Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dari MLSC Yogyakarta, Satoru Mochizuki Melihat Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia

Dari MLSC Yogyakarta, Satoru Mochizuki Melihat Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • 294 atlet dari 76 SD dan MI mengikuti MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027 di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo.

 

  • Satoru Mochizuki menilai kompetisi usia dini penting untuk membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia dalam jangka panjang.

 

  • Khayla Labiba mencetak 11 gol, sementara debutan SDN Baturetno mampu melaju hingga perempat final dan membidik pengalaman lebih tinggi.

 

TERAS MALIOBORO – Mimpi mengenakan seragam Timnas Wanita Indonesia mulai tumbuh dari lapangan-lapangan sepak bola usia dini. Salah satunya terlihat di Stadion Tridadi, Sleman, ketika ribuan langkah kecil pesepak bola putri beradu cepat mengejar bola dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027.

Kompetisi yang berlangsung 15–20 September 2026 itu menjadi ruang bagi para pemain putri Kelompok Umur (KU) 10 dan KU 12 untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.

Bukan hanya pemain yang menyaksikan perkembangan tersebut. Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Satoru “Mochi” Mochizuki, turut memantau langsung pelaksanaan MLSC Yogyakarta di Stadion Tridadi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Mochi, kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia. Semakin banyak anak perempuan mendapatkan kesempatan bermain, semakin terbuka pula ruang untuk menemukan talenta-talenta baru.

“Turnamen seperti ini bisa membentuk ekosistem sepak bola putri yang bagus karena ada penyelenggara, ada pemain, dan ada suporter juga. Jelas ini lingkungan yang bagus dan bisa berefek besar untuk sepak bola putri Indonesia,” kata Mochi.

Ia menyebut perkembangan tersebut merupakan proses panjang. Hasil dari pembinaan usia dini yang dilakukan saat ini, menurutnya, dapat terlihat dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

“Indonesia sudah memulai hal itu. Kita tinggal melihat 5 sampai 10 tahun ke depan, ada hasil (bakat) yang bisa dipetik. Bahkan mungkin bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” ujarnya.

1.294 Atlet Meramaikan MLSC Yogyakarta

MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027 digelar di dua lokasi, yakni Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman. Turnamen yang merupakan inisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut diikuti 1.294 atlet dari 76 SD dan MI. Peserta terdiri atas 40 tim KU 10 dan 83 tim KU 12. Kehadiran ribuan pemain muda itu menjadi bagian dari rangkaian MLSC Seri 1 2026–2027 yang tahun ini diselenggarakan di 15 kota di Indonesia.

Selain Yogyakarta, rangkaian kompetisi berlangsung di Tangerang, Semarang, Jakarta Raya (Jakarta Timur), Kudus, Bekasi, Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin, dan Jayapura.

BACA JUGA : 

SDN Ngalarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2

MilkLife Soccer Challenge, Turnamen Sepak Bola Putri Terbesar di Yogyakarta Pecahkan Rekor Peserta 2025

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengatakan perluasan wilayah penyelenggaraan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya geliat sepak bola putri.

“Secara garis besar, antusiasme peserta di Yogyakarta kali ini masih tinggi. Tetapi selain itu, kami mulai melihat adanya efek positif dari pengembangan sepak bola putri yang sudah dilakukan sejak 2023,” ujar Chandra.

Ia menjelaskan, MLSC yang pada awalnya digelar di empat kabupaten kemudian berkembang menjadi delapan kota, 10 kota, 12 kota, hingga kini mencapai 15 kota.

Menurut Chandra, dampak lain yang mulai terlihat adalah meningkatnya kepercayaan diri anak perempuan untuk bermain sepak bola. “Kami banyak mendengar cerita anak-anak perempuan mulai percaya diri bermain sepak bola bersama anak laki. Ini menunjukkan anak perempuan mulai tertarik bermain sepak bola. Olahraganya semakin inklusif, tidak hanya terbatas di kalangan laki-laki saja,” katanya.

Pelatih SDN Baturetno, Yohanes Sidiq Wijaya dan pemain SDN Baturetno, Khayla Labiba Nasjmi

Debutan Baturetno Langsung Beri Kejutan

Perkembangan sepak bola putri di Yogyakarta juga terlihat dari keberanian sekolah yang sebelumnya belum pernah mengikuti MLSC untuk masuk dalam kompetisi. SDN Baturetno menjadi salah satu contohnya. Tim KU 12 sekolah tersebut berstatus debutan, tetapi mampu melangkah hingga babak perempat final.

Pelatih SDN Baturetno, Yohanes Sidiq Wijaya, mengatakan keputusan mengikuti MLSC diambil setelah melihat semakin semaraknya sepak bola putri. “Saya melihat sepak bola putri semakin semarak, termasuk dengan MilkLife Soccer Challenge. Makanya tahun ini kami beranikan diri untuk ikut dan daftar,” ujar Wijaya.

Persiapan dilakukan melalui seleksi pemain, program latihan, serta sejumlah pertandingan uji coba dengan sekolah yang lebih dulu mengikuti MLSC.

Awalnya, tim hanya ingin mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dibandingkan peserta lain. Namun, perjalanan di lapangan membawa Baturetno melaju hingga perempat final. “Sebetulnya kami masih mau mengukur level sejauh mana, ternyata rezekinya bisa terus melaju,” katanya.

Bagi Wijaya, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran. Ia juga melihat kegembiraan pemain selama menjalani kompetisi sebagai bagian penting dari proses pembinaan. “Secara keseluruhan saya puas dengan hasil yang didapat, selain itu yang penting anak-anak kelihatan senang menikmati permainan,” ujarnya.

11 Gol Khayla, Satu Cita-cita

Di antara pemain SDN Baturetno, Khayla Labiba Nasjmi mencatat produktivitas tersendiri. Pemain kelas 6 SD itu mencetak 11 gol sepanjang MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027. Khayla mengenal sepak bola dari lingkungan terdekatnya. Ia kerap melihat ayahnya bermain bola dan kemudian tertarik mengikuti anak-anak laki-laki yang bermain di sekitar rumah.

“Saya sudah main bola sejak kelas 4 SD, sekarang saya kelas 6. Awalnya karena sering lihat ayah main bola, terus banyak anak-anak laki yang sering main di dekat rumah, lama-kelamaan jadi ikutan juga,” kata Khayla.

Ia kemudian semakin serius berlatih untuk menghadapi MLSC. Passing, shooting, dan permainan dalam pertandingan menjadi bagian yang terus diasah. Bagi Khayla, sepak bola bukan hanya soal mencetak gol. Dari lapangan, ia mendapatkan pengalaman bertemu banyak teman dan menghadapi lawan dari sekolah lain.

Kini, setelah merasakan atmosfer kompetisi MLSC, satu cita-cita ingin terus dikejarnya. “Semoga selanjutnya bisa ikut lagi, supaya bisa lanjut terus, cita-cita saya mau masuk tim nasional,” tuturnya.

Membuka Jalan Sejak KU 8

Upaya memperluas pembinaan dilakukan sejak usia yang lebih muda. Dalam MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027, penyelenggara juga menghadirkan Festival SenengSoccer yang diikuti 65 anak dari 19 MI dan SD. Festival ini ditujukan bagi peserta KU 8, yakni anak kelahiran 1 Juli 2018 hingga 31 Desember 2020.

Berbeda dari pertandingan kompetitif, peserta diajak mengenal dasar-dasar sepak bola melalui berbagai aktivitas. Mereka melakukan lari zig-zag melewati rintangan, throw-in, dribbling melewati cone, passing dan tendangan ke arah gawang, melompat dengan dua kaki, hingga berlari menuju finis dan menekan tombol timer.

Sementara kompetisi utama menggunakan format 7 lawan 7. Setiap tim terdiri atas tujuh pemain inti dan lima pemain cadangan. Pertandingan babak penyisihan hingga perempat final berlangsung 2 x 10 menit. Adapun semifinal dan final dimainkan selama 2 x 15 menit.

MLSC juga menerapkan prinsip inklusivitas dengan memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk berpartisipasi dalam pertandingan.

Pada Seri 1 2026–2027, regulasi batas usia mengalami perubahan. KU 10 diperuntukkan bagi pemain kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sementara KU 12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016. Ukuran lapangan KU 10 juga diperbesar dari 40 x 24 meter menjadi 42 x 26 meter.

Dari Stadion Tridadi, cerita itu pun terus bergulir. Ada pemain yang baru pertama kali mengikuti kompetisi, ada yang sudah mencetak belasan gol, dan ada pula anak-anak yang baru belajar menggiring bola. Namun, semuanya bertemu dalam satu ruang yang sama: lapangan sepak bola putri.

Di sanalah proses pembinaan dimulai, sebelum kelak sebagian dari mereka mungkin melangkah ke level yang lebih tinggi, termasuk mengejar mimpi mengenakan seragam Timnas Wanita Indonesia.

Kunjungi www.milklifesoccer.com untuk melihat jadwal, hasil pertandingan, klasemen, hingga daftar pencetak gol MilkLife Soccer Challenge. Dan ikuti akun media sosial MilkLife Soccer Challenge (Instagram @milklifesoccer, TikTok @milklifesoccer, YouTube @milklifesoccer) untuk mendapatkan informasi menarik seputar pengembangan sepak bola putri. (Chaidir)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 15 Tahun Menanti, Sultan HB X Serahkan Sertifikat Hak Milik Huntap Merapi Kepuharjo

    15 Tahun Menanti, Sultan HB X Serahkan Sertifikat Hak Milik Huntap Merapi Kepuharjo

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Penantian panjang 15 tahun warga terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 akhirnya tuntas. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turun langsung menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah Hunian Tetap (Huntap) bagi warga Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Selasa (29/9/2026) di Joglo Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan. Penyerahan ini menjadi penanda akhir dari rangkaian pemulihan pascabencana terbesar di […]

  • Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri berusaha terus memperkuat ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Barat. Langkah ini semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan mengandalkan sinergi layanan finansial yang komprehensif dan berbagai program pemberdayaan masyarakat, bank berlogo pita emas ini terus memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM, komunitas desa, serta sektor-sektor unggulan daerah. Upaya tersebut […]

  • Wudhu Lahir Batin

    Wudhu Lahir Batin

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 1Komentar

    Sholat yang baik, bermula dari wudhu yang sama baiknya. Kesempurnaan sholat, berawal dari wudhu yang sama sempurnanya. Rasul menggariskan bahwa kunci surga adalah sholat. Sementara kunci sholat adalah wudhu. Dalam beberapa tulisan Payung Peneduh terdahulu, telah kami hamparkan bahwa terdapat kesamaan pola antara iman dan sholat. Ada lapisan dalam yang berada di hati atau batin. […]

  • Menembus Pasifik: Kabel Laut Pukpuk TelkomGroup Jembatani Digitalisasi Indonesia-Papua Nugini

    Menembus Pasifik: Kabel Laut Pukpuk TelkomGroup Jembatani Digitalisasi Indonesia-Papua Nugini

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Langkah strategis berskala internasional kembali ditorehkan oleh TelkomGroup. Melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), raksasa telekomunikasi Indonesia ini resmi mengoperasikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1). Berkolaborasi dengan PNG DataCo, proyek ini menjadi jembatan digital perdana yang menghubungkan langsung jaringan serat optik Indonesia dengan Papua Nugini, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia Timur sebagai […]

  • BAIQMARKET di Jogja: Fokus Fashion Wanita Harga Terjangkau, Siap Rebut Pasar Ramadan dan Lebaran

    BAIQMARKET di Jogja: Fokus Fashion Wanita Harga Terjangkau, Siap Rebut Pasar Ramadan dan Lebaran

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Brand fashion retail asal Yogyakarta, BAIQMARKET, menandai babak baru pertumbuhannya dengan membuka flagship store terbaru melalui event bertema “Escape to the New Journey of BAIQMARKET”, Sabtu (14/2/2026). Momentum yang bertepatan dengan Hari Valentine dan perayaan Imlek ini menjadi simbol transformasi bisnis menuju fase ekspansi yang lebih agresif di tingkat nasional. BAIQMARKET yang berawal dari […]

  • Kurban AYWS 2026 Capai Rp590 Juta, Disalurkan ke Warga dan Desa Binaan

    Kurban AYWS 2026 Capai Rp590 Juta, Disalurkan ke Warga dan Desa Binaan

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Semangat berbagi dan ketulusan berkurban kembali menggema di lingkungan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS). Secara serentak di tiga kampus—Sleman, Bantul, dan Wonosari—AYWS menggelar penyembelihan hewan kurban pada Kamis (28/5/2026), menghadirkan suasana penuh khidmat sekaligus kebersamaan yang hangat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) AYWS, pengurus Jamiyyah, […]

expand_less