Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Gandeng BSI, Mandiri Sekuritas, Pegadaian, dan Deutsche Bank, Mandiri Investasi Hadirkan Reksa Dana Bursa Emas Syariah Pertama di Indonesia

Gandeng BSI, Mandiri Sekuritas, Pegadaian, dan Deutsche Bank, Mandiri Investasi Hadirkan Reksa Dana Bursa Emas Syariah Pertama di Indonesia

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO  – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) terus mematangkan rencana peluncuran Reksa Dana Bursa Syariah berbasis emas atau biasa dikenal ETF Emas, yang ditargetkan mengawali tahun depan.

Kali ini, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) melanjutkan langkah strategis ini bersama dengan PT Pegadaian dan Deutsche Bank melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Senin (08/12/2025). Sebelumnya MMI menjalin kerja sama strategis dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama untuk Reksa Dana Bursa (RDB) Emas Syariah, serta Bank Syariah Indonesia sebagai mitra Bullion Bank akan mengawali kolaborasi melalui eksplorasi potensi pengembangan, pembentukan, peluncuran, sampai dengan pengelolaan produk investasi berbasis emas yang inovatif.

Dalam beberapa bulan terakhir, Mandiri Investasi, Mandiri Sekuritas, BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank telah melakukan persiapan teknis secara intensif. Mulai dari finalisasi mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas fisik, tata kelola kustodian, infrastruktur perdagangan RDB, hingga memastikan kesesuaian struktur produk dengan prinsip syariah. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk memastikan produk siap diluncurkan segera setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang Reksa Dana Berbentuk KIK yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek dengan aset yang mendasari berupa emas, yang saat ini memasuki tahap finalisasi. Mandiri Investasi menargetkan peluncuran RDB Emas Syariah dilakukan sesaat setelah regulasi tersebut resmi dirilis.

Langkah peluncuran RDB Emas Syariah juga diperkuat oleh rekam jejak Mandiri Investasi dalam mengelola 14 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan underlying berupa Reksa Dana Bursa / ETF emas global.

Pengalaman tersebut memberikan fondasi teknis yang kuat bagi Mandiri Investasi untuk menghadirkan produk RDB Emas domestik yang memenuhi standar internasional sekaligus selaras dengan prinsip syariah.

Sesuai MoU terbaru, Pegadaian akan berperan sebagai Bullion Bank.Sedangkan Deutsche Bank akan berperan sebagai Bank Kustodian.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menjelaskan, Pegadaian akan menyediakan dan menyimpan emas fisik yang menjadi underlying RDB Emas Syariah Mandiri Investasi. Dengan posisi sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia dan rekam jejak panjang dalam ekosistem emas nasional, Pegadaian siap mendukung kehadiran produk RDB Emas Syariah yang lebih aman, terjangkau, dan mudah diakses.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung pemerintah memperkuat ekosistem industri emas nasional serta memperluas layanan emas bagi masyarakat,” ujar Selfie, usai penandatangan MoU.

Kerja sama yang akan dilakukan dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian diharapkan meningkatkan kepercayaan investor melalui tata kelola yang kuat. Bank investasi global tersebut memiliki pengalaman panjang dalam mengadministrasikan transaksi ETF berbasis efek dan berbasis emas di berbagai pasar internasional.

“Dengan pengalaman global dan infrastruktur yang kuat, kami memastikan pengadministrasian Reksa Dana dilakukan sesuai standar tertinggi demi menjaga kepercayaan investor serta mendukung perkembangan industri pasar modal,” jelas Samir Shivaji Dhamankar, Head of Corporate Bank Indonesia and Head of Trust & Securities Services ASEAN Deutsche Bank.

Direktur Mandiri Investasi Ernawan Rahmat Salimsyah CFA menegaskan, kolaborasi strategis ini ditujukan untuk menghadirkan ekosistem RDB Emas Syariah yang likuid, terjangkau, dan mudah diperdagangkan layaknya saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk ini dirancang memiliki underlying emas fisik murni yang tersimpan di Bullion Bank dan memenuhi prinsip syariah sesuai Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Selain efisiensi dan transparansi yang menjadi keunggulan RDB, Ernawan menekankan bahwa produk ini juga dirancang mengikuti dinamika harga emas domestik maupun global dengan biaya per unit penyertaan yang kompetitif.

“RDB Emas Syariah yang akan kami luncurkan dapat menjadi solusi investasi modern dibandingkan menyimpan emas fisik. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan sangat relevan bagi investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” ujarnya.

Mandiri Investasi optimistis produk ini akan mendapat sambutan kuat dari investor institusi maupun ritel, serta menjadi katalis pertumbuhan AUM perusahaan pada 2026. Hingga 4 Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi telah melampaui Rp 80 triliun dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.

Sebagai manajer investasi nasional yang menyediakan 54 produk investasi—mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, alternatif, hingga produk dengan strategi pasif, yaitu ETF Mandiri ETF LQ45, dan Mandiri ETF SRI-KEHATI serta Reksa Dana Indeks yaitu Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG dan Mandiri Investa Indeks Obligasi Negara, kehadiran RDB Emas Syariah akan melengkapi portofolio RDB Mandiri Investasi. Seluruh produk tersebut telah dipasarkan melalui 43 APERD, termasuk mitra distribusi di Singapura.(*)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AYWS, Sekolah Islam Profesional dengan Layanan Psikologi Terintegrasi

    AYWS, Sekolah Islam Profesional dengan Layanan Psikologi Terintegrasi

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Perubahan zaman yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Tekanan akademik, pengaruh gadget, hingga persoalan sosial-emosional membuat siswa tidak lagi cukup hanya dibekali kemampuan kognitif. Dalam konteks ini, keberadaan layanan psikologi di sekolah kini dinilai bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan yang mendesak. Fenomena tersebut mulai disadari oleh sejumlah lembaga pendidikan, […]

  • AYWS Resmi Luncurkan Wellness School, Jawab Tantangan Pendidikan Abad 21

    AYWS Resmi Luncurkan Wellness School, Jawab Tantangan Pendidikan Abad 21

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari krisis kesehatan mental, kelelahan sosial, perubahan iklim, hingga banjir informasi digital, menuntut pendekatan pendidikan yang tidak lagi semata mengejar prestasi akademik. Menjawab kebutuhan itu, Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) secara resmi meluncurkan konsep Wellness School dalam Stadium General bertajuk “Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia”, Selasa […]

  • Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026) sore, berujung tragedi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terseret arus deras saat melintas di jalan raya Bojong dan ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. Korban diketahui bernama Ajun Arman Permadi (17), warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban […]

  • Road to IGO, Tonggak Baru Perjalanan Artistik Igo Rizqullah di IFI Yogyakarta

    Road to IGO, Tonggak Baru Perjalanan Artistik Igo Rizqullah di IFI Yogyakarta

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Di sebuah ruang seni yang sarat makna di kawasan Jalan Sagan, Institut Français Indonesia Yogyakarta (IFI-LIP) menghadirkan sebuah perjalanan visual yang intim dan reflektif melalui pameran tunggal bertajuk Road to IGO. Pameran yang berlangsung dari 16 Februari hingga 15 Maret 2026 ini menjadi panggung penting bagi seniman muda Igo Rizqullah Iskandar, perupa […]

  • Larangan Impor 12 Komoditas Berlaku: Pakar UGM Ingatkan Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan

    Larangan Impor 12 Komoditas Berlaku: Pakar UGM Ingatkan Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pemerintah resmi memberlakukan larangan impor terhadap 12 komoditas pangan dan non-pangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2025. Kebijakan ini mencakup komoditas strategis mulai dari gula, beras, hingga pakaian bekas dan barang elektronik berbasis sistem pendingin. Merespons kebijakan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Subejo, memberikan catatan kritis. […]

  • Soroti Ancaman Merapi hingga Longsor, Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Kebencanaan untuk Sleman

    Soroti Ancaman Merapi hingga Longsor, Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Kebencanaan untuk Sleman

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Ancaman bencana yang membayangi wilayah lereng Merapi hingga kawasan rawan longsor menjadi perhatian serius Komisi VIII DPR RI. Dalam kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Sleman, Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan kesiapsiagaan bencana sekaligus meninjau langsung kesiapan daerah menghadapi berbagai potensi bencana alam. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (22/1/2026) di Ruang Rapat Sembada, Kantor […]

expand_less