Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Sunflower Angel di Candi Prambanan Sedot Ribuan Pengunjung, Perpaduan Seni Kontemporer dan Romatisme Jadi Magnet Baru Pariwisata

Sunflower Angel di Candi Prambanan Sedot Ribuan Pengunjung, Perpaduan Seni Kontemporer dan Romatisme Jadi Magnet Baru Pariwisata

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Kawasan Candi Prambanan kembali menjadi pusat perhatian wisatawan. Kali ini bukan hanya karena kemegahan warisan budaya dunia tersebut, tetapi juga kehadiran instalasi seni kontemporer Sunflower Angel yang berhasil memikat ribuan pengunjung sejak dibuka untuk publik.

Pameran yang berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026 itu menghadirkan karya seni bunga matahari berukuran besar yang berdiri megah dengan latar siluet Candi Prambanan. Perpaduan antara karya seni modern dan kemegahan candi menciptakan pengalaman visual yang unik, artistik, sekaligus berkesan bagi wisatawan.

Sejak hari pertama penyelenggaraan, area pameran dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Banyak yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen di depan instalasi yang menjadi salah satu spot foto paling populer di kawasan wisata tersebut.

Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean panjang yang terbentuk setiap hari untuk berfoto dengan latar Sunflower Angel dan panorama Candi Prambanan yang ikonik. Kehadiran karya tersebut bahkan menjadi magnet baru yang menarik perhatian generasi muda untuk berkunjung ke kawasan warisan budaya dunia.

Seniman sekaligus kreator Sunflower Angel, Arrofi Ramadhan, menjelaskan bahwa karya tersebut lahir dari perjalanan personal yang sarat makna tentang cinta, harapan, dan mimpi yang ia bangun bersama pasangannya.

Menurut Arrofi, Sunflower Angel terinspirasi dari tiga elemen yang memiliki arti mendalam dalam kehidupannya, yakni bunga matahari, burung makau, dan Annisa Sekar P.

“Sunflower Angel di Candi Prambanan adalah sebuah karya personal yang menginterpretasikan perubahan hidup melalui tiga makhluk yang berarti bagi pribadi, yaitu bunga matahari, burung makau, dan Sekar. Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran, takdir, penemuan jati diri, serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta,” ujar Arrofi di Prambanan, Selasa (9/6/2026).

Kesamaan Latar Cerita

Ia mengungkapkan bahwa karya Sunflower Angel sebelumnya mendapat banyak masukan untuk dipamerkan di berbagai lokasi. Namun, Candi Prambanan dianggap sebagai tempat yang paling tepat karena memiliki kesamaan spirit dengan kisah yang melatarbelakangi terciptanya karya tersebut.

Menurutnya, meski memiliki cerita berbeda, Sunflower Angel dan legenda Prambanan sama-sama lahir dari semangat pengorbanan dan kesungguhan seseorang dalam menunjukkan cinta kepada orang yang dicintainya.

“Pembuatan Sunflower Angel memiliki kesamaan latar cerita seperti legenda di Candi Prambanan. Ada kesamaan energi dan spirit yang berawal dari kerelaan membuat dan membangun sesuatu yang besar untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya,” katanya.

Arrofi juga mengapresiasi pengelola Candi Prambanan yang memberikan kesempatan bagi karyanya untuk hadir berdampingan dengan salah satu mahakarya budaya terbesar di Indonesia.

Ia berharap kehadiran Sunflower Angel dapat menjadi ruang berbagi cerita sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menemukan makna dan interpretasi masing-masing saat menikmati karya tersebut.

Sementara itu, Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menilai kolaborasi antara warisan budaya dan seni kontemporer menjadi langkah penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, Candi Prambanan bukan hanya situs sejarah, tetapi juga ruang budaya yang terus hidup dan mampu menjadi wadah ekspresi kreatif generasi muda.

“Melalui kolaborasi seperti Sunflower Angel dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda yang membuka ruang bagi kreativitas generasi muda. Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan bahwa perpaduan antara heritage, seni, dan kreativitas mampu menciptakan daya tarik baru sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap kawasan cagar budaya,” ujarnya.

Gistang juga mengajak para seniman, perupa, dan pegiat seni untuk berkolaborasi menghadirkan karya-karya kreatif di destinasi yang dikelola Taman Wisata Candi. Menurutnya, karya seni yang selaras dengan nilai budaya mampu memperkuat daya tarik kawasan sekaligus memperkaya pengalaman wisata.

Selain menjadi destinasi fotografi favorit, Sunflower Angel x Prambanan Temple juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif yang dapat diikuti pengunjung secara gratis. Beragam aktivitas seperti jamming urban sketch, kelas yoga, workshop melukis, workshop membuat pin, hingga Sunflower Arrangement Workshop digelar sepanjang periode pameran.

Kegiatan tersebut menjadikan pameran tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga sarana interaksi dan kreativitas masyarakat.

Untuk mengakomodasi tingginya minat pengunjung, InJourney Destination Management (IDM) menambah jam operasional kawasan Candi Prambanan pada 6–7 Juni serta 13–14 Juni 2026 hingga pukul 20.00 WIB.

Kebijakan tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi wisatawan untuk menikmati instalasi Sunflower Angel pada suasana sore hingga malam hari, ketika pencahayaan kawasan candi menghadirkan nuansa yang semakin dramatis dan romantis.

Melalui kolaborasi ini, IDM berharap kawasan warisan budaya dapat terus berkembang sebagai ruang hidup yang mempertemukan sejarah, seni, dan kreativitas. Sunflower Angel menjadi bukti bahwa situs budaya tidak hanya berfungsi sebagai pengingat masa lalu, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi yang melahirkan karya-karya baru dan pengalaman wisata yang relevan bagi generasi masa kini. (*)

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebrakan di Davos: Telkom Paparkan “Digital Renaissance” Indonesia dan Kesiapan Data Center AI-Ready

    Gebrakan di Davos: Telkom Paparkan “Digital Renaissance” Indonesia dan Kesiapan Data Center AI-Ready

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghentakkan panggung dunia dalam gelaran World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Di hadapan para pemimpin dunia dan raksasa korporasi global, Telkom menegaskan posisinya sebagai tulang punggung transformasi ekonomi digital Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Kehadiran Telkom di Davos bukan sekadar partisipasi, melainkan misi strategis untuk membuka […]

  • HIJRAH DAN KESADARAN BARU MEMAKNAI HIDUP

    HIJRAH DAN KESADARAN BARU MEMAKNAI HIDUP

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • 0Komentar

    Teras Malioboro – Ketika mendengar kata hijrah, kebanyakan orang segera membayangkan berpindah. Ada yang teringat perjalanan Rasulullah dari Makkah menuju Madinah. Ada pula yang membayangkan seseorang yang berpindah lingkungan, pekerjaan, atau bahkan cara hidup. Padahal, jika kita menelusuri lebih dalam hadis tentang niat yang sangat populer itu, kita akan menemukan sebuah pelajaran yang jauh mendalam […]

  • Sudah Menerapkan Struktur dan Skala Upah, Disnakertrans Sebut Tak Ada Pelanggaran di PT Taru Martani

    Sudah Menerapkan Struktur dan Skala Upah, Disnakertrans Sebut Tak Ada Pelanggaran di PT Taru Martani

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Taru Martani (Perseroda) menegaskan telah menerapkan Struktur dan Skala Upah (SUSU) sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Klarifikasi ini disampaikan manajemen menyusul tuntutan massa buruh dalam aksi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Kamis (17/9/2026) yang salah satunya mempersoalkan penerapan SUSU di perusahaan tersebut. Manajemen PT Taru Martani menyebut penerapan Struktur dan Skala Upah telah ditindaklanjuti melalui […]

  • Cegah Macet Saat Arus Mudik, Tol Prambanan-Purwomartani Satu Arah

    Cegah Macet Saat Arus Mudik, Tol Prambanan-Purwomartani Satu Arah

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan berbagai strategi dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menemui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kepatihan Yogyakarta pada Kamis (19/2/2026). Pertemuan ini untuk memastikan sinergi kuat demi menjamin kenyamanan jutaan pemudik yang masuk maupun melintasi DIY. ​Menhub Dudy […]

  • Lebah atau Lalat?

    Lebah atau Lalat?

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Lebah mencari-cari, melihat-lihat, dan selalu mampu menemukan kembang dan bahan-bahan pilihan. Bahkan, yang terselip di rimbun dedaunan dan pepohonan. Sebaliknya, lalat selalu melihat-lihat, mencari-cari, dan menemukan sampah, kotoran, dan sesuatu yang berbau busuk. Bahkan di tumpukan barang-barang dan sesuatu yang baik dan berbau harum sekalipun. Pada lalat dan lebah, hal tersebut merupakan […]

  • Ajang Indonesia Fundraising Award 2025, BMM Kembali Raih Dua Penghargaan

    Ajang Indonesia Fundraising Award 2025, BMM Kembali Raih Dua Penghargaan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO  – Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 dalam kategori Fundraising ZISWAF Berbasis Korporasi Terbaik dan Fundraising Qurban Terbaik. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktur Institut Fundraising Indonesia, Sri Sugiastuti kepada Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah dan Direktur Penghimpunan, […]

expand_less