Perdagangan Indonesia-China Tembus USD 135 Miliar, J&T Express Perkuat Jembatan Logistik dan E-Commerce Global
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar

Layanan jasa J&T. (dok)
TERAS MALIOBORO–Hubungan dagang antara Indonesia dan China memasuki babak baru yang semakin solid. Dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai angka fantastis sebesar USD 135 miliar pada tahun 2024, potensi kerja sama lintas negara kini menjadi magnet bagi para pelaku industri global.
Merespons tren positif tersebut, J&T Express, sebagai penyedia layanan logistik berskala global, menegaskan komitmennya untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional melalui integrasi sektor logistik dan e-commerce.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ekosistem ini, J&T Express baru saja menggelar program industry visit and conference. Agenda besar ini melibatkan jajaran perusahaan raksasa dari China dengan dukungan penuh dari China Apparel Logistics Association (CFLP).
Tujuannya jelas, untuk mempererat hubungan strategis serta membuka keran kolaborasi yang lebih luas antara pemain lokal dan internasional. J&T Express memfasilitasi perusahaan-perusahaan terkemuka asal China untuk melihat langsung kekuatan infrastruktur logistik di tanah air.
Iwan Senjaya, Komisaris J&T Express, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah promosi potensi ekonomi Indonesia di kancah global yang kian kompetitif.
“Indonesia semakin diakui sebagai pasar utama di Asia Tenggara. Berbekal pengalaman dan jaringan luas, kami siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital dengan meningkatkan solusi logistik nasional dan mendorong kerja sama skala global,” tegas Iwan.
Pasar Indonesia: Magnet Baru Asia Tenggara
Pihak China menyambut hangat inisiatif ini. Shi Wei, Sekretaris Jenderal China Apparel Logistics Association (CFLP), melihat adanya peluang emas untuk ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Pasar Indonesia yang terus berkembang menawarkan potensi besar. Kami melihat peluang kolaborasi untuk menciptakan ekosistem logistik dan e-commerce yang lebih efisien bagi kedua negara,” ujar Shi Wei.
Sebagai informasi, asosiasi di bawah naungan CFLP ini membawahi sektor-sektor kunci seperti fesyen, kecantikan, hingga tekstil rumah tangga di China. Kehadiran delegasi dari perusahaan besar seperti Mercury Home Textiles, Bosideng, Xtep, Lancy, hingga Urban Beauty dalam program ini menjadi bukti nyata ketertarikan investor China terhadap infrastruktur J&T Express di Indonesia.
Inovasi Pusat Sortir: Kunci Efisiensi Logistik
Dalam rangkaian kunjungannya, para delegasi diajak meninjau langsung fasilitas logistik J&T Express, mulai dari drop point hingga pusat sortir otomatis yang canggih. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana inovasi logistik dapat mempercepat arus distribusi barang di pasar e-commerce yang sangat dinamis.
Melalui langkah ini, J&T Express tidak hanya sekadar mengirim paket, tetapi berperan aktif dalam membangun ekosistem rantai pasok yang andal bagi industri gaya hidup dan ekonomi digital nasional.(*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar