Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Ketahanan Finansial Diuji, Telkom Sukses Cetak Total Shareholder Return 35,7 Persen Sepanjang 2025

Ketahanan Finansial Diuji, Telkom Sukses Cetak Total Shareholder Return 35,7 Persen Sepanjang 2025

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • comment 0 komentar

​TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menutup tahun buku 2025 dengan capaian yang membuktikan ketangguhan fundamental perseroan di tengah dinamisnya lanskap industri telekomunikasi global. Melalui komitmen pengembalian nilai secara konsisten kepada pemegang saham, emiten bersandi saham TLKM ini sukses membukukan Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen sepanjang tahun 2025.

Angka impresif tersebut dikontribusi oleh keuntungan modal (capital gain) sebesar 28,4 persen dan tingkat pengembalian dividen (dividend yield) sebesar 7,3 persen. Respons positif pasar modal ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan terhitung dari payout ratio sebesar 89 persen pada tahun buku sebelumnya serta program pembelian kembali saham (share buyback) senilai maksimal Rp3 triliun yang terus berjalan hingga Mei 2026.

​Dari sisi profitabilitas, raksasa telekomunikasi nasional ini mengantongi pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun dengan EBITDA yang terjaga kuat di angka Rp72,2 triliun serta margin EBITDA mencapai 49,2 persen. Sementara itu, EBITDA yang dinormalisasi bertengger di posisi Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen. Telkom mencatatkan laba bersih (net income) sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih 12,1 persen, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi mampu menyentuh Rp22,7 triliun atau setara dengan margin 15,4 persen. Perbedaan angka ini merupakan dampak langsung dari langkah berani manajemen dalam melakukan percepatan depresiasi aset. Kebijakan akuntansi tersebut diambil sebagai bagian dari total governance reset yang diamanatkan oleh Danantara Indonesia untuk memastikan penyajian aset dan masa manfaatnya jauh lebih akurat dan transparan.

​Akselerasi kinerja ini dikawal langsung melalui cetak biru transformasi jangka menengah bertajuk strategi TLKM 30. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa transformasi terstruktur ini menjadi motor utama untuk menegaskan posisi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global sekaligus pencipta nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Peta jalan transformasi ini bertumpu pada empat pilar utama, di mana pilar pertamanya menekankan pada keunggulan operasional dan layanan demi mendisiplinkan organisasi serta meningkatkan transparansi kelola aset.

​Pada pilar kedua, Telkom mengambil langkah taktis berupa perampingan portofolio bisnis non-inti (streamlining) agar perusahaan dapat mencurahkan energinya pada bisnis telekomunikasi inti. Bukti nyata dari strategi ini adalah proses divestasi penuh AdMedika beserta anak usahanya, TelkoMedika, yang telah memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dan ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun 2026 demi mempertebal arus dividen ke depan. Langkah ini berjalan beriringan dengan pilar ketiga, yaitu peningkatan nilai aset (unlock value) lewat inisiatif pemisahan (carve-out) bisnis infrastruktur serat optik grosir kepada InfraNexia yang kesepakatannya telah ditandatangani sejak akhir 2025 guna memaksimalkan tingkat pengembalian aset perseroan.

​Transformasi radikal juga menyentuh pilar keempat berupa pergeseran modus operandi korporasi, mengubah posisi induk dari operating holding menjadi strategic holding. Dengan restrukturisasi ini, operasional bisnis akan difokuskan secara tajam pada empat anak perusahaan operasi (operating company) yang membawahi segmen konektivitas ritel (B2C), infrastruktur B2B, solusi teknologi informasi B2B ICT, dan bisnis internasional. Skema baru ini didesain untuk menghilangkan tumpang tindih fungsi bisnis, menyelaraskan koordinasi, dan memperkuat fleksibilitas anak usaha dalam merespons pasar digital yang bergerak cepat.

​Hasil positif dari penajaman fokus ini mulai terlihat pada segmen ritel (B2C) yang digawangi oleh Telkomsel. Sepanjang tahun buku 2025, Telkomsel sukses meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,2 triliun, didorong oleh ledakan trafik data yang melonjak 15 persen secara tahunan. Tren pemulihan nilai pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) juga terpantau menguat pada paruh kedua tahun 2025 seiring dengan terciptanya kompetisi industri yang lebih sehat. Memasuki tahun 2026, strategi ritel akan lebih difokuskan pada penguatan kualitas jaringan demi menekan angka perpindahan pelanggan (churn rate) serta ekspansi internet rumah secara selektif yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat.

​Ketahanan performa bisnis Telkom juga ditopang secara solid oleh tiga segmen usaha lainnya. Segmen infrastruktur B2B menorehkan pertumbuhan pendapatan 9,2 persen menjadi Rp8,9 triliun berkat ekspansi masif bisnis serat optik dan pusat data (data center) lewat jenama NeutraDC dan NeuCentrIX. Sementara itu, anak usaha di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, sukses mempertahankan posisinya sebagai raja menara di Asia Tenggara dengan mengantongi pendapatan Rp9,5 triliun, mengelola lebih dari 40 ribu menara, dan menjaga margin EBITDA yang sangat tebal di angka 82,2 persen. Pada segmen internasional, Telin berhasil menyumbang pendapatan sebesar Rp10,7 triliun dari keterlibatannya dalam 27 sistem kabel laut global. Di sisi lain, segmen B2B ICT mendulang pendapatan Rp15,3 triliun, di mana korporasi tetap optimis melakukan inovasi solusi keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengompensasi efisiensi anggaran belanja dari sektor pemerintahan dan korporasi besar.

​Seluruh pertumbuhan infrastruktur digital ini dikawal dengan disiplin investasi yang ketat. Telkom mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp27,5 triliun pada tahun 2025, atau setara dengan 18,8 persen dari total pendapatan perseroan. Porsi terbesar dari dana tersebut, yakni sekitar 93 persen, langsung disuntikkan untuk memperluas jangkauan infrastruktur di segmen ritel, infrastruktur bisnis, dan konektivitas internasional. Dengan fondasi aset digital yang kian kokoh, manajemen menatap tahun 2026 dengan tingkat optimisme tinggi untuk mengeskalasi hasil transformasi ke tingkat selanjutnya. Disiplin operasional dan arah bisnis yang kian terstruktur diyakini akan terus mengamankan posisi Telkom sebagai tulang punggung ekonomi digital Indonesia sekaligus mesin pencetak laba yang solid bagi para investor. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Kasus Hipertensi di Jogja Capai 31,8 Persen, Warga Jangan Hanya Tahu Angka

    Fakta Kasus Hipertensi di Jogja Capai 31,8 Persen, Warga Jangan Hanya Tahu Angka

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Angka hipertensi di DI Yogyakarta mencapai 31,8 persen, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional sebesar 30,8 persen. Di tengah tingginya angka tersebut, persoalannya bukan hanya seberapa banyak warga yang mengalami tekanan darah tinggi, tetapi juga seberapa konsisten kondisi itu dipantau dan dikelola. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah […]

  • SDN Ngalarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2

    SDN Ngalarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Stadion Tridadi Sleman menjadi saksi lahirnya kisah besar pada laga pamungkas MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025–2026, Minggu (1/2). Ketegangan terjaga hingga detik terakhir, menghadirkan drama comeback, adu mental, serta selebrasi juara yang menutup turnamen pembinaan sepak bola putri usia dini ini dengan penuh emosi. Di kategori Kelompok Umur (KU) […]

  • Yogyakarta Jadi Kota Pertama Ekspansi LEPAS di Luar Jabodetabek, Usung Konsep Showroom Berbasis Gaya Hidup

    Yogyakarta Jadi Kota Pertama Ekspansi LEPAS di Luar Jabodetabek, Usung Konsep Showroom Berbasis Gaya Hidup

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–LEPAS memilih Yogyakarta sebagai pijakan pertamanya di luar Jabodetabek untuk memperluas pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan peresmian showroom LEPAS Yogyakarta yang menghadirkan konsep berbeda dari showroom otomotif pada umumnya. Alih-alih sekadar menjadi tempat menjual kendaraan, showroom terbaru LEPAS dirancang sebagai ruang interaksi yang menghubungkan teknologi, desain, […]

  • Indonesia Darurat K3, Puluhan Pekerja Meninggal Setiap Hari, BPJS Ketenagakerjaan Gempur Budaya Abai Keselamatan

    Indonesia Darurat K3, Puluhan Pekerja Meninggal Setiap Hari, BPJS Ketenagakerjaan Gempur Budaya Abai Keselamatan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indonesia tengah menghadapi darurat keselamatan kerja yang serius. Data terbaru mengungkap fakta tragis: rata-rata 30 pekerja meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan kerja, dengan total kasus harian mencapai 2.500 insiden. Angka ini menempatkan isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai kekhawatiran utama, bahkan melampaui isu upah. Fakta mengkhawatirkan ini diungkap oleh Deputi Bidang Operasional […]

  • Kinerja Moncer dan Good Corporate Governance, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri

    Kinerja Moncer dan Good Corporate Governance, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencetak laba bersih 2025 yang sejalan dengan estimasi, bahkan melampaui konsensus analis. Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 18,6 triliun pada kuartal IV-2025 (4Q25), melonjak 40% qoq atau 35% yoy. Dengan begitu, laba bersih sepanjang 2025 menjadi Rp 56,3 triliun atau tumbuh 1% yoy. “Perolehan laba […]

  • AYWS–HAWS Bangun Ekosistem Pendidikan Global Berbasis Nilai Keislaman

    AYWS–HAWS Bangun Ekosistem Pendidikan Global Berbasis Nilai Keislaman

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • 0Komentar

    * Hafidh Asrom menegaskan pendidikan dibangun melalui proses panjang, kini berkembang menjadi 22 sekolah dan 2 pesantren. * AYWS–HAWS menghadirkan konsep pendidikan terpadu berbasis nilai keislaman dan standar internasional. *Kolaborasi global, fasilitas modern, dan penguatan bahasa menjadi kunci mencetak generasi berdaya saing dunia.   TERAS MALIOBORO – Semangat membangun pendidikan masa depan yang berakar pada […]

expand_less