Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » RAT 2025 Kospin Jasa Cetak Rekor, Aset Naik ke Rp7,33 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi

RAT 2025 Kospin Jasa Cetak Rekor, Aset Naik ke Rp7,33 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi

  • account_circle Warjono
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Kospin Jasa kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi global. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025, koperasi ini mencatatkan total aset sebesar Rp7,33 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, yang menilai Kospin Jasa sebagai contoh nyata koperasi besar yang dikelola secara profesional, sehat, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Lampaui Target di Tengah Perlambatan

Sepanjang 2025, Kospin Jasa berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan. Dari target aset Rp7,31 triliun, realisasi mencapai Rp7,33 triliun atau meningkat sekitar 34 persen dari rencana awal.

Kinerja intermediasi juga menunjukkan hasil positif. Target simpanan dan pembiayaan sebesar Rp4,74 triliun terealisasi hingga Rp5,6 triliun.

Menurut Ferry Juliantono, capaian tersebut menjadi bukti bahwa koperasi mampu berkembang menjadi lembaga keuangan yang kompetitif jika dikelola dengan tata kelola yang baik.

“Kinerja seperti ini menunjukkan koperasi Indonesia mampu tumbuh besar dan menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.

RAT tahun ini digelar secara hybrid untuk mengakomodasi partisipasi ratusan ribu anggota dari berbagai wilayah.

Tantangan 2025 Jadi Momentum Perbaikan

Ketua Kospin Jasa, H.M. Andy Arslan Djunaid, mengakui bahwa tahun 2025 tidak sepenuhnya berjalan mudah akibat perlambatan ekonomi hingga semester ketiga serta ketidakpastian global.

Meski demikian, koperasi tetap mampu mencatatkan laba dan menjaga stabilitas kinerja.

“Insyaallah pada 2026 kami akan bekerja lebih keras agar target yang diamanahkan anggota bisa tercapai lebih optimal,” katanya.

Selain evaluasi kinerja, forum RAT juga menyepakati sejumlah langkah penguatan organisasi, termasuk penyesuaian kepengurusan dan peningkatan partisipasi anggota melalui sistem digital.

Pemerintah Percepat Ekosistem Koperasi Desa

Dalam arah kebijakan nasional, Kementerian Koperasi tengah mendorong penguatan koperasi desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini telah terbentuk lebih dari 83.000 badan hukum koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Sebanyak 30.000 koperasi di antaranya sedang dalam tahap pembangunan fasilitas dan ditargetkan mulai beroperasi pada April mendatang.

Koperasi desa akan mengelola berbagai unit usaha strategis, mulai dari ritel kebutuhan pokok, layanan kesehatan, simpan pinjam, hingga logistik dan pengembangan produk unggulan desa.

Jika berjalan optimal, program ini diperkirakan mampu menciptakan puluhan ribu pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Dorong Modernisasi dan Regulasi Baru

Seiring perkembangan industri keuangan digital, Kospin Jasa juga aktif mendorong pembaruan Undang-Undang Perkoperasian yang masih mengacu pada regulasi tahun 1992. Aturan baru diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi koperasi untuk berinovasi dan bersaing secara setara.

Selain itu, Kospin Jasa terus memperkuat transformasi melalui pemisahan unit konvensional dan syariah (spin-off) sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.

Dengan usia 52 tahun untuk unit konvensional dan tiga tahun untuk unit syariah, manajemen optimistis kedua entitas dapat tumbuh lebih fokus dan berkelanjutan.

Optimisme Koperasi di Tahun Pemulihan

RAT 2025 menegaskan posisi Kospin Jasa sebagai salah satu koperasi besar yang tetap solid di tengah tekanan ekonomi. Dukungan terhadap program pemerintah, penguatan digitalisasi, serta komitmen tata kelola profesional menjadi modal penting menghadapi 2026.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa koperasi masih menjadi pilar utama ekonomi rakyat dan memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan nasional dari desa hingga kota. (*) 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keamanan dana nasabah di perbankan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Per September 2025, tercatat sebanyak 9,07 juta rekening simpanan di DIY berada dalam perlindungan LPS, dengan total nilai simpanan mencapai Rp 63,16 triliun. Fakta ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, dalam acara Media Update […]

  • LAZISMU DIY Dinobatkan Jadi LAZISMU Terbaik Nasional 2025: Bukti Inovasi Filantropi Berdampak

    LAZISMU DIY Dinobatkan Jadi LAZISMU Terbaik Nasional 2025: Bukti Inovasi Filantropi Berdampak

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LAZISMU DIY) kembali mengukir prestasi membanggakan. Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LAZISMU 2025 yang digelar meriah pada 6–9 November 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, LAZISMU DIY secara resmi ditetapkan sebagai LAZISMU Terbaik Nasional Tahun 2025. ​Penghargaan tertinggi ini menegaskan posisi LAZISMU DIY sebagai […]

  • DRW Corporation Genap 10 Tahun, Luncurkan DRW Prime dan Siapkan Investasi Raksasa dari Pabrik Hingga Hotel Mewah

    DRW Corporation Genap 10 Tahun, Luncurkan DRW Prime dan Siapkan Investasi Raksasa dari Pabrik Hingga Hotel Mewah

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Perayaan satu dekade DRW Skincare bukan sekadar momen nostalgia. Ini adalah deklarasi DRW Corporation memasuki “tahun pendewasaan” dan penegasan statusnya sebagai holding bisnis yang ambisius. Tanda mata terbesar dari fase baru ini adalah peluncuran DRW Prime, sebuah klinik estetika premium di Gejayan, Yogyakarta, yang menjadi simbol investasi masa depan brand. ​Pendiri DRW Skincare, dr. […]

  • Gandeng Bank Mandiri Taspen, AXA Mandiri Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia

    Gandeng Bank Mandiri Taspen, AXA Mandiri Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dan Bank Mandiri Taspen menggelar talkshow bertajuk Lebih Sehat, Lebih Cermat, Lebih Mandiri – Sadari Kanker Payudara Sejak Dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara serta kesiapan finansial menghadapi risiko […]

  • Libur Nataru Tanpa Hambatan: CIMB Niaga Siagakan Layanan Digital dan Tebar Promo Fantastis

    Libur Nataru Tanpa Hambatan: CIMB Niaga Siagakan Layanan Digital dan Tebar Promo Fantastis

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi momen yang paling dinanti masyarakat untuk traveling atau sekadar berkumpul bersama keluarga. Memahami tingginya kebutuhan transaksi di periode tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memastikan layanan perbankan digitalnya tetap prima meski kantor cabang konvensional memasuki masa libur operasional. Selama periode libur […]

  • ​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

    ​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah dana mengendap pemerintah daerah (Pemda) di perbankan dengan data Bank Indonesia (BI). Alih-alih mendapatkan pembenaran, laporan Tito justru memancing kecurigaan keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ​Purbaya mempertanyakan validitas temuan Mendagri. Ia berpendapat, perbedaan data ini lebih mencerminkan kelalaian Pemda dalam pencatatan […]

expand_less