Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Road to IGO, Tonggak Baru Perjalanan Artistik Igo Rizqullah di IFI Yogyakarta

Road to IGO, Tonggak Baru Perjalanan Artistik Igo Rizqullah di IFI Yogyakarta

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Di sebuah ruang seni yang sarat makna di kawasan Jalan Sagan, Institut Français Indonesia Yogyakarta (IFI-LIP) menghadirkan sebuah perjalanan visual yang intim dan reflektif melalui pameran tunggal bertajuk Road to IGO. Pameran yang berlangsung dari 16 Februari hingga 15 Maret 2026 ini menjadi panggung penting bagi seniman muda Igo Rizqullah Iskandar, perupa asal Sukabumi, untuk memperkenalkan fase terbaru dalam perjalanan kreatifnya kepada publik seni di Yogyakarta.

Bagi Igo, pameran ini bukan sekadar peristiwa artistik, melainkan sebuah catatan perjalanan—sebuah upaya merekam jejak pengalaman, pikiran, dan perasaan yang selama ini tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Judul Road to IGO mencerminkan proses pencarian identitas, perjalanan menuju pemahaman diri, sekaligus refleksi tentang bagaimana seorang seniman membentuk suaranya di tengah dunia yang terus berubah.

Di dalam ruang galeri, pengunjung disambut oleh rangkaian karya yang terdiri dari enam gambar di atas kertas, delapan lukisan di atas kanvas, serta sebuah instalasi kolaboratif bersama seniman Soni Irawan. Karya-karya tersebut menampilkan dunia visual yang kaya akan simbol, dipenuhi figur-figur yang tampak hidup dalam ruang antara kenyataan dan imajinasi. Sosok manusia, hewan yang tengah mengalami perubahan bentuk, elemen tumbuhan, serta potongan anatomi tubuh muncul dalam komposisi yang padat namun tetap terjaga keseimbangannya.

Garis menjadi elemen paling dominan dalam karya Igo. Garis-garis itu hadir bukan hanya sebagai pembentuk objek, tetapi juga sebagai penanda emosi dan alur pemikiran. Ia bergerak bebas, terkadang spontan, terkadang terkontrol, menciptakan ritme visual yang khas. Dalam beberapa karya, garis-garis tersebut tampak seperti aliran energi yang menghubungkan satu bentuk dengan bentuk lain, menciptakan kesan bahwa semua elemen berada dalam satu ekosistem yang saling berkaitan.

Baca Juga : Dari Mental Health Hingga Operasi Medis: Jejak Abadi Tiga RS PKU Muhammadiyah Menjaga Napas Masyarakat Jogja

Pilihan warna yang cerah dan kontras memperkuat karakter visual karyanya. Warna-warna tersebut menghadirkan nuansa dinamis, terinspirasi dari estetika budaya populer, namun tetap menyimpan kedalaman makna. Di balik tampilan yang semarak, terdapat refleksi tentang pengalaman manusia—tentang ketakutan, harapan, perubahan, dan upaya untuk memahami diri sendiri.

Yang membuat pameran ini semakin unik adalah pendekatan tata ruang yang melibatkan pengunjung secara langsung. Sebuah garis hitam digambar memanjang di lantai dan dinding galeri, membentuk jalur yang dapat diikuti pengunjung saat menjelajahi ruang pamer. Garis ini menjadi metafora perjalanan—sebuah jalur yang tidak selalu lurus, penuh belokan, dan terkadang sulit dipahami. Di beberapa bagian, garis tersebut berubah menjadi teks dalam bahasa Jawa dan Inggris, menghadirkan lapisan makna tambahan yang mendorong pengunjung untuk membaca, merenung, dan menafsirkan.

Perjalanan menuju pameran ini berawal dari sebuah pertemuan yang sederhana namun bermakna di Jogja National Museum. Saat itu, Igo tengah menggambar bersama rekannya, Erwan Hersisusanto, ketika karyanya menarik perhatian seseorang yang kemudian membuka peluang baginya untuk berpameran di IFI-LIP. Dari momen spontan tersebut, sebuah pintu terbuka—membawa Igo menuju kesempatan untuk memperkenalkan karyanya kepada audiens yang lebih luas.

Dalam prosesnya, Igo juga mendapat dukungan dari SAFARI Studio, sebuah kolektif seniman yang turut membantu mengembangkan konsep dan presentasi pameran. Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya ruang bersama dalam dunia seni—bahwa di balik setiap karya, terdapat jaringan relasi, dialog, dan dukungan yang memungkinkan sebuah gagasan tumbuh dan terwujud.

Baca Juga : BAIQMARKET di Jogja: Fokus Fashion Wanita Harga Terjangkau, Siap Rebut Pasar Ramadan dan Lebaran

Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bentuk komitmen IFI dalam mendukung seniman muda dan membuka ruang bagi munculnya perspektif baru dalam seni rupa kontemporer. Ia melihat Road to IGO sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang, serta peluang untuk membangun kolaborasi lintas disiplin di masa depan.

Selain menampilkan karya, pameran ini juga menghadirkan sesi open studio dan live painting, di mana pengunjung dapat menyaksikan langsung proses kreatif Igo. Dalam sesi tersebut, publik dapat melihat bagaimana sebuah karya lahir—dari garis pertama yang sederhana hingga menjadi komposisi visual yang kompleks. Proses ini memperlihatkan bahwa seni bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang perjalanan, eksperimen, dan keberanian untuk terus mencoba.

Kehadiran Road to IGO di Yogyakarta memiliki makna tersendiri. Kota ini telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan seni rupa di Indonesia, tempat di mana berbagai gagasan, gaya, dan generasi seniman bertemu. Dengan menggelar pameran tunggal di kota ini, Igo tidak hanya memperkenalkan karyanya, tetapi juga menempatkan dirinya dalam percakapan yang lebih luas tentang seni, identitas, dan masa depan.

Melalui karya-karyanya, Igo mengajak pengunjung untuk melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang terus berlangsung. Tidak selalu mudah, tidak selalu jelas, tetapi selalu bergerak. Setiap garis yang ditarik adalah langkah. Setiap bentuk yang muncul adalah pengalaman. Dan setiap karya adalah upaya untuk memahami diri sendiri di tengah dunia yang penuh perubahan.

Road to IGO menjadi penanda bahwa perjalanan seorang seniman tidak pernah benar-benar selesai. Ia terus berkembang, terus mencari, dan terus menemukan. Pameran ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah awal—awal dari perjalanan panjang yang masih terbuka, dan masih menunggu untuk dijelajahi. (Dani)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan komitmen kuatnya di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Wilayah ini resmi menjadi penyumbang pelanggan terbesar Indosat di seluruh Indonesia, dengan total 15,4 juta pelanggan hingga kuartal III 2025. Menanggapi kontribusi masif ini, Indosat Region Jawa Tengah & DIY melakukan ekspansi jaringan besar-besaran, menambahkan hampir 550 BTS 4G baru hanya […]

  • Pendapatan Telkom Tembus Rp 75,9 Triliun, Bisnis Seluler dan Infrastruktur Digital Jadi Penopang

    Pendapatan Telkom Tembus Rp 75,9 Triliun, Bisnis Seluler dan Infrastruktur Digital Jadi Penopang

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempertahankan tren pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026. Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, emiten berkode saham TLKM itu membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, naik 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Perbaikan kinerja tersebut diikuti dengan peningkatan profitabilitas. Telkom mencatat EBITDA […]

  • LKY Soroti Perlindungan Konsumen di DIY, Desak Pengesahan Perda dan Pembaharuan UU

    LKY Soroti Perlindungan Konsumen di DIY, Desak Pengesahan Perda dan Pembaharuan UU

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Perlindungan konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai membutuhkan penguatan serius di tengah perubahan pola transaksi yang semakin kompleks. Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendesak Pemerintah Daerah DIY dan DPRD DIY segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Konsumen sekaligus mendorong pemerintah pusat memperbarui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Desakan tersebut menjadi salah […]

  • Akselerasi Transformasi Digital: neuCentrIX Hadir di Jayapura, Mantapkan Papua sebagai Hub Digital Kawasan Timur

    Akselerasi Transformasi Digital: neuCentrIX Hadir di Jayapura, Mantapkan Papua sebagai Hub Digital Kawasan Timur

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional dengan meresmikan layanan edge data center terbarunya, neuCentrIX Jayapura. Peresmian fasilitas ini, yang dilakukan pada Kamis (4/12/2025), sekaligus mempertegas posisi strategis Papua sebagai simpul baru dan hub digital Kawasan Timur Indonesia. neuCentrIX Jayapura adalah fasilitas edge data center ketiga Telkom di Kawasan […]

  • Ditemukan Setelah 17 Hari, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Masih Utuh di Jurang 20 Meter

    Ditemukan Setelah 17 Hari, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Masih Utuh di Jurang 20 Meter

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Perjuangan tanpa lelah tim SAR gabungan dalam misi kemanusiaan di Gunung Slamet akhirnya mencapai titik akhir. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025, berhasil ditemukan pada Rabu (14/1/2026). ​Ali, siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian. Penemuan […]

  • “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tim bulutangkis Indonesia, yang dijuluki “Garuda Muda”, datang ke Yogyakarta dengan tekad membara. Dalam ajang Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 yang digelar dua pekan di GOR Among Rogo, Kepala Pelatih Pelatnas PBSI Mulyo Handoyo menargetkan gelar juara umum sebagai bentuk pembuktian kualitas pembinaan nasional. Mulyo Handoyo mengungkapkan bahwa tim telah menjalani persiapan […]

expand_less