Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dari Jepara hingga Manggarai Barat, TelkomGroup Perkuat Pesisir dengan 20 Ribu Mangrove

Dari Jepara hingga Manggarai Barat, TelkomGroup Perkuat Pesisir dengan 20 Ribu Mangrove

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Aksi penghijauan TelkomGroup menjangkau dua kawasan pesisir dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur. TelkomGroup menanam 20 ribu bibit mangrove di Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara, dan Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat.

TelkomGroup menanam 10 ribu bibit mangrove di masing-masing wilayah. Aksi ini menyasar kawasan dengan kebutuhan konservasi yang berbeda. Jepara menghadapi persoalan abrasi. Manggarai Barat memiliki kawasan pesisir dengan nilai ekologis tinggi di sekitar infrastruktur digital TelkomGroup.

Penanaman ini menjadi bagian dari program GoZero%Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet. Program tersebut mendorong aksi nyata untuk menjaga lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan dampak berkelanjutan.

TelkomGroup juga menggelar aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Konservasi Mangrove Internasional pada 26 Juli dan Hari Konservasi Alam Internasional pada 28 Juli.

Melawan Abrasi dengan Mangrove

Di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, TelkomGroup menanam 10 ribu bibit mangrove bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan. BUMN telekomunikasi tersebut, memilih kawasan pesisir Jepara untuk menghadapi ancaman abrasi. Kondisi tersebut membutuhkan rehabilitasi mangrove untuk memperkuat perlindungan alami garis pantai.

Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. Vegetasi ini membantu menahan abrasi dan menjaga habitat berbagai biota. Mangrove juga menyerap karbon dan mendukung ketahanan ekosistem dalam menghadapi perubahan iklim.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam aksi tersebut. TelkomGroup ingin mendorong kesadaran kolektif agar upaya menjaga pesisir tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

Di Manggarai Barat, Konservasi Berjalan Bersama Edukasi

Dari Jepara, aksi korporasi berlanjut ke Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Di wilayah ini, TelkomGroup menanam 10 ribu bibit mangrove. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis tinggi dan berada di sekitar wilayah operasional infrastruktur digital milik perusahaan.

Tidak hanya menanam mangrove di Golo Sepang, perusahaan juga mengaktifkan Rumah Edukasi Mangrove sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Rumah Edukasi Mangrove membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang ekosistem pesisir. Masyarakat juga dapat mengembangkan kapasitas dalam mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Pendekatan ini memperluas manfaat program. TelkomGroup tidak sekadar menambah tutupan mangrove. Perusahaan juga membangun pengetahuan dan partisipasi masyarakat untuk menjaga ekosistem dalam jangka panjang.

20 Ribu Mangrove, Komitmen Menjaga Pesisir

Dalam kegiatannya, perusahaan melibatkan relawan dari holding company, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses dalam aksi tersebut.

Kolaborasi juga melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Sinergi ini memperkuat upaya konservasi sekaligus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat di sekitar lokasi.

EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan Telkom ingin memastikan aktivitas operasional perusahaan memberikan manfaat bagi wilayah tempat perusahaan hadir.

“Di Telkom Regional III, kami memandang bahwa setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan.”

Menurut Rachmad, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjalankan agenda keberlanjutan. Telkom Regional III pun terus mendorong keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Teknologi dan Konservasi Berjalan Berdampingan

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan pihaknya memandang keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan bisnis perusahaan. Perusahaan tidak hanya membangun konektivitas digital. Perusahaan juga berupaya menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi. Karena itu, kami tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaat yang dihadirkan dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Komitmen tersebut menempatkan konservasi alam sebagai bagian dari pembangunan yang lebih luas. TelkomGroup menghubungkan pengembangan teknologi dengan perlindungan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat.

Penanaman 20 ribu mangrove di Jepara dan Manggarai Barat menambah rangkaian aksi rehabilitasi pesisir yang dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2024–2026, TelkomGroup telah menanam 179.150 bibit mangrove di sejumlah kawasan pesisir.

Program tersebut bertujuan menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan kawasan pesisir, dan mendukung target pembangunan rendah karbon. Capaian itu menunjukkan bahwa aksi konservasi TelkomGroup memiliki cakupan wilayah yang terus meluas. Dari pesisir Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur, perusahaan mendorong kolaborasi untuk menjaga ekosistem dan memperkuat peran masyarakat. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Bea Cukai Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan 54.096 ekor benih bening lobster (baby lobster) di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Minggu (1/3/2026). Penyelundup mencoba membawa komoditas berharga ini menuju Singapura melalui penerbangan internasional pukul 08.33 WIB. Aksi sigap ini bermula saat petugas Avsec mencurigai citra X-Ray dua koper milik penumpang berinisial HK dan AW. Hasil pindai […]

  • Menguak Bahaya Tersembunyi Kayu Manis dalam Obat Herbal

    Menguak Bahaya Tersembunyi Kayu Manis dalam Obat Herbal

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di balik kehangatan obat herbal yang menjadi andalan keluarga Indonesia saat masuk angin, tersimpan ancaman sunyi bagi organ vital. Alih-alih mendapatkan kesembuhan alami, konsumsi berlebih dari produk yang diklaim “teruji klinis” ini justru berpotensi memicu kerusakan hati dan ginjal yang bersifat kronis. ​Bagi masyarakat Indonesia, meminum obat herbal saat perut mual atau tenggorokan gatal […]

  • Disnaker Resmi Buka Posko THR, Ingatkan Pengusaha Bayar Tepat Waktu

    Disnaker Resmi Buka Posko THR, Ingatkan Pengusaha Bayar Tepat Waktu

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman membuka Posko Tunjangan Hari Raya (THR) untuk melayani konsultasi dan aduan pekerja menjelang Idul Fitri 2026. Disnaker meminta seluruh pengusaha mematuhi kewajiban pembayaran THR sesuai aturan. Posko THR mulai beroperasi sejak 19 Februari 2026 hingga H-7 Lebaran. Layanan ini membantu pekerja yang membutuhkan informasi maupun ingin melaporkan persoalan […]

  • Adam Air: Kisah Raja Langit Bertarif Murah yang Hilang Ditelan Sejarah Penerbangan Indonesia

    Adam Air: Kisah Raja Langit Bertarif Murah yang Hilang Ditelan Sejarah Penerbangan Indonesia

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–​Masih ingat sensasi terbang dengan Adam Air? Maskapai dengan branding “darah biru” ini muncul bak meteor pada awal 2000-an, menjanjikan tiket murah, namun tetap menyajikan makanan di pesawat. Adam Air mampu mengubah peta persaingan penerbangan Indonesia dengan begitu cepat, memaksa maskapai lain beradaptasi atau tertinggal. ​Didirikan sebagai PT Adam SkyConnection Airlines, maskapai swasta yang […]

  • Drama di Muara Batang: Selamat dari Jepitan Baling-Baling, Nelayan Hilang Terseret Arus

    Drama di Muara Batang: Selamat dari Jepitan Baling-Baling, Nelayan Hilang Terseret Arus

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Peristiwa dramatis terjadi di Muara Kali Sambong, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang pria bernama Eko Kudiran (32) dilaporkan hilang setelah sempat terjepit baling-baling kapal dan kemudian terseret arus. Saat ini, Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap korban dengan […]

  • Transformasi Olahraga Kampus Dimulai, UII dan Campus League Wujudkan Ekosistem Berkelanjutan

    Transformasi Olahraga Kampus Dimulai, UII dan Campus League Wujudkan Ekosistem Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Wajah olahraga kampus di Indonesia tengah memasuki fase transformasi. Melalui kolaborasi strategis antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan Campus League, olahraga mahasiswa kini diarahkan menjadi lebih dari sekadar aktivitas musiman—melainkan ruang pembentukan karakter, mentalitas, dan tanggung jawab sosial. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid, bersama CEO Campus League, Ryan […]

expand_less