Lazismu RS PKU Muhammadiyah Lipat Gandakan Santunan THR untuk Ratusan Pekerja Jalanan
- account_circle Warjono
- calendar_month Jum, 13 Mar 2026
- comment 0 komentar

Lazismu RS PKU Muhammadiyah menyalurkan bantuan THR dan paket sembako untuk dhuafa. (humas RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta)
TERAS MALIOBORO–RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping melalui Kantor Layanan Lazismu membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kesejahteraan umat. Pada Kamis (12/3/2026), lembaga ini menyalurkan dana segar sebesar Rp255 juta lebih dalam wujud Tunjangan Hari Raya (THR) dan paket sembako premium. Aksi ini menyasar ratusan warga dhuafa yang selama ini menjadi saksi bisu denyut nadi aktivitas rumah sakit, mulai dari pengemudi ojek online hingga pedagang asongan.
Ketua Kantor Layanan Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping, Tawakal Akbar Darojad, menegaskan bahwa pihaknya terus menambah kuota penerima manfaat setiap tahunnya. Langkah ini merupakan bentuk rasa syukur atas perkembangan pesat RS PKU Muhammadiyah.
“Kami melibatkan paguyuban tukang becak, pengemudi ojol, hingga pedagang kaki lima agar mereka turut merasakan manisnya berkah Ramadan,” ujar Tawakal saat membagikan bantuan di area RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Tawakal Akbar Darojat. (istimewa)
Dari Paket Sembako hingga Apresiasi Guru SLB
Setiap warga menerima “kado Lebaran” berupa uang tunai THR sebesar Rp125.000 dan paket parsel sembako senilai Rp250.000. Lazismu tidak hanya menyasar warga luar, tetapi juga memuliakan garda pendukung internal seperti petugas kebersihan (cleaning service) dan juru parkir. Tawakal berharap bantuan ini menjadi stimulan bagi ekonomi keluarga para penerima agar mereka bisa menyambut Idulfitri dengan hati yang tenang dan bahagia.
Program berbagi THR ini melengkapi deretan panjang agenda kemanusiaan Lazismu RS PKU Muhammadiyah sepanjang Ramadan 1447 H. Sebelumnya, mereka telah menggelar program “Sapa Klinik” ke pelosok DIY, memberikan santunan “Peduli Guru”, hingga menjamu siswa SLB Muhammadiyah se-DIY dalam acara buka puasa bersama yang mewah. Konsistensi ini mempertegas peran RS PKU Muhammadiyah bukan hanya sebagai pusat penyembuhan medis, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial yang inklusif. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar