IDUL ADHA
- account_circle Ustadz Sujarwo
- calendar_month Kam, 21 Mei 2026
- comment 1 komentar

Teras Malioboro – “Idul Adha bermakna juga perayaan kemenangan cinta kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama. Lewat taqwa yang kita langitkan dan daging qurban yang kita berikan dan bagikan.”
Kurang seminggu lagi, Idul Adha kita rayakan. Takbir, Sholat, dan penyembelihan hewan qurban, di seluruh penjuru negeri akan kita temukan. Selayaknya cendawan di musim hujan.
Idul Adha terdiri dari kata Id dan Adha. Id diambil dari kata ‘aada-ya’udu, yang dapat berarti menengok, menjenguk, dan kembali. Sementara Adha berarti sembelihan atau menyembelih. Maksudnya, menyembelih hewan Qurban. Sehingga Idul Adha berarti kembali menyembelih hewan qurban.
Tidak heran, Idul Adha disebut juga dengan Hari Raya Qurban atau Idul Qurban. Sedangkan bila merujuk ibadah haji yang sedang ditunaikan oleh saudara kita di Makkah, maka Idul Adha dinamakan juga dengan Lebaran Haji.
“Rasulullah memerintahkan kami pada Idul Fitri dan Idul Adha untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki, minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan berkurban pada Idul Adha dengan hewan qurban terbaik yang kami miliki.” [HR. Al Hakim]
Di samping bermakna kembali menyembelih atau sembelihan, kata Adha dapat juga dihubungkan dengan kata Dhuha. Waktu mentari mulai hangat menyapa. Malu-malu, ia mengintip di ufuk timur. Membawa hangat, menepikan sejuk.
Idul Adha dalam pengertian ini bermakna hari di mana kita menghangatkan dan menyegarkan kembali hubungan serta kemesraan kita kepada Allah. Mungkin beku oleh dosa-dosa yang kita goreskan. Mungkin layu tersebab lupa dan lalai yang kita lakukan.
Idul Adha dalam makna yang demikian, berarti juga hari kita menghangatkan dan menyegarkan kembali, kasih sayang terhadap sesama. Mungkin beku karena jarak dan kesibukan yang membentang. Mungkin layu tersebab salah dan khilaf yang tertanam.
Hal tersebut sesuai pula dengan arti qurban. Qurban terambil dari kata qoraba – yaqrabu, yang berarti dekat atau mendekat. Maksudnya, berkaitan dengan hewan qurban, ibadah yang kita jalankan sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan untuk mendekat kepada Allah. Sedangkan daging qurban yang kita bagikan, mendekatkan kita kepada sesama.
Oleh karena itu, Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukan hewan qurban yang kita sembelih. Tapi ketaqwaan yang kita hamparkan. Cinta dan kasih sayang yang kita taburkan dan tebarkan.
“Daging hewan qurban dan darahnya itu sekali-sekali tidak akan sampai kepada Allah. Akan tetapi, yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.” [QS. 22 : 37]
Bila kita temukan jejak cinta dan kasih sayang dalam Arafah. Idul Adha adalah perayaan kemenangannya.***
- Penulis: Ustadz Sujarwo






Saya sering baca tulisan Ustadz Sudjarwo sangat baik dan sangat Ilmiah sekali. Saya kalau lihat tulisan WA saya langsung baca bagus sekali.
22 Mei 2026 12:22 am