Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » PERDOKJASI Luncurkan DPM, Jadi Tonggak Baru Kedokteran Asuransi Indonesia

PERDOKJASI Luncurkan DPM, Jadi Tonggak Baru Kedokteran Asuransi Indonesia

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Dalam momentum ulang tahun pertamanya, Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) meluncurkan Dewan Penasihat Medis (DPM) sebagai lembaga etik dan ilmiah yang akan menjadi penuntun arah sistem pembiayaan kesehatan nasional. Peluncuran ini berlangsung dalam forum FORESIGHT PERDOKJASI 2025 bertema “Kedokteran Asuransi sebagai Pilar Sistem Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia,” yang digelar di Kantor Pusat PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), AXA Tower, Kuningan City, Jakarta Selatan, Minggu (2/11/2025).

AXA Mandiri merupakan selaku salah satu pelaku industri asuransi yang berkolaborasi dengan PERDOKJASI. Semuanya dilakukan dalam rangka membangun sistem jaringan kesehatan nasional yang sehat dan berkelanjutan. Acara tersebut menghadirkan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK.

Dalam pidatonya secara virtual, Wamenkes Benjamin Octavianus menegaskan, transformasi pembiayaan kesehatan tidak hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan dan praktik medis dapat berjalan seiring dalam satu ekosistem yang berorientasi pada nilai.

“Kementerian Kesehatan sedang mengakselerasi transformasi sistem pembiayaan kesehatan nasional. Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk kesehatan harus memberi manfaat nyata bagi rakyat. Upaya ini hanya akan berhasil jika kebijakan dan profesi bekerja dalam satu sistem nilai yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran DPM PERDOKJASI adalah terobosan penting untuk memastikan keputusan medis tetap independen dan profesional di tengah dinamika pembiayaan dan klaim kesehatan.

“Dewan Penasihat Medis akan menjadi rujukan etik dan klinis dalam isu-isu penting seperti evaluasi klaim, telaah fraud, dan sengketa medik-asuransi. Dengan begitu, kita tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga martabat profesi dokter,” kata Wamenkes.

Sementara itu, dalam sesi kuliah yang disampaikannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Ghufron Mukti menilai, langkah PERDOKJASI sejalan dengan arah reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut Kedokteran Asuransi sebagai disiplin strategis yang menghubungkan ilmu kedokteran, aktuaria, dan kebijakan publik.

“Kedokteran Asuransi menjadi jembatan penting antara aspek medis dan tata kelola pembiayaan. Di sinilah peran DPM menjadi strategis: mengawal kendali mutu, kendali biaya, dan akuntabilitas klinis,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan JKN tidak hanya bergantung pada efisiensi manajemen, tetapi juga pada kapasitas dokter memahami risiko dan nilai dalam sistem asuransi sosial.

“Kita tidak sekadar bicara tentang biaya, tapi tentang keberlanjutan sistem. Dokter harus menjadi bagian dari solusi strategis dalam kebijakan pembiayaan berbasis bukti,” tegasnya.

Ketua Umum PERDOKJASI Marsma TNI (Purn) DR. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., Subsp.N-TB., Sp.KP., AAK menyampaikan, pidato inaugurasi yang menandai babak baru peran dokter Indonesia dalam sistem jaminan sosial dan perasuransian. Ia menegaskan, Kedokteran Asuransi bukan sekadar ilmu tambahan, tetapi gerakan moral profesi untuk menyeimbangkan aspek klinis, ekonomi, dan etik.

“Di balik setiap klaim ada cerita manusia, di balik setiap premi ada kepercayaan masyarakat, dan di balik setiap kebijakan biaya ada tanggung jawab etik profesi,” ujarnya.

Wawan Mulyawan menjelaskan, Dewan Penasihat Medis PERDOKJASI akan berfungsi menjaga integritas profesi dokter dalam setiap proses pembiayaan dan klaim kesehatan, memberikan nasihat etik dan ilmiah kepada regulator maupun industri, serta menjadi jembatan penyelesaian yang adil dan profesional antara dokter, pasien, rumah sakit, dan penyelenggara asuransi.

“DPM akan menjadi kompas etik dan ilmiah dari gerakan Kedokteran Asuransi – memastikan bahwa sistem perasuransian berjalan manusiawi, transparan, dan berkeadilan,” katanya.

Selain dua tokoh utama dari pemerintah dan BPJS, forum ini juga diisi oleh deretan narasumber lintas disiplin yang menjadi figur penting dalam pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia. Hadir memberikan pandangan strategis dan reflektif, antara lain Prof. Dr. Muchtaruddin Mansyur, MS., PKK., PGDRM., Sp.Ok., Subsp.ToksiKO(K)., Ph.D., pakar kedokteran okupasi; Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy, Sp.FK., pakar farmakologi klinik; Prof. DR. Dr. Herkutanto, Sp.FM., Subsp.FK(K)., SH., LLM., FACLM., pakar kedokteran forensik dan medikolegal; dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH., HIA., AAK., ekonom kesehatan senior dan arsitek JKN; DR. Dr. Andi Afdal Abdullah, MBA., AAK., Ketua Umum PAMJAKI; serta dr. Dessy Kusumayati, AAAIJ., AAK., UND., CRGP., AMRP., Ketua Umum PERUJI. Kehadiran para tokoh lintas bidang ini memperkaya dialog strategis antara profesi, industri, dan akademisi.

“AXA Mandiri menyambut positif forum FORESIGHT PERDOKJASI 2025 dan mengapresiasi inisiatif PERDOKJASI dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin untuk membangun sistem jaringan kesehatan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kedokteran asuransi memiliki peran strategis dalam menjembatani aspek medis dan finansial, serta memastikan keberlanjutan sistem jaminan sosial di Indonesia,” kata Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama dalam sambutan pembukanya di pergerlaran FORESIGHT PERDOKJASI 2025.

Peluncuran DPM ini menandai langkah konkret PERDOKJASI dalam memperkuat posisi dokter sebagai garda depan tata kelola sistem kesehatan nasional. Selama setahun berdiri, organisasi ini konsisten mengusung visi “Bridging Medicine with Finance” – menjembatani dunia kedokteran dengan sistem pembiayaan jaminan sosial dan asuransi. Melalui forum FORESIGHT, PERDOKJASI mempertegas peran strategis profesi dokter tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga di ruang kebijakan dan tata kelola sistem kesehatan.

“Kedokteran Asuransi adalah arah, dan Dewan Penasihat Medis adalah kompasnya. Dari sini, kita mulai melahirkan generasi dokter yang bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga menyembuhkan sistem,” pungkas Wawan.(*)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sulap Sampah Jadi Berkah, Tiga Inovator Sosial dari Jogja hingga Probolinggo Juarai Kompetisi CIMB Niaga

    Sulap Sampah Jadi Berkah, Tiga Inovator Sosial dari Jogja hingga Probolinggo Juarai Kompetisi CIMB Niaga

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tiga inovator sosial dari Yogyakarta, Pasuruan, dan Probolinggo berhasil “menyulap” barang-barang tak terpakai—mulai dari botol plastik, limbah kayu, hingga kulit kerang—menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ide cemerlang mereka sukses menyingkirkan lebih dari 500 pendaftar lainnya dan dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang Community Link #JadiNyata 2025 yang digelar PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kompetisi […]

  • Viral Video Ritual Zikir di Kaki Candi Prambanan, Pengelola Minta Maaf dan Perketat Pengawasan

    Viral Video Ritual Zikir di Kaki Candi Prambanan, Pengelola Minta Maaf dan Perketat Pengawasan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Jagat media sosial baru-baru ini dikejutkan oleh unggahan akun Instagram _thinksmart.id yang memperlihatkan sekelompok pengunjung melakukan ritual keagamaan di area Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, nampak rombongan yang mengenakan busana serba putih dan bersurban sedang duduk khidmat melakukan zikir di salah satu bagian kaki candi. Pemandangan ini mencolok […]

  • LAZ Al Azhar Yogyakarta Siap Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Anak Yatim dan Dhuafa

    LAZ Al Azhar Yogyakarta Siap Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kebermanfaatan sosial melalui program Gerakan Orang Tua Asuh (GOTAS) di Pondok Yatim dan Dhuafa Al Hafidh Yogyakarta. Program ini mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari perjuangan membangun masa depan anak-anak yatim dan dhuafa melalui dukungan biaya hidup, pendidikan dan memberikan […]

  • Trafik Data Melonjak Double Digit, Teknologi AI Jaga Keandalan Jaringan Indosat di Jateng & DIY

    Trafik Data Melonjak Double Digit, Teknologi AI Jaga Keandalan Jaringan Indosat di Jateng & DIY

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Konsumsi digital masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan rekor baru sepanjang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melaporkan adanya kenaikan trafik data nasional sebesar 15% dibandingkan hari biasa, dan melonjak lebih dari 20% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Khusus di wilayah Regional […]

  • Taru Martani Serap 44 Lulusan Terbaik melalui Program MagangHub Kemnaker

    Taru Martani Serap 44 Lulusan Terbaik melalui Program MagangHub Kemnaker

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Taru Martani, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyerapan tenaga kerja produktif di Indonesia. Kali ini, perusahaan tersebut menjadi salah satu lokasi utama program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Batch II, menyerap 44 lulusan sarjana terbaik. ​Program magang bergengsi ini resmi dimulai pada Senin, 24 November […]

  • Kubro Siswo: “Workout” Tradisional asli Sleman, Ternyata Punya Karakter Olahraga Sekelas Atlet

    Kubro Siswo: “Workout” Tradisional asli Sleman, Ternyata Punya Karakter Olahraga Sekelas Atlet

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Siapa sangka, gerakan rancak dan enerjik dalam kesenian tradisional Kubro Siswo bukan sekadar tarian estetis? Riset terbaru dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengungkap bahwa kesenian khas Sleman ini menyimpan “DNA” olahraga yang kuat, mulai dari disiplin tinggi hingga semangat patriotisme. Temuan menarik ini dipaparkan oleh Dr. Syukron Arif Muttaqin, SE, MAP, dalam ujian terbuka […]

expand_less