Laba Telkomsel Naik 8,3 Persen, Bisnis Digital dan Data Jadi Mesin Pertumbuhan
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026
- comment 0 komentar

Infrastruktur Telkomsel di Batam. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–PT Telkomsel mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester pertama 2026. Perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia itu membukukan laba bersih sebesar Rp10,4 triliun, meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY), ditopang pertumbuhan bisnis digital dan meningkatnya konsumsi layanan data.
Kinerja positif tersebut juga tercermin pada pendapatan perusahaan yang mencapai Rp55,6 triliun, naik 3,3 persen YoY. Sementara itu, EBITDA meningkat lebih tinggi, yakni 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun, dengan margin EBITDA menguat dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen. Peningkatan profitabilitas ini menunjukkan strategi efisiensi operasional dan transformasi bisnis mulai memberikan hasil yang nyata.
Di tengah perubahan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, Telkomsel menilai pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa fokus perusahaan pada kualitas layanan, penyederhanaan produk, dan penguatan pengalaman pelanggan mampu menjaga momentum bisnis sekaligus meningkatkan nilai perusahaan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta konsistensi perusahaan menjalankan transformasi bisnis.
“Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group,” ujar Nugroho dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Bisnis Digital Jadi Motor Pertumbuhan
Pertumbuhan laba Telkomsel tidak lepas dari meningkatnya kontribusi bisnis digital yang kini menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendapatan bisnis digital mencapai Rp40,8 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan bisnis mobile meningkat 5,6 persen menjadi Rp42,8 triliun.
Di sisi penggunaan layanan, konsumsi data pelanggan juga terus meningkat. Selama semester pertama tahun ini, trafik data mencapai 11,8 juta terabyte, naik 0,8 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas digital masyarakat masih terus tumbuh, baik untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan hiburan.
Produktivitas pelanggan juga mengalami perbaikan. Rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9 persen menjadi Rp45.600, dengan total pelanggan mencapai 153,5 juta.
Menurut perusahaan, peningkatan ARPU mencerminkan keberhasilan strategi penyederhanaan produk dan penawaran layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan, tanpa hanya berfokus pada penambahan jumlah pengguna.
Investasi Jaringan Terus Diperkuat
Untuk menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya konsumsi data, Telkomsel melanjutkan penguatan infrastruktur jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga akhir Juni 2026, perusahaan mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS, terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Pengembangan jaringan dilakukan secara lebih terarah dengan mengutamakan kualitas layanan dan efisiensi investasi.
Selain memperkuat layanan seluler, Telkomsel juga melanjutkan transformasi bisnis fixed broadband. Perusahaan menerapkan kalibrasi basis pelanggan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pelanggan IndiHome.
Strategi tersebut menghasilkan sekitar 9,5 juta pelanggan fixed broadband dengan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) meningkat 3,4 persen menjadi Rp210.800. Sementara itu, tingkat konvergensi layanan mencapai sekitar 65 persen, mencerminkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan layanan digital secara terintegrasi.
Transformasi Telkom Group Jadi Fondasi Pertumbuhan
Kinerja Telkomsel juga tidak terlepas dari transformasi yang tengah dijalankan Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Transformasi tersebut diarahkan pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset, serta penyederhanaan proses bisnis agar perusahaan lebih adaptif menghadapi perkembangan industri digital.
Sebagai operating company, Telkomsel menerjemahkan strategi tersebut melalui investasi jaringan yang lebih disiplin, peningkatan kualitas layanan, penyederhanaan produk, serta pengembangan pengalaman pelanggan yang lebih mudah, aman, dan relevan.
Nugroho menegaskan perusahaan akan terus memperkuat inovasi agar transformasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan maupun ekosistem digital nasional.
“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” tutupnya. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar