Transformasi Digital Pendidikan: Sekolah Muhammadiyah Sleman Siap Kuasai Ruang Publik via Konten Kreatif
- account_circle Warjono
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- comment 0 komentar

Puluhan perwakilan sekolah di lingkup Muhammadiyah mengikuti pelatihan pengelolaan media sosial. (dok MPI PDM Sleman)
TERAS MALIOBORO–Di era disrupsi informasi, media sosial bukan lagi sekadar platform berbagi foto, melainkan “wajah utama” yang menentukan reputasi sebuah institusi pendidikan. Menyadari hal tersebut, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bergerak cepat dengan menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam agenda strategis.
Melalui pelatihan bertajuk Pengelolaan Media Sosial bagi SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang digelar Selasa (11/2/2026) di Gedung Ki Bagus Hadikusumo, para pengelola sekolah dibekali “senjata” digital untuk memenangkan kepercayaan publik.
Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D. dari FEB UMY menekankan bahwa pengelolaan media sosial yang profesional adalah kunci memperkuat citra positif sekolah. “Tujuan kami adalah meningkatkan kesadaran guru dan staf bahwa media sosial yang kreatif dan terarah adalah investasi reputasi. Mereka harus mampu menganalisis hasil pengelolaan digital secara mandiri,” tegasnya.
Strategi Branding dan Teknik “Ngonten” yang Menjual
Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, S.E., mengungkapkan bahwa reputasi sekolah saat ini sangat bergantung pada kehadiran mereka di ruang digital. Pelatihan yang diikuti oleh 30 perwakilan humas dan tim digital ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya.
Rayna Akhsan, praktisi marketing branding, membedah tuntas strategi menjaga citra sekolah melalui konten yang informatif sekaligus memikat engagement tinggi. Tak hanya teori, peserta juga digembleng kemampuan teknis oleh Husein Rahman dari FEB UMY. Peserta diajarkan teknik pengambilan gambar sederhana hingga proses editing video menggunakan aplikasi Capcut untuk kebutuhan TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardiyanto, berharap sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan perguruan tinggi ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif. “Kami ingin sekolah Muhammadiyah di Sleman punya branding yang kuat dan daya saing tinggi di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat,” tuturnya.
Dengan pelatihan ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sleman kini tidak hanya fokus pada prestasi akademik di dalam kelas, tetapi juga siap tampil unggul dan berkemajuan di etalase dunia maya.(*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar