Gebrakan AI di Kota Pelajar, Telkom dan Google Sulap Pendidikan Yogyakarta Jadi Berstandar Global
- account_circle Warjono
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersinergi dengan Google Indonesia memperkenalkan revolusi digitalisasi pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui gelaran "Shaping the Future of Learning" di Yogyakarta, 3 Februari 2026. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Wajah pendidikan di Yogyakarta bersiap memasuki era baru yang lebih cerdas. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersinergi dengan Google Indonesia memperkenalkan revolusi digitalisasi pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui gelaran “Shaping the Future of Learning” di Yogyakarta, 3 Februari 2026.
Kolaborasi ini menegaskan peran Telkom yang kini bertransformasi menjadi digital transformation enabler. Tidak lagi sekadar penyedia internet, Telkom hadir membawa solusi end-to-end yang mengintegrasikan konektivitas stabil dengan ekosistem Google Workspace for Education serta kecanggihan kecerdasan buatan.
Inovasi AI CoE: Membangun Budaya Inovator di Sekolah
General Manager Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Agus Faisal, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari peluncuran Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Program ini mengusung empat pilar utama: AI Campus, AI Playground, AI Connect, dan AI Hub.
“Telkom hadir untuk menyelaraskan visi institusi pendidikan dengan tren teknologi global. Kami ingin sekolah dan kampus di Yogyakarta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga muncul sebagai inovator yang mampu mencetak talenta berdaya saing global,” ujar Agus Faisal.
Implementasi AI di lingkungan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pengajaran, mulai dari personalisasi materi ajar hingga efisiensi administrasi melalui solusi seperti Gemini Enterprise dan Gemini AI Pro.
Kisah Sukses: Dari Smart Campus Hingga Google Reference School
Transformasi ini bukan sekadar wacana. Sejumlah praktisi pendidikan telah membuktikan efisiensi adopsi teknologi Google dan Telkom. Direktur Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (UII), Mukhammad Andri Setiawan, Ph.D., memaparkan bagaimana ekosistem digital telah berhasil membangun budaya kolaborasi yang lebih terintegrasi di lingkungan kampus.
Di jenjang pendidikan dasar dan menengah, Febriandrini Kumala dari SMP Lazuardi Al-Falah GCS Klaten membagikan keberhasilan sekolahnya menjadi Google Reference School. Menurutnya, penggunaan teknologi membuat pembelajaran menjadi jauh lebih kreatif.
“Penerapan teknologi di kelas membuat materi ajar menjadi lebih personal, sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks,” ungkap Febriandrini.
Dengan dukungan infrastruktur jaringan Telkom yang kuat dan kecanggihan AI Google, Yogyakarta diharapkan menjadi pionir ekosistem pendidikan inklusif dan berbasis teknologi terdepan di Indonesia. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar