Jogja Jadi Pusat Inovasi Industri Kreatif Lewat Tiga Pameran Besar Jogja Food & Beverage Expo 2026
- account_circle Warjono
- calendar_month Jum, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar

CEO Krista Exhibitions Daud D Salim bersama sejumlah narasumber press conferensi event Jogja Fodd & Baverage Expo 2026 di Yogyakarta. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kuliner dan kreativitas nasional, dengan menjadi tuan rumah tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah, yakni Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process Expo 2026. Ketiga ajang ini akan digelar secara bersamaan pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC), menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menggabungkan inovasi, teknologi, dan peluang bisnis dalam satu panggung besar.
Penyelenggaraan ini menjadi kali kedua Yogyakarta dipercaya sebagai tuan rumah, sekaligus memperkuat citranya sebagai ibu kota kuliner Indonesia yang didukung ribuan pelaku UMKM kreatif. Ketiga pameran tersebut dirancang saling melengkapi, untuk membangun ekosistem industri yang solid, mulai dari sektor makanan dan minuman, pengemasan, hingga grafika.
Jogja Food & Beverage Expo 2026 akan menampilkan beragam inovasi di sektor pangan, mencakup teknologi pengolahan makanan, peralatan dapur profesional, bahan baku berkualitas, hingga functional ingredients.
Sementara itu, Jogja Pack & Process Expo 2026 menghadirkan solusi pengemasan modern yang menjadi elemen penting dalam kesuksesan produk, termasuk teknologi ramah lingkungan, mesin produksi otomatis, sistem keamanan pangan, dan efisiensi logistik.
Kekuatan ini semakin dipertegas oleh Jogja Printing Expo 2026 yang menjadi pusat kreativitas visual dengan menampilkan teknologi cetak mutakhir seperti high-resolution digital printing, label dan packaging printing, teknologi UV dan hybrid, hingga personalisasi dan premium finishing yang kini menjadi tren pasar.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, menegaskan bahwa penyelenggaraan tiga pameran ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas industri.
“Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan para pelaku industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bertumbuh. Sinergi antara sektor makanan minuman, packaging, dan printing adalah masa depan industri manufaktur Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sebanyak lebih dari 110 peserta akan ambil bagian dalam pameran ini, termasuk 30 UMKM yang turut memperkuat ekosistem industri. Berbagai program unggulan disiapkan untuk menginspirasi sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku industri, mulai dari Baking & Cooking Demo hingga Bakat Boga Challenge yang menjadi ajang kompetisi kreativitas kuliner bagi pelajar, profesional, dan komunitas.
Panggung utama akan diramaikan oleh berbagai demo memasak dari chef dan brand ternama. Chef Achen dari Rose Brand dijadwalkan tampil dalam sesi eksklusif dengan kreasi khasnya, disusul demonstrasi teknik baking modern dari Indobake yang digelar setiap sore menggunakan peralatan terkini. Chef Lucky P. Katili dari PT Ikan Dorang juga akan mempresentasikan menu “Ayam Cabe Garam”, sementara Chef Edli Haryanto dari Let’s Eat menghadirkan beragam hidangan seperti Crispy Tofu Sweet Chili, Mie Mala Chili Oil, Sup Asparagus, hingga Tom Yum.
Dari sektor kopi, kompetisi ICAB ROC Coffee Competition kembali digelar untuk menguji kemampuan barista dalam teknik brewing dan latte art. Kompetisi ini diperkuat dengan J-ROC Competition yang menjadi ajang roasting profesional dengan standar tinggi.
Sementara itu, sektor teh menghadirkan edukasi melalui Tea Talks dan Tea Class yang digelar oleh Dewan Teh Indonesia. Program ini mencakup kelas “The Science Behind Tea Flavouring” yang mengupas ilmu perisa teh bersama profesional bersertifikasi internasional, serta kelas “Natural & Sugar Free Milk Tea” yang mengajarkan pembuatan milk tea dari susu murni tanpa gula oleh trainer bersertifikasi.
Seluruh rangkaian program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong lahirnya inovasi baru di industri makanan dan minuman. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang bisnis, tetapi juga wadah belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi lintas sektor.
Dengan menggabungkan kekuatan tiga industri strategis, Yogyakarta semakin mantap menjadi pusat gravitasi ekonomi kreatif Indonesia. Ajang ini menjadi destinasi penting bagi pelaku usaha, pemilik brand, pengusaha percetakan, hingga UMKM kuliner untuk mengeksplorasi teknologi terbaru, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing di pasar.
Selain itu, pameran ini juga membuka ruang bagi akademisi, desainer, dan masyarakat luas untuk menyaksikan langsung bagaimana sinergi antara teknologi manufaktur dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi bangsa. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar