Breaking News
Trending Tags
Beranda » KOMUNITAS » PBTY 2026 Bareng Ramadan, Siap Jadi Lokasi Ngabuburit Terkeren di Jogja

PBTY 2026 Bareng Ramadan, Siap Jadi Lokasi Ngabuburit Terkeren di Jogja

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Ada yang istimewa dengan perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, kemeriahan tahun baru Imlek ini akan bertepatan dengan suasana syahdu bulan suci Ramadan 1447 H.

Bukannya membatasi kemeriahan, momen langka ini justru akan dijadikan panitia untuk memoles kawasan Pecinan Ketandan menjadi destinasi ngabuburit yang unik bagi warga dan wisatawan.

PBTY 2026: Destinasi Wisata Toleransi di Bulan Puasa

Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto, mengungkapkan rencana ini usai menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan, Senin (19/01/2026). PBTY edisi ke-21 ini dipastikan akan berlangsung selama tujuh hari penuh, mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026.

“PBTY 2026 tetap akan meriah selama tujuh hari di Ketandan. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana perayaan ini menjadi wadah kebersamaan bagi semua golongan, merangkum segala unsur seni dan budaya,” tutur Jimmy.

Ngabuburit Sambil Nonton Budaya dan Takjil Gratis

Wakil Ketua Pelaksana PBTY 2026, Subekti Saputro Wijaya, menambahkan bahwa panitia tengah meramu konsep agar panggung seni dan deretan stand kuliner di Ketandan bisa menjadi lokasi menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) yang nyaman bagi umat Muslim.

Bahkan, panitia berencana melakukan aksi nyata toleransi dengan menyediakan takjil di beberapa titik strategis.

“Kami ingin PBTY tetap semarak di tengah bulan puasa. Rencananya kami akan menyediakan takjil gratis bagi masyarakat. Semoga suasana toleransi di Jogja semakin terasa di sini,” kata Subekti.

Malioboro Imlek Carnival: Puncak Kemeriahan di Akhir Februari

Selain panggung utama yang tahun ini direncanakan berlokasi di sekitar Jalan Suryatmajan, agenda yang paling dinanti adalah Malioboro Imlek Carnival. Pawai budaya yang selalu menyedot ribuan penonton ini dijadwalkan akan menggetarkan jantung Kota Jogja pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Mengusung tema “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa”, PBTY 2026 ingin mempertegas status Yogyakarta sebagai City of Tolerance.

“Semua yang kita miliki saat ini adalah warisan yang perlu dilestarikan. Melalui tema ini, kita tunjukkan bahwa keberagaman budaya justru menjadi perekat persatuan bangsa,” pungkas Subekti. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Bea Cukai Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan 54.096 ekor benih bening lobster (baby lobster) di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Minggu (1/3/2026). Penyelundup mencoba membawa komoditas berharga ini menuju Singapura melalui penerbangan internasional pukul 08.33 WIB. Aksi sigap ini bermula saat petugas Avsec mencurigai citra X-Ray dua koper milik penumpang berinisial HK dan AW. Hasil pindai […]

  • Viral Video Ritual Zikir di Kaki Candi Prambanan, Pengelola Minta Maaf dan Perketat Pengawasan

    Viral Video Ritual Zikir di Kaki Candi Prambanan, Pengelola Minta Maaf dan Perketat Pengawasan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Jagat media sosial baru-baru ini dikejutkan oleh unggahan akun Instagram _thinksmart.id yang memperlihatkan sekelompok pengunjung melakukan ritual keagamaan di area Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, nampak rombongan yang mengenakan busana serba putih dan bersurban sedang duduk khidmat melakukan zikir di salah satu bagian kaki candi. Pemandangan ini mencolok […]

  • Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

    Dika Akui Menipu dan Gelapkan Uang Pensiunan: Tiga Saksi Beberkan Kejahatan Terdakwa di PN Purwokerto

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika Sari alias Dika, mengakui seluruh kesalahan yang didakwakan pada dirinya. Hal yang mengejutkan tersebut disampaikan pemilik restoran Kedai Tuas di Banyumas tersebut pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Purwokerto, pekan lalu (3/9/2026). Pengakuan bersalah tersebut tertuang dalam Berita Acara Pengakuan […]

  • Dengar Kritik Masyarakat, Kantor Pertanahan Yogyakarta Siapkan Strategi Layanan “Anti-Ribet” 2026

    Dengar Kritik Masyarakat, Kantor Pertanahan Yogyakarta Siapkan Strategi Layanan “Anti-Ribet” 2026

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Berurusan dengan administrasi pertanahan sering kali dianggap rumit oleh sebagian masyarakat. Namun, Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta mencoba mendobrak batasan tersebut dengan membuka diri terhadap kritik dan masukan secara langsung. Melalui langkah transparan ini, pelayanan pertanahan di Kota Gudeg diproyeksikan akan semakin modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga di tahun mendatang. Kegiatan bertajuk Forum […]

  • Kas Sering Tombok, Denda 100 Ribu Berlaku: Cara Tak Biasa Pedagang “Foodcourt” Denggung Jaga Kekeluargaan

    Kas Sering Tombok, Denda 100 Ribu Berlaku: Cara Tak Biasa Pedagang “Foodcourt” Denggung Jaga Kekeluargaan

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Jika biasanya lapak kuliner identik dengan persaingan ketat berebut pembeli, pemandangan berbeda justru terlihat di Foodcourt Denggung, Sleman. Di pusat kuliner yang terlihat cukup ramai saat jam makan siang itu, para pedagangnya justru mengikat diri dalam satu keluarga besar. Kekompakan itu dirajut lewat Paguyuban Foodcourt Denggung. Ketua Paguyuban, Tri Maryadi, menegaskan wadah ini bukan […]

  • Bawa Isme Baru “Trinity Art”, Sam Sianata Ingin Indonesia Berhenti Jadi Pengekor Seni Global

    Bawa Isme Baru “Trinity Art”, Sam Sianata Ingin Indonesia Berhenti Jadi Pengekor Seni Global

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Maestro lukis Sam Sianata (Liem Sian An) membawa sebuah misi ambisius ke panggung seni rupa internasional. Ia tidak hanya memamerkan karya monumentalnya, “Go Green Taruparwa”, tetapi juga mendeklarasikan sebuah isme baru ciptaannya: “Trinity Art”. Pameran ini menjadi ajang bagi Sam Sianata untuk menyuarakan gagasannya agar Indonesia berhenti menjadi pengekor seni global. Karya seniman yang […]

expand_less