Lupakan Gawai Sejenak! Keluarga Kita Ajak Orangtua di Jogja Bangun Koneksi Lewat Main Bareng
- account_circle Warjono
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- comment 0 komentar

Keseruan bermain bersama keluarga di GIK UGM. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Di era di mana gawai sering kali menjadi “pengasuh” kedua bagi anak, membangun kedekatan emosional di rumah menjadi tantangan besar bagi para orangtua. Menjawab keresahan tersebut, organisasi pendidikan keluarga Keluarga Kita menggelar acara spesial bertajuk “Main Bareng Keluarga Kita” di GIK UGM Yogyakarta pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Acara ini hadir sebagai oase bagi keluarga untuk melepas ketergantungan pada layar (screen-free) dan menggantinya dengan interaksi yang bermakna. Mengambil momentum bulan kasih sayang, kegiatan ini mengingatkan bahwa bentuk cinta yang paling dibutuhkan anak bukanlah barang mewah, melainkan kehadiran penuh dari orangtua mereka.
Mengganti Validasi Layar dengan Kehangatan Bermain
Penelitian menunjukkan bahwa adiksi digital pada anak sering kali bermula dari hampa atau kurangnya koneksi hangat di rumah. Oleh karena itu, acara ini dirancang untuk “menyembuhkan” hubungan tersebut melalui aktivitas fisik dan kreatif.
Sambil anak-anak usia 3–8 tahun asyik berimajinasi dalam sesi “Balon Udaraku” bersama Komunitas Lareplay, para orangtua mengikuti talkshow interaktif bertema “Orangtua Cerdas di Era Digital”. Di sini, komunitas Ibu Profesional Yogyakarta dan Lingkar Mama berbagi strategi pengasuhan agar anak tidak menjadikan gawai sebagai pelarian utama.
“Ketika koneksi emosional anak terpenuhi, kebutuhan akan validasi instan dari layar akan berkurang dengan sendirinya. Bermain bersama adalah salah satu bentuk cinta paling sederhana, tapi dampaknya sangat besar bagi pertumbuhan mental anak,” tegas Siti Nur Andini, Direktur Keluarga Kita.
Kolaborasi Seluruh Anggota Keluarga
Keunikan acara ini terletak pada keterlibatan seluruh anggota keluarga, termasuk peran ayah. Melalui sesi “Main dan Bebikinan” bersama Lingkar Bapak, para ayah diajak untuk lebih aktif dalam membangun hubungan yang aman dan menyenangkan melalui permainan kolaboratif.
Keluarga Kita, yang didirikan oleh tokoh pendidikan Najelaa Shihab pada 2012, terus berkomitmen memberdayakan orangtua melalui kurikulum berbasis riset. Melalui ribuan Relawan Keluarga Kita (Rangkul), organisasi ini ingin memastikan bahwa membatasi layar bukan sekadar soal aturan keras, melainkan tentang menghadirkan kehadiran yang berkualitas di tengah keluarga. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar