Trafik Penumpang Melambung 10%, InJourney Hidupkan Nuansa Pecinan di Candi hingga Bandara
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 19 Feb 2026
- comment 0 komentar

Memeriahkan libur Imlek, pertunjukan barongsai ikut hadir di Candi Borobudur. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Momentum long weekend Tahun Baru Imlek 2026 menjadi catatan manis bagi industri pariwisata tanah air. Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, melaporkan lonjakan signifikan trafik wisatawan nusantara yang mencapai 1,85 juta penumpang di 37 bandara, naik sekitar 10% dari rata-rata normal.
Keberhasilan ini tak lepas dari strategi “pelayanan dari hati” yang menghadirkan pengalaman tematik unik di seluruh lini bisnis, mulai dari kemegahan candi, pusat perbelanjaan ikonik, hingga hotel bintang lima.
“Kami berkomitmen memastikan setiap perjalanan wisatawan di aset InJourney menjadi lebih bermakna melalui kolaborasi erat ekosistem aviasi dan pariwisata,” ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono, Rabu (18/02/2026).
Barongsai Menari di Borobudur hingga Warisan Pecinan Sanur
Perayaan Imlek kali ini terasa istimewa dengan hadirnya pertunjukan spektakuler di situs warisan dunia. Candi Borobudur dan Prambanan mencuri perhatian ribuan pengunjung lewat agenda #ImlekdiCandi. Selama periode 14–17 Februari 2026, tercatat hampir 45.000 wisatawan memadati kawasan candi untuk menyaksikan liukan barongsai dari Paguyuban Panbers Jogja dan Naga Winongo. Dentuman drum dan simbal di tengah kemegahan candi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi simbol pengusiran nasib buruk dan penyambutan Tahun Kuda Api yang penuh semangat.
Tak kalah memukau, pengalaman kuliner bertajuk “Warisan Pecinan” di Bali Beach Hotel dan “The Lunar Season” di The Meru Sanur memanjakan lidah wisatawan dengan kurasi hidangan simbol kemakmuran seperti Yu Sheng. Sementara itu di Jakarta, TMII menjadi magnet wisata keluarga dengan atraksi Bian Lian dan Wushu Dance, serta Sarinah yang bertransformasi menjadi pusat perjalanan budaya melalui instalasi “Gema Prespera Nusantara” yang menggambarkan harmonisasi Tionghoa–Nusantara. Dengan pergerakan pesawat yang turut naik 7%, InJourney membuktikan bahwa integrasi layanan adalah kunci utama kebangkitan pariwisata nasional. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar