Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Dolar Melambung, Henky Sampatti Huang Tetap Percaya Ekonomi Indonesia Bergerak: “Pasar Kita 280 Juta Orang”

Dolar Melambung, Henky Sampatti Huang Tetap Percaya Ekonomi Indonesia Bergerak: “Pasar Kita 280 Juta Orang”

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Ketika kurs dolar Amerika Serikat terus menguat dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi menjadi perbincangan di berbagai kalangan, pengusaha retail bangunan asal Yogyakarta, Henky Sampatti Huang, justru melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda.

Bagi pendiri dan CEO Qhomemart itu, kekuatan ekonomi Indonesia tidak semata ditentukan oleh naik turunnya kurs mata uang asing. Ada fondasi yang jauh lebih besar dan kokoh: pasar domestik dengan lebih dari 280 juta penduduk yang setiap hari memiliki kebutuhan nyata.

“Indonesia punya sekitar 280 juta penduduk. Jumlah sebesar itu pasti menciptakan kebutuhan yang luar biasa besar. Orang tetap membangun rumah, memperbaiki rumah, membuka usaha, membangun gudang, mendirikan kafe, kos-kosan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Di situlah pasar kami berada,” kata Henky.

Pernyataan itu bukan sekadar optimisme tanpa dasar. Sebagai pelaku usaha yang setiap hari berhadapan langsung dengan pasar, Henky melihat denyut ekonomi masyarakat masih terus bergerak, bahkan ketika berbagai indikator makro menunjukkan tantangan yang tidak ringan.

Menurutnya, sektor retail bangunan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sektor konsumsi lainnya. Banyak kebutuhan pelanggan yang tidak bisa ditunda menunggu ekonomi membaik.

“Atap rumah bocor tidak bisa menunggu. Harus diperbaiki. Kompor rusak harus diganti karena orang harus memasak. Mesin air rusak juga tidak bisa dibiarkan karena kebutuhan sehari-hari tetap berjalan. Karena itu kebutuhan bangunan dan perlengkapan rumah tangga tertentu akan selalu ada,” ujarnya.

Membangun Bisnis dari Kebutuhan Masyarakat

Optimisme Henky lahir dari pengalaman panjangnya membangun usaha. Pria yang berasal dari Tanjung Pandan, Belitung, itu merintis karier bisnisnya di Yogyakarta hingga kemudian mendirikan Qhomemart, salah satu jaringan retail bahan bangunan dan perlengkapan rumah yang kini menjadi pemain penting di DIY dan sekitarnya.

Di bawah kepemimpinannya, Qhomemart berkembang bukan hanya sebagai toko bangunan modern, tetapi menjadi pusat kebutuhan pembangunan yang melayani berbagai segmen pasar, mulai dari rumah tangga, kontraktor, pelaku UMKM, pengusaha kafe, pemilik kos-kosan hingga proyek-proyek pemerintah.

Tak hanya dikenal sebagai pengusaha retail, Henky juga aktif menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Ia merupakan penggagas Mantra Expo, sebuah event yang mempertemukan dunia bisnis, gaya hidup, properti, dan industri kreatif dalam satu panggung besar.

Baginya, bisnis bukan sekadar soal transaksi, melainkan bagaimana menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Program Pemerintah Menjadi Mesin Penggerak Baru

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Henky melihat pemerintah saat ini sedang menjalankan sejumlah program yang secara langsung menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah.

Program renovasi dan pembangunan fasilitas publik, koperasi desa, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga program bedah rumah dinilai memberi efek berganda yang cukup besar.

“Program-program pemerintah itu membuat ekonomi tetap bergerak. Kami merasakan dampaknya langsung. Untuk program MBG misalnya, kami menyediakan berbagai kebutuhan peralatan memasak. Banyak juga permintaan yang datang dari luar DIY sampai Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Henky, salah satu program yang paling terasa dampaknya bagi sektor retail bangunan adalah program bedah rumah yang jumlahnya mencapai ribuan unit.

Ketika satu rumah direnovasi, bukan hanya toko bangunan yang mendapatkan manfaat. Tukang bangunan bekerja, distributor bergerak, industri material berproduksi, hingga sektor transportasi ikut merasakan dampaknya.

“Kalau satu rumah dibangun atau direnovasi, yang bergerak bukan hanya satu sektor. Banyak sekali mata rantai ekonomi yang ikut hidup,” ujarnya.

Jogja dan Ledakan Kafe

Henky juga melihat fenomena menarik yang terjadi di Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu geliat usaha kuliner terkonsentrasi di pusat kota, kini pertumbuhan kafe dan tempat nongkrong baru telah merambah hingga kawasan pinggiran dan kabupaten.

Fenomena ini menjadi pasar baru yang sangat potensial bagi bisnis retail bangunan.

“Sekarang kafe tidak hanya muncul di Kota Jogja. Di pelosok-pelosok kabupaten juga bermunculan. Setiap kafe membutuhkan bangunan, renovasi, furnitur, peralatan, instalasi listrik, sanitasi, dan banyak kebutuhan lainnya,” katanya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut sebagai banyaknya “kue-kue kecil” yang tersebar di berbagai wilayah.

“Mungkin satu proyek tidak terlalu besar. Tapi jumlahnya banyak. Justru itu yang membuat pasar tetap hidup,” ujarnya.

Menggerakkan Ekonomi Lewat Event Internasional

Optimisme Henky terhadap ekonomi Yogyakarta tidak berhenti pada sektor bangunan dan perdagangan.

Ia percaya bahwa event berskala besar mampu menjadi mesin pertumbuhan baru yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Karena itu, Qhomemart tengah mempersiapkan penyelenggaraan Mantra Fun Run 2026, sebuah ajang olahraga dan hiburan yang ditargetkan menjadi event bertaraf internasional.

Menurut Henky, setiap event besar yang digelar di Yogyakarta akan menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor usaha.

“Ketika ada event besar, hotel terisi, restoran ramai, UMKM mendapatkan pelanggan, transportasi bergerak, destinasi wisata dikunjungi. Uang berputar lebih cepat di masyarakat,” katanya.

Bagi Henky, inilah alasan mengapa ia tetap optimistis melihat masa depan ekonomi Indonesia.

Di tengah fluktuasi kurs dolar, ketidakpastian global, dan tantangan daya beli masyarakat, ia percaya Indonesia masih memiliki modal besar yang tidak dimiliki banyak negara: jumlah penduduk yang besar, kebutuhan yang terus tumbuh, serta aktivitas ekonomi yang tersebar hingga ke tingkat desa.

“Memang ada penurunan daya beli di beberapa sektor. Tapi pasar Indonesia sangat besar. Selama kebutuhan masyarakat tetap ada dan pembangunan terus berjalan, ekonomi akan terus bergerak. Tentu kita berharap kondisi makro segera membaik agar pertumbuhannya semakin kuat,” tutupnya. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Studi Magister Sosiologi UMM Undang Guru Besar Sosiologi Pembangunan UNS Surakarta

    Program Studi Magister Sosiologi UMM Undang Guru Besar Sosiologi Pembangunan UNS Surakarta

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Komitmen untuk memperkuat analisa sosiologis pada studi-studi Kebijakan Publik dan Teori-Teori Sosiologi Postrukturalisme selalu diutamakan. Karenanya, Program Studi Magister Sosiologi Direktorat Program Pasca Sarjana (DPPS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Kuliah Pakar bagi mahasiswa Program Pascasarjana UMM. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Governmentality dan Kebijakan Publik dalam Sosiologi Politik di […]

  • Sukses Laksanakan RUPSLB, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    Sukses Laksanakan RUPSLB, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (19/12/2025) sebagai bagian dari penguatan tata kelola serta kesiapan strategis perseroan dalam memasuki fase lanjutan transformasi bisnis. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis. Antara lain, persetujuan perubahan Anggaran Dasar, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan […]

  • Diikuti 14 Perguruan Tinggi, Campus League Basketball Regional Yogya Segera Dimulai

    Diikuti 14 Perguruan Tinggi, Campus League Basketball Regional Yogya Segera Dimulai

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Setelah Basketball Regional Surabaya selesai melahirkan Universitas Surabaya sebagai juara putra-putri, kompetisi Campus League Season 1 berlanjut ke Regional Yogyakarta mulai 30 April hingga 7 Mei 2026. Bertempat di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Yogyakarta, Basketball Regional Yogyakarta akan diikuti oleh 13 perguruan tinggi yang datang dari kawasan […]

  • Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Cetak Pendapatan Rp 7,7 Triliun

    Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Cetak Pendapatan Rp 7,7 Triliun

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Transformasi TelkomGroup mulai menunjukkan hasil melalui kinerja PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) pada semester I 2026. Perusahaan mencatat pendapatan Rp7,7 triliun dengan margin EBITDA mencapai 54,5%. InfraNexia juga mencatat pertumbuhan kuat dari pasar eksternal. Pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup naik 31% secara tahunan menjadi Rp939 miliar. Pertumbuhan tersebut memberi sinyal bahwa infrastruktur yang InfraNexia […]

  • Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Global Lewat Kartini Digital

    Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Global Lewat Kartini Digital

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Perempuan adalah tulang punggung ekonomi nasional. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) 2025 mencatat, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Menyadari potensi yang luar biasa tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah transformatif untuk memperkuat peran perempuan di era digital melalui perhelatan Kartini BISA […]

  • Bus Ramah Lingkungan, Perkuat Armada Mudik Gratis dari TelkomGroup

    Bus Ramah Lingkungan, Perkuat Armada Mudik Gratis dari TelkomGroup

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–TelkomGroup membuktikan komitmennya dalam mendukung tradisi pulang kampung dengan melepas 1.924 pemudik melalui program “Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara 2026”, Selasa (17/3/2026). Tak sekadar mudik biasa, Telkom menghadirkan inovasi hijau dengan mengoperasikan 27 bus ramah lingkungan dan 3 kapal laut untuk mengantar masyarakat merayakan Idulfitri 1447 H di kampung halaman. Menteri Koordinator Bidang […]

expand_less