IMAN DAN TAQWA (1)
- account_circle Ustadz Sujarwo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

TersambarMalioboro – ”…Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya…”
Sewaktu membahas ujung ayat kedua dan awal ayat ketiga dari surah At Talaq di atas, ada yang bertanya mengapa yang digunakan kata bertakwa, bukan beriman. Sebenarnya apa bedanya antara taqwa dan iman?
Iman itu seperti mata air di hulu yang lahir dari kedalaman bumi. Jernih, bening, murni, dan penuh kehidupan. Ia adalah mata air keyakinan yang Allah tanamkan ke dalam hati.
Sementara taqwa adalah ujung atau hilir dari mata air iman yang telah menjadi sungai. Untuk sampai ke hilir, sungai mesti melewati jalan panjang. Bertemu batu-batu tajam dan berjuang melewati jurang. Diterpa lumpur, menghadapi derasnya arus, dan panasnya kemarau. Turun melewati tebing-tebing kehidupan. Kadang menghantam batu. Kadang jatuh menjadi air terjun. Kadang harus berkelok di antara lembah dan hutan.
Dengan demikian, dalam ungkapan yang sederhana, taqwa adalah buah dari iman yang telah teruji dan terbukti dalam kehidupan. Ia telah teruji, mampu hidup dengan menjaga ketaatan terhadap segala perintah dan larangan Allah. Ia telah terbukti, hidup hanya untuk mewujudkan keinginan Allah.
Coba kita perhatikan Surah Al Baqarah ayat 183, sebagai salah satu contoh. Ayat tersebut dimulai dengan seruan perintah bagi orang beriman untuk berpuasa, yang goalnya adalah mudah-mudahan menjadi orang yang bertaqwa.
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
- Penulis: Ustadz Sujarwo






Saat ini belum ada komentar