatinya sekadar diskursus atau wacana karena bersifat dinamis dan setiap daerah konteksnya berbeda.

Dalam paparannya, ia mengkritik kecenderungan pembangunan yang hanya berorientasi fisik. “Siapa yang mengais keuntungan dari pembangunan itu? Apakah pemerintah, investor, atau masyarakat?” tanya Rachmad, Sabtu (10/1/2026).

Pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk menguji berbagai teori pembangunan, dari modernisasi, ketergantungan, hingga pemberdayaan berkelanjutan.

Dari sisi praktisi kebijakan, Yuyun Nanik E., S.STP., M.Si., Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Malang memaparkan, inovasi program RT Berkelas.

“Ini adalah program bottom up murni. Setiap RT di Kota Malang mendapatkan alokasi Rp 50 juta per tahun untuk merencanakan dan melaksanakan program sesuai kebutuhan warganya,” jelasnya.

Namun, Yuyun juga mengakui banyaknya tantangan yang muncul. “Fenomena di lapangan, banyak usulan yang bersifat fisik seperti pengadaan tenda, kursi, atau meja. Kita perlu mengarahkan agar dana ini benar-benar untuk pemberdayaan yang menyentuh masalah riil. Seperti pengentasan banjir atau peningkatan ekonomi,” paparnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan revitalisasi Kayu Tangan Heritage yang menjadi penggerak ekonomi warga.

Sebagai Upaya menambah perspektif global, Jacqueline Makolo, Mahasiswa Magister Sosiologi UMM asal Tanzania membawakan topik “Women Empowerment and Tokenism in Local Development,”

In Tanzania, women’s representation in politics has increased, with our current president being a woman. However, this often remains tokenism. Women are present in numbers, but substantive power and decision-making are still dominated by men (Di Tanzania, representasi perempuan dalam politik telah meningkat, dengan presiden kita saat ini adalah seorang perempuan. Namun, ini sering kali hanya menjadi tokenisme. Perempuan hadir secara kuantitas, tetapi kekuatan substantif dan pengambilan keputusan masih didominasi oleh laki-laki,red),” jelas Jacqueline dalam Bahasa Inggris.

Jacqueline menambahkan, SDGs telah memberikan kerangka penting untuk memajukan kesetaraan gender dan pembangunan inklusif.

Diskusi yang dipandu Rachmad K. Dwi Susilo tersebut hidup dengan pertanyaan kritis dari peserta. Seorang mahasiswa, Izza Amalia mempertanyakan posisi SDGs dalam pembangunan Indonesia yang masih bertumpu pada eksploitasi sumber daya.

Sementara itu, Fahmi Huda, seorang peserta lain menyoroti dilema antara perencanaan top-down dan bottom-up yang kerap berbenturan di lapangan. Salah satunya memicu masalah banjir.

Merespons berbagai pertanyaan yang muncul Yuyun menegaskan pentingnya kolaborasi dan edukasi. “Kami di pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan akademisi, CSR perusahaan, dan partisipasi cerdas masyarakat sangat dibutuhkan. Seperti kerja sama kita dengan UMM, merupakan bentuk konkrit governance kolaboratif,” ujarnya.

Ditambahkan Yuyun, pihaknya juga membuka peluang bagi mahasiswa Sosiologi UMM untuk terlibat dalam monitoring dan evaluasi program RT Berkelas, memberikan ruang bagi analisis sosiologis terhadap kebijakan publik.

Kuliah tamu tersebut menegaskan kembali komitmen Magister Sosiologi UMM untuk menghadirkan ruang dialektika yang kritis dan kontekstual.

“Kami mengajak mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menganalisis kebijakan dari dimensi sosiologis, kultural, dan politik, serta melihat langsung kompleksitasnya di lapangan,” tegas Rachmad.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi pemicu bagi penelitian dan kontribusi nyata ilmu sosial dalam pembangunan yang lebih partisipatif dan berkeadilan. (*)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawab Isu Keamanan Infrastruktur, HAKI Pimpin Forum Nasional “Retrofit” dan Perkuatan Bangunan di Yogyakarta

    Jawab Isu Keamanan Infrastruktur, HAKI Pimpin Forum Nasional “Retrofit” dan Perkuatan Bangunan di Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Isu keamanan infrastruktur—mulai dari gedung, jembatan, hingga jalan layang—menjadi perhatian utama Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI). Menjawab kekhawatiran publik, HAKI Komda D.I. Yogyakarta akan memimpin forum nasional besar untuk membahas solusi teknis mendalam, terutama tentang “Retrofit” (perkuatan) dan perbaikan struktur bangunan. Kegiatan akbar ini berupa Expo, Seminar, dan Short Course 2025 yang dijadwalkan berlangsung […]

  • Wudhu Lahir Batin

    Wudhu Lahir Batin

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 2Komentar

    Sholat yang baik, bermula dari wudhu yang sama baiknya. Kesempurnaan sholat, berawal dari wudhu yang sama sempurnanya. Rasul menggariskan bahwa kunci surga adalah sholat. Sementara kunci sholat adalah wudhu. Dalam beberapa tulisan Payung Peneduh terdahulu, telah kami hamparkan bahwa terdapat kesamaan pola antara iman dan sholat. Ada lapisan dalam yang berada di hati atau batin. […]

  • OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Ajang prestisius pencarian talenta terbaik dari sekolah/madrasah Muhammadiyah, Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat wilayah DIY, kembali bergulir. Sebanyak 1.681 pelajar terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta siap menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi dua tahunan ini yang diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 22–23 November 2025. ​Perhelatan akbar ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan menjadi […]

  • Lewat Badan Amal Berbasis Agama, AXA Mandiri Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Sumatra

    Lewat Badan Amal Berbasis Agama, AXA Mandiri Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Sumatra

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Perwakilan karyawan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyerahkan bantuan untuk korban bencana Sumatra kepada lima badan amal berbasis agama di Jakarta, Senin (29/12/2025). AXA Mandiri bersama karyawannya melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera. Donasi yang terkumpul lebih dari Rp300 juta tersebut diserahkan kepada lima badan […]

  • Panggung 12 Negara: Wondr by BNI International Challenge Hadir di Jogja, Perebutkan Total Hadiah USD 20.000

    Panggung 12 Negara: Wondr by BNI International Challenge Hadir di Jogja, Perebutkan Total Hadiah USD 20.000

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah ajang bulutangkis prestisius, Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025. Turnamen level International Challenge ini akan mempertemukan atlet dari 12 negara dan memperebutkan total hadiah sebesar USD 20.000. Gelaran akbar hasil kolaborasi Wondr by BNI, Badminton Asia Confederation, dan PBSI ini akan berlangsung selama dua pekan berturut-turut di GOR […]

  • Inovasi Buku Pop-Up Berbasis RFID Antar Siswa SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta ke Final FIKSI Nasional

    Inovasi Buku Pop-Up Berbasis RFID Antar Siswa SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta ke Final FIKSI Nasional

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Dua siswa SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, Alwan Rida Bagas Wicaksana (kelas XII Soshum) dan Bilqist Najwa Azzahra (kelas XII Sains Alam), berhasil melangkah ke babak final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2025, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, di […]

expand_less