Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Cirebon kembali menjadi titik temu penting dalam peta perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Pada Minggu, 25 Januari 2026, Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) menjadi saksi pertemuan dua tokoh pesantren yang kini namanya kian menguat menjelang Muktamar ke-35 NU: KH Imam Jazuli dan KH Asep Saifuddin Chalim.

Di hadapan ratusan kader Pergunu Jawa Barat, pertemuan itu menghadirkan suasana yang jauh melampaui agenda silaturahmi biasa. Ada kesan kuat bahwa pesantren sedang berbicara tentang masa depan—tentang arah kepemimpinan NU yang diharapkan kembali berpijak pada kerja nyata dan kekuatan pendidikan.

Ketua Pergunu Kabupaten Cirebon, H Dasuki, menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting yang memperlihatkan denyut aspirasi akar rumput Nahdliyin. Menurutnya, kehadiran dua figur dengan rekam jejak panjang dalam transformasi pendidikan pesantren adalah sinyal bahwa NU tengah memasuki fase baru.

“Ini bukan sekadar pertemuan tokoh. Ini adalah pembacaan bersama tentang kebutuhan NU hari ini,” ujar Dasuki, Selasa (27/1/2026).

Pembacaan itu, lanjutnya, selaras dengan hasil polling PadasukaTV yang menempatkan pasangan KH Imam Jazuli dan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai figur yang paling diharapkan memimpin NU. Dukungan tersebut dinilai bukan lahir dari popularitas instan, melainkan dari konsistensi karya yang telah berlangsung puluhan tahun di dunia pesantren.

Menurut Dasuki, kekuatan utama duet ini terletak pada kesamaan pandangan bahwa masa depan NU ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. KH Asep melalui Amanatul Ummah telah membuktikan bahwa santri mampu bersaing di universitas terbaik dunia, sementara KH. Imam Jazuli melalui Bina Insan Mulia melakukan lompatan besar dengan mengirim ratusan alumni ke berbagai negara setiap tahun.

“Pesantren tidak lagi cukup menjadi benteng tradisi. Ia harus menjadi mesin peradaban. Itu yang mereka lakukan,” katanya.

Baca Juga : JNE Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi dan Siapkan Ekosistem Logistik Halal

Dalam forum tersebut, pendidikan menjadi kata kunci yang terus berulang. Kaderisasi, menurut Dasuki, bukan lagi soal regenerasi struktural semata, melainkan proyek besar menyiapkan santri sebagai aktor global—dokter, teknokrat, diplomat, dan ilmuwan—yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan  kebangsaan.

Pernyataan KH. Imam Jazuli yang menyentil orientasi NU pun menjadi perhatian. “NU jangan hanya sibuk mengurusi yang sudah wafat, tetapi harus hadir untuk yang masih hidup,” kata Dasuki mengutip sambutan KH. Imam yang disampaikan dengan nada tegas di hadapan kader.

Bagi Dasuki, kalimat itu adalah kritik sekaligus tawaran arah baru: NU harus menguatkan peran sosial-ekonomi warganya, memperluas akses pendidikan, dan menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di era global.

Ia menilai kekuatan duet KH Imam–KHAsep dapat dibaca dari tiga poros. Pertama, kemandirian pesantren yang menjamin independensi organisasi dari tekanan kepentingan politik. Kedua, soliditas poros Jawa Barat–Jawa Timur yang merepresentasikan jantung kultural NU. Ketiga, keseimbangan antara kedalaman spiritual dan ketajaman intelektual—sebuah kombinasi yang selama ini dirindukan warga NU.

“Yang satu dikenal progresif dalam manajemen dan kaderisasi global, yang lain kuat dalam laku spiritual sekaligus matang dalam organisasi. Ini bukan kombinasi instan,” ujarnya.

Dasuki menilai pertemuan di Cirebon sebagai momentum kembalinya NU kepada rumah besarnya: pesantren. Di tengah dinamika politik nasional, NU dinilai membutuhkan kepemimpinan yang lahir dari ruang asuh santri, bukan sekadar ruang negosiasi elite.

“Warga NU ingin pemimpin yang tumbuh dari pengabdian, bukan dari ambisi. Dan itu yang mereka lihat pada Kiai Imam dan Kiai Asep,” kata Dasuki.

Menurutnya, pertemuan tersebut adalah isyarat bahwa pesantren tengah menyiapkan NU untuk melangkah lebih jauh—bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memimpin perubahan.

“Jika Muktamar ke-35 ingin menjawab tantangan Indonesia Emas 2045, maka jawabannya ada pada pendidikan dan kemandirian. Dan dua hal itu sedang diperlihatkan dari Cirebon,” pungkasnya. (Chaidir)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tarik Mang”. Andong Wisata Yogyakarta Kini Terima QRIS, Padukan Tradisi dan Teknologi

    “Tarik Mang”. Andong Wisata Yogyakarta Kini Terima QRIS, Padukan Tradisi dan Teknologi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Transportasi tradisional khas Yogyakarta, andong wisata, kini resmi bertransformasi ke era digital. Dalam sebuah langkah kolaboratif yang signifikan, Bank Indonesia (BI) D.I.Yogyakarta, Bank Pembangunan Daerah D.I.Yogyakarta (BPD DIY), dan Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Program Digitalisasi Andong Wisata Kota Yogyakarta pada Rabu (5/11/2025). Inisiatif ini menandai tonggak penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah dan […]

  • Soroti Ancaman Merapi hingga Longsor, Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Kebencanaan untuk Sleman

    Soroti Ancaman Merapi hingga Longsor, Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Kebencanaan untuk Sleman

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Ancaman bencana yang membayangi wilayah lereng Merapi hingga kawasan rawan longsor menjadi perhatian serius Komisi VIII DPR RI. Dalam kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Sleman, Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan kesiapsiagaan bencana sekaligus meninjau langsung kesiapan daerah menghadapi berbagai potensi bencana alam. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (22/1/2026) di Ruang Rapat Sembada, Kantor […]

  • Kunci Keselamatan Jurnalis, MPW Pemuda Pancasila DIY Bekali Insan Pers Pelatihan Survival dan Proteksi Diri

    Kunci Keselamatan Jurnalis, MPW Pemuda Pancasila DIY Bekali Insan Pers Pelatihan Survival dan Proteksi Diri

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Puluhan jurnalis, anggota masyarakat umum, dan perwakilan organisasi kepemudaan mengikuti pelatihan penting bertajuk “Kunci Keselamatan Jurnalis: Pelatihan Survival dan Proteksi” yang diselenggarakan di Sekretariat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Candi Sambisari, Sleman. ​Pelatihan ini bertujuan membekali insan pers dengan kemampuan pengamanan diri yang mumpuni, mengingat profesi […]

  • Literasi Sejak Dini: Anak-anak KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari Belajar dari Para Pahlawan Profesi

    Literasi Sejak Dini: Anak-anak KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari Belajar dari Para Pahlawan Profesi

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Kamis pagi, 30 Oktober 2025, gedung KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari dipenuhi tawa ceria anak-anak. Mereka tampak antusias mengikuti puncak Bulan Bahasa bertema “Dari Kata-kata ke Cita-cita.” Acara ini bukan sekadar perayaan bahasa, tetapi juga upaya mengenalkan literasi dan cita-cita sejak dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Empat tamu istimewa hadir […]

  • Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok Karena Transaksi Luar Negeri Melonjak

    Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok Karena Transaksi Luar Negeri Melonjak

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Tren transaksi luar negeri nasabah Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan, seiring meningkatnya mobilitas global dan adopsi pembayaran digital. Sejalan dengan tren tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia untuk memperluas konektivitas QRIS lintas negara, salah satunya melalui ekspansi layanan QR Antar Negara ke Tiongkok di […]

  • Bank Mandiri Taspen Apresiasi Kunjungan Nasabah, Operasional Berjalan Normal

    Bank Mandiri Taspen Apresiasi Kunjungan Nasabah, Operasional Berjalan Normal

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri Taspen mengapresiasi kunjungan sejumlah nasabah ke kantor cabang Purwokerto, yang ingin mempertanyakan perkembangan kasus penipuan yang mereka alami. Manajemen telah melakukan dialog yang konstruktif dengan memberikan penjelasan kepada nasabah. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Taspen Tulus P. Hutarabat, perusahaan memahami kondisi yang dialami para nasabah yang menjadi korban pada kasus […]

expand_less